Pekan Kopi Nusantara (PKN) 2026, Buka Akses Edukasi Kopi untuk Semua - Majalah Otten Coffee
Kopi Bukan Sekadar Minuman, Tapi Ruang Belajar dan Bertemu.
Pekan Kopi Nusantara (PKN) 2026 akan digelar pada 28 Januari – 1 Februari 2026 di AEON Mall Tanjung Barat dengan sebuah misi yang lebih besar dari sekadar pameran produk. Berbeda dari event kopi pada umumnya, PKN 2026 dirancang sebagai ruang edukasi publik yang inklusif, tempat siapa pun, tanpa memandang latar belakang atau tingkat pengetahuan, dapat belajar, mencoba, dan memahami proses meracik minuman berbahan dasar kopi secara langsung.
Baik pelaku bisnis maupun pengopi pemula memiliki kesempatan untuk merasakan langsung pengalaman mencampur dan meracik bahan-bahan berkualitas, sekaligus memahami bagaimana kombinasi bahan mempengaruhi karakter rasa minuman.
Melalui Otten Academy, pengunjung tidak hanya diajak mencicipi, tetapi berdiskusi tentang profesi barista, teknik seduh, hingga pemanfaatan bahan lokal seperti gula aren. Dari Hario V60, Bialetti Moka Pot, hingga mesin kopi De’Longhi, seluruh pengalaman ini dirancang untuk memperkaya pemahaman publik tentang proses di balik secangkir kopi.
Mengapa Edukasi Bahan Minuman Penting untuk Publik Awam?
Di tengah perubahan perilaku konsumen, publik tidak lagi hanya membandingkan harga, tetapi mulai membandingkan kualitas. Dalam konteks inilah edukasi bahan menjadi krusial.
“Kesadaran publik terhadap kesehatan, transparansi, dan kualitas bahan terus meningkat. Konsumen ingin tahu apa yang mereka minum, dari mana asalnya, dan bagaimana prosesnya,” jelas tim Otten Academy.

PKN 2026 mengangkat empat alasan utama mengapa pengenalan bahan seperti kopi, gula aren, dan powder drink penting bagi masyarakat luas:
- Kesadaran Kesehatan (Health Awareness)
Publik semakin peduli pada kandungan dan kualitas bahan yang dikonsumsi sehari-hari. - Membangun Kepercayaan (Trust & Transparency)
Dengan memahami bahan dan proses, konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga mempercayai merek di baliknya. - Melatih Sensitivitas Rasa (Palate Education)
Edukasi membantu publik mengenali perbedaan rasa, kualitas, dan karakter minuman, bukan sekadar manis atau pahit. - Mendukung Ekosistem Lokal dan Berkelanjutan
Dari kopi Nusantara hingga gula aren lokal, PKN 2026 menegaskan pentingnya keberlanjutan petani dan produk lokal.
Meluruskan Kesalahan Umum Publik dalam Menikmati Kopi
Otten Academy melihat banyak kesalahan mendasar yang masih sering terjadi di masyarakat saat meracik atau menikmati kopi.
“Kesalahan paling umum adalah menggunakan kopi yang sebenarnya sudah tidak layak, memakai alat yang tidak sesuai kebutuhan, dan minim literasi tentang proses seduh,” ungkap tim Academy.

Melalui program edukasi interaktif seharga Rp1, publik diajak mencoba langsung berbagai brewing methods, memahami dasar extraction, hingga berlatih latte art. Pendekatan ini bukan sekadar mengajarkan cara membuat kopi, tetapi membangun pemahaman yang benar sejak awal.
Relevansi untuk Calon Pelaku Usaha Kopi
Pemahaman bahan dan proses tidak hanya penting bagi penikmat kopi, tetapi menjadi fondasi utama bagi calon pelaku usaha.
Pemahaman mendalam tentang bahan dan proses bukan hanya relevan, tetapi merupakan fondasi utama bagi siapa pun yang ingin terjun ke bisnis kopi.
Melalui PKN 2026, calon pelaku usaha dapat belajar langsung bagaimana kualitas bahan, teknik seduh, dan konsistensi rasa mempengaruhi pengalaman pelanggan, sekaligus membuka peluang bisnis minuman yang berkelanjutan.
Dari Tea Powder Drink hingga Kopi Susu Gula Aren: Identitas dan Tren Minuman
Selain kopi, PKN 2026 menghadirkan Tea Powder Drink sebagai representasi tren minuman kafe modern. Varian seperti Lemon Tea, Apple Tea, Blackcurrant Tea, Lychee Tea, dan Peach Tea digunakan untuk menunjukkan bagaimana kualitas bahan dan konsistensi rasa membentuk minuman yang seimbang dan relevan dengan preferensi konsumen urban.

Sementara itu, kopi susu gula aren diangkat sebagai identitas rasa khas Indonesia. Otten memperkenalkan Gula Aren Bubuk Organik untuk menunjukkan bagaimana kualitas bahan lokal menentukan karakter manis, aroma, dan keseimbangan rasa.
Lewat pendekatan edukatif, publik diajak memahami bahwa gula aren bukan sekadar pemanis, tetapi bagian penting dari identitas rasa kopi susu Indonesia.
Mengubah Cara Publik Memandang Kopi
Lewat PKN 2026, Otten ingin mengubah cara publik memandang kopi.
“Kita ingin publik memandang kopi bukan hanya sebagai minuman, tetapi ruang untuk bertemu, berbagi, dan membangun koneksi. Lewat kopi, orang bisa sharing, merasakan pengalaman bersama, hingga tercipta kolaborasi dan kesepakatan karena kopi bisa menyatukan semua orang.”

Inilah mengapa kurasi brand, alat, dan bahan di PKN 2026 selalu mengedepankan relevansi untuk masyarakat awam.
“Untuk kurasi, kami selalu mengedepankan edukasi. Experience Rp1 disediakan agar publik bisa mencoba dan belajar membuat kopi dengan metode V60, Moka Pot, hingga latte art, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.” tutup tim Brand.
Menjawab Risiko Eksklusivitas Edukasi Kopi
Jika edukasi kopi hanya berhenti di komunitas profesional, risiko terbesarnya adalah kopi akan dipersepsikan sebagai sesuatu yang eksklusif dan jauh dari masyarakat luas.

Padahal kopi bukan hanya soal minumannya, tetapi juga tentang proses, alat, dan pengalaman yang sangat menarik untuk dipelajari.
PKN 2026 menjawab risiko ini dengan membuka akses seluas-luasnya melalui program Edukasi Interaktif Rp1, menghadirkan brand global seperti Bialetti, DeLonghi, dan Hario dalam konteks kopi Nusantara, serta mempertemukan teknologi global dengan budaya kopi lokal.
Dengan pendekatan ini, PKN 2026 bukan hanya sebuah event, tetapi sebuah gerakan edukasi yang menjadikan kopi sebagai pintu masuk untuk belajar, bertumbuh, dan membangun ekosistem minuman yang lebih sehat, berkelanjutan, dan inklusif.
