PENELITIAN TERBARU TENTANG SAKIT PERUT KARENA KOPI - Majalah Otten Coffee
Ternyata minum kopi bukanlah kebiasaan yang bisa diterima semua orang. Buka, bukan karena tak suka rasanya tapi beberapa orang menurut penelitian terbaru memang tubuhnya tidak bisa menerima kopi.
BEBERAPA penelitian meta-analisis yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka yang rutin minum kopi setiap hari memiliki kemungkinan lebih kecil risikonya untuk terkena sindrom iritasi usus besar atau dikenal dengan IBS. Penelitian yang melibatkan hampir seluruh populasi dunia ini ternyata tidak bisa disimpulkan mentah-mentah.
Karena penelitian tersebut menunjukkan hasil yang bertentangan. Ternyata ini penelitian meta-analisis ini tidak bisa disamaratakan untuk semua orang karena beberapa orang ternyata berisiko terkena penyakit iritasi usus besar karena minum kopi. Gejala dari iritasi usus besar ini memiliki sindrom antara lain kram, kembung, diare, sembelit, dan gas.

Studi Terbaru Tentang Kopi
Penelitian tentang kopi yang menyebabkan sakit perut dan sindrom iritasi usus besar ini dipimpin oleh sekelompok peneliti di Singapura. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal MDPI Nutrients menemukan bahwa peminum kopi teratur memiliki kemungkinan 16% lebih kecil untuk mengembangkan iritasi usus besar dibandingkan orang yang tidak minum kopi. Angka 16% berlaku untuk konsumsi kopi reguler dalam jumlah berapa pun.
Analisis tersebut didasarkan pada delapan penelitian sebelumnya yang memenuhi standar penelitian, yang pada akhirnya mencakup data dari lebih dari 432.000 orang. Seperti halnya dengan banyak meta-analisis mengenai konsumsi kopi dan kesehatan, penelitian ini menemukan kurangnya standarisasi dalam literatur ilmiah masa lalu mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan kopi dan bagaimana asupannya diukur.

DI dalam meta-analisis yang mereka kalukan, analisis yang dikumpulkan kehilangan beberapa rincian hanya dengan membandingkan peminum kopi dengan kelompok kontrol atau bukan peminum karena dosis, metode persiapan, dan konstituen dapat mempengaruhi efek biologis kopi. Sayangnya, pendekatan standar di antara penelitian-penelitian utama untuk mengukur asupan kopi sebenarnya masih kurang.”
Secara umum, para peneliti dari SIngapura ini mengaitkan senyawa kimia “bioaktif” dalam kopi dengan potensi manfaatnya dalam pencegahan sindrom ini dan kesehatan usus secara keseluruhan. Mereka mendorong penelitian lebih lanjut yang melibatkan metodologi yang lebih spesifik mengenai konsumsi kopi. Jadi jika kamu merasa kurang nyaman sesaat setelah mengonsumsi kopi khususnya di bagian perut, bisa saja kamu memiliki sindrom iritasi usus besar seperti yang diungkapkan di artikel ini.
Artikel disunting dari dailycoffeenews.com/
