Penelitian Tentang Kopi; Perubahan Iklim Mengancam Industri Kopi - Majalah Otten Coffee
Sebuah studi dilakukan baru ini, mempelajari perubahan iklim, praktik penggundulan hutan, dan berkurangnya keanekaragaman hayati mempengaruhi produksi kopi.
SETIAP negara produksi kopi memiliki tantangan serius yang bisa mengancam siklus industri kopi, mempengaruhi produksi biji kopi sehingga perdagangan kopi pun menjadi terhambat. Produksi kopi skala global sangat bergantung pada banyak hal, iklim yang mendukung, lahan tanam yang subur, dan keanekaragaman hayati yang membantu pertumbuhan tanaman kopi. Jika salah satunya ada yang hilang atau bahkan berubah maka perlu dilakukan tindakan pencegahan, agar produksi kopi tetap stabil memenuhi kebutuhan kopi dunia. Secara langsung industri kopi terpengaruh bahkan bisa mengakibatkan gagal panen dan mengancam penghidupan petani kopi karena hasil panen kopi yang diharapkan tidak bisa diperdagangkan.
Peran Serangga Penyerbuk Untuk Ceri Kopi
Para peneliti mempelajari keanekaragaman hayati serangga penyerbuk yang memiliki peran terhadap pertumbuhan tanaman kopi pada tahap penyerbukan. Selanjutnya interaksi antara perubahan iklim dan penggundulan hutan, erat kaitan dengan berkurangnya serangga penyerbuk. Dengan mengumpulkan data yang berisi 2.673 lokasi dan 3.080 spesies serangga penyerbuk, penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi interaktif dengan segala jenis tanaman, perubahan iklim, penggundulan hutan, menurunkan jumlah serangga penyerbuk. Wilayah tropis diperkirakan memiliki risiko terbesar terhadap produksi tanaman akibat hilangnya serangga penyerbuk, seperti wilayah Afrika sub-Sahara, Amerika Selatan bagian utara, dan Asia Tenggara yang memiliki negara produksi kopi terbesar di dunia.
Penelitian terhadap dampak berkurangnya serangga penyerbuk terhadap produksi tanaman, dipimpin oleh peneliti Ph.D Joe Millard dari University College London (UCL) diterbitkan di jurnal Science Advances. Secara general, serangga penyerbuk mempengaruhi perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan, dan menyarankan untuk mengambil tindakan untuk mencegah hilangnya serang penyerbuk di beberapa wilayah produksi tanaman.

Berkurangnya Serangga Penyerbuk Pengaruhi Hasil Panen
Dari penelitian tersebut, kopi diperkirakan memiliki kombinasi antara risiko produksi dan daya jual dari kopi itu sendiri, sehingga bisa disimpulkan daerah penghasil kopi mengalami kesulitan ekonomi untuk merawat tanaman kopi dari ancaman perubahan iklim dan hilangnya serangga penyerbuk. Perlunya ada layanan penyerbukan dengan biaya yang efektik agar para petani kopi bisa mengantisipasi datangnya perubahan iklim yang ekstrim dan berkurangnya serangga penyerbuk.
Dalam penelitian ini juga menjelaskan bahwa proyeksi tanaman yang tumbuh di daerah tropis akan mengalami tantangan untuk mendapatkan hasil panen pertanian yang maksimal. Risiko komoditas yang terancam dari kekurangan penyerbukan tanaman di masa depan adalah wilayah tropis dengan produksi kakao, mangga, semangka dan kopi. Penting memiliki wawasan agar tidak bergantung pada penyerbukan oleh serangga, perlu adanya keterlibatan penyedia layanan penyerbuk yang memiliki biaya efektif di masa depan.


