PENDEKAR KOPI DAN MELAYANINYA DENGAN PROFESIONAL - Majalah Otten Coffee
Istilah pendekar kopi sebenarnya bukanlah baru-baru amat di industri kopi nusantara. Istilah ini sudah ada seiring Gelombang Kopi Ketiga. Hadir dalam wujud dan kebiasaan yang rupa-rupa.
APA yang ada di kepalamu saat mendengar istilah pendekar kopi? Apakah langsung serta merta merasa sebal? Atau justru kehadiran mereka ini menambah keseruan khasanah kopi nusantara? Sebenarnya kehadiran pendekar kopi bukanlah sesuatu yang baru. Koloni ini sudah ada sejak Gelombang Kopi Ketiga merebak. Atau justru jauh sebelum itu. Intinya istilah pendekar semakin dibicarakan seiring dengan maraknya gaungan media sosial. Mereka hadir dan ada mengiringi perjalanan kopi. Namun seringnya memang berlabuh di coffee shop dan nangkring di meja seduh. Lalu siapa sebenarnya si pendekar kopi ini?

Siapa Pendekat Kopi?
Sebenarnya istilah pendekar kopi muncul karena pengalaman beberapa barista atau para pabisnis coffee shop yang mengatakan bahwa mereka kerap didatangi satu atau sekelompok orang yang merasa lebih baik dari barista tersebut dalam urusan kopi. Umumnya mereka gemar duduk atau singgah di coffee bar. Mendikte ini itu perihal kopi yang akan diseduh para barista. Mereka ingin mengacaukan SOP dengan pengetahuan kopi yang mereka punya. Padahal tiap kedai kopi memiliki aturan dan standarnya sendiri. Si pendekar ingin memindahkan pengetahuan kopinya (yang mungkin masih dangkal) ke meja seduh coffee shop lain. Karena sedemikian ‘berilmunya’, maka kemudian mereka diberi gelar pendekar kopi.
Adakah Manfaatnya Untuk Pelaku Bisnis Kedai Kopi?
Secara singkat sudah pasti banyak yang sepakat pendekar kopi ini tidak ada manfaatnya dan hanya menganggu kenyamanan kerja para barista di coffee bar karena mereka gemar ‘adu ilmu’. Namun Menurut beberapa pihak lainnya kehadiran pendekar ini justru seru selain untuk joke lawakan internal orang kopi, bisa juga menjadi pemantik para pelaku bisnis kopi. Bayangkan dengan hadirnya pendekar para barista sudah pasti tidak mau kalah dan sedikit banyak akan mau beradu ilmu. Keuntungannya barista jauh lebih pintar dan ilmu kopinya semakin terasah. Ya cuma kadang saat situasi tertentu kehadiran pendekar ini sungguhlah menyebalkan dan mengganggu stabilitas kerja di coffee shop.

Tips Melayani Pendekar Kopi dengan Profesional
Mau sebal, pendekar kopi juga adalah pelanggan. Jadi mau tidak mau meskipun rada mengganggu jiwa dan menguji kesabaran, para pendekar harus tetap dilayani namun dengan cara yang profesional. Kami mewawancara beberapa teman barista yang kebetulan beberapa kali sudah diuji kesabaran jiwa dan raganya oleh para barista. Tapi mereka berhasil melewatinya dan bahkan tak jarang yang pada akhirnya si pendekar ini jadi pelanggan tetap bahkan teman ngopi. Berikut beberapa tipsnya.
- Bersikap biasa saja. Meskipun kamu tahu pelanggan ini berindikasi atau memang pendekar, usahakan kamu bersikap biasa saja. Layani mereka selayaknya pelanggan lainnya. Meskipun sudah mengarah ke arah yang ‘kurang tepat’, tetap layani dengan wajar.
- Jangan mau disetir dengan kemauannya. Kamu bisa berdalih dengan tidak bisa mengikuti kemauan mereka yang “seduh dari kiri”, “pakai coffee dripper aneh-aneh” dan lain sebagainya dengan mengatakan ini sudah SOP dan ketentuan dari coffee shop. Kalau kamu melanggar kamu bisa kena sanksi.
- Jangan istimewakan mereka. Pendekar ini sebenarnya hanya ingin dianggap keren dan jago. Jadi jika kamu menganggapnya biasa saja ya egonya takkan terisi. Slow dan santai saja.
- Atau biar cepat puji saja. Mereka suka dipuji, jadi ketika mereka memberi info ini itu, puji saja. Kasih makan egonya sedikit biar mereka bahagia. Hi-hi-hi.
Kesimpulan
Ada dan tiada pendekar kopi, lingkungan kerja perkopian tetap akan ada kritik dan hal-hal yang kurang menyenangkan. Apapun itu harus senantiasa dihadapi agar semuanya berjalan lancar.

