PABRIK KOPI AROMA: KOPI RASA MASA LALU - Majalah Otten Coffee
“Kopi adalah kesungguhan. Maka mereka yang mencintai kopi dengan sungguh-sungguh takkan pernah kehabisan cerita dalam mengerjakannya.”
Sudah sejak lama saya mendengar nama Pabrik Kopi Aroma yang ketenarannya tersohor itu. Sebuah pabrik kopi tua di Bandung ini menjadi tempat yang paling inin saya datangi kalau saya mampir di Kota Kembang. Akhirnya doa saya didengar. Semesta mengabulkan dan meringankan langkah ke Bandung. Dan mampirlah saya ke Pabrik Kopi Aroma yang beralamat di Jalan Banceuy Nomor 51 Bandung.
Tak mudah ternyata. Karena saya tidak tahu kapan tempat ini buka dan kapan tempat ini tutup dua kali saya mampir dua kali juga Pabrik Kopi Aroma ini tutup. Tak menyerah sampai di situ di kali ketiga akhirnya saya berhasil mampir ke sana. Tak hanya sekedar membeli kopi, saya juga melakukan mini tur ke langsung ke ‘dapurnya’.
Salah Satu Pabrik Kopi Tertua di Bandung
Pabrik Kopi Aroma adalah salah satu pabrik kopi tertua yang ada di Kota Bandung. Dia terdiri dari bangunan tua khas Belanda yang berada di persimpangan jalan. Gedung tua ini seketika membawa saya ke masa lalu. Mengingatkan saya betapa banyak sekali cerita yang mungkin tersimpan di setiap dindingnya. Saat saya di sana, banyak pembeli mengantri di sebuah ruangan kecil di pintu masuk. Rata-rata mereka membeli kopi yang sudah digiling baik robusta maupun arabika. Saya dan seorang teman pun ikut mengantri meskipun dalam hati ingin sekali masuk ke pabriknya dan melihat langsung kopi diproses.
Saat antrian saya tiba, akhirnya saya dan teman memberanikan diri untuk meminta agar kami diperbolehkan melihat-lihat bagian dalam pabrik. Semesta masih merestui ternyata. Kami diperbolehkan masuk dari pintu kecil di bagian samping gedung dan bertemu langsung oleh Bapak Widyapratama, sang pemilik generasi kedua Pabrik Kopi Aroma yang juga merupakan putra tunggal dari almarhum Bapak Tan Houw Sian.
Proses Penyimpanan Kopi Dilakukan Bertahun-Tahun
Pak Widyapratama menyambut kami dengan senyum ramah sambil menjelaskan dan bercerita banyak hal tentang Pabrik Kopi Aroma. Pabrik ini sudah berdiri sejak 1930. Bahkan mesin roasting yang digunakan juga masih mesin tua asal Jerman yang menggunakan kayu bakar dan bekerja dengan cara tradisional. Di dalam pabrik banyak sekali jenis biji kopi dari seluruh Indonesia yang disimpan bertumpuk-tumpuk di dalam goni. “Biji kopi arabika saya simpan delapan tahun, sedangan robusta lima tahun. Ini saya lakukan agar kopi-kopi ini turun tingkat keasamannya dan menjadi lebih nikmat dan sehat,” cerita Pak Widyapratama dengan penuh kesungguhan.
Mesin Sangrai Bekerja Sejak 1936
Proses yang dilakukan di Pabrik Kopi Aroma ini sangat tradisional. Biji kopi dijemur menggunakan cahaya matahari langsung dan kemudian disimpan di dalam goni selama bertahun-tahun. Jika umur penyimpanannya sudah cukup baru biji kopi disangrai oleh roaster machine asal Jerman yang masih bekerja dengan sangat baik sejak 1936. “Kita bekerja harus jujur. Saya tidak menggunakan bahan kimia apapun dalam pengerjaan proses kopi-kopi saya. Jika kita jujur dalam bekerja, hati juga lebih bahagia,” papar bapak tiga anak yang juga seorang dosen ini.
Jika kebetulan main ke Bandung, mampirlah ke Pabrik Kopi Aroma. Kamu akan merasakan pengalaman berbeda tentang sebuah pabrik kopi bernuansa masa lalu yang menyimpan banyak sisi menarik. Jangan lupa beli kopi di sini dan rasakan meminum kopi yang bijinya disimpan menahun. Sebagai pencinta kopi yang tak main-main, mengunjungi Pabrik Kopi Aroma dan bertemu dengan pemiliknya adalah sebuah pengalaman yang tak hanya menyenangan, tapi juga mencerahkan. Terima kasih untuk turd an cerita mengesankannya, Kopi Aroma. Semoga bisa mampir di lain waktu.
Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri pada 16 April 2023









