ORIGIN ETHIOPIA MENDOMINASI FINALIS GOOD FOOD AWARDS US 2018 - Majalah Otten Coffee
Kita ketahui bersama bahwa kopi asal Ethiopia merupakan salah satu origin yang terbilang memukau para penikmat kopi hampir seluruh dunia, bahkan disebut sebut sebagai salah satu kopi mahal untuk kualitas biji kopi yang terbaiknya. Tak heran, jika kopi asal Ethiopia mendominasi di penghargaan komoditas baik di Amerika Serikat baru ini.
TENTANG Good Food Awards (GFA), merupakan sebuah ajang penghargaan untuk komoditas tertentu di Amerika Serikat, seperti apresiasi kepada para pelaku komoditas tersebut agar tetap memberikan komoditas terbaik dalam segi pengelolahan, pengemasan, kualitas, dan banyak lagi sebagai penawaran menjawab permintaan pasar. Bukan hanya kopi, banyak yang menjadi fokus Good Food Awards dalam memberikan apresiasi penghargaan, seperti bir, coklat, minyak makan, madu, banyak lagi. Masing – masing komoditas dinilai oleh para juri yang kompeten di bidangnya, seperti komoditas biji kopi, para juri mendatangkan orang – orang dari kalangan Q Grader, Manajer Asosiasi Penjualan, Direktur Coffee Roasting, Coffee Trader, Instruktur Speciality Coffee, Manajer Pengembangan Bisnis, Manajer Kontrol Kualitas, Konsultan Bisnis Kopi.

Good Food Awards 2018 ini dimulai sejak 17 september 2017 dengan serangkaian agenda tes dan penilaian, dan pada akhirnya di bulan oktober penilaian yang terkumpul akan menjadi finalis, serta diumumkan di Januari tanggal 19 tahun 2018 lalu. Sekitar 2.057 komoditas bahan makanan termasuk kopi yang mengikuti ajang penghargaan yang seremonialnya diselenggarakan di San Fransisco ini.
Yang menarik dari GFA 2018, untuk komoditas kopi yang diikuti banyak roaster dari Amerika Serikat, hanya 2 origin yang menjadi primadona di ajang ini. Adalah origin Ethiopia dan Peru yang berhasil menarik perhatian para juri. Mengapa demikian, saya pun kurang memahaminya, kemudian saya mencari taunya. Sebenarnya, pada ajang GFA ini apa yang menjadi fokus mereka, para pelakunya atau komoditas.

Menurut laman resmi Good Food Awards, biji kopi yang masuk untuk dinilai harus memenuhi kriteria, jika tidak memenuhi kriteria otomatis tereliminasi sebelum dilakukannya penilaian. Salah satunya, diroasting di Amerika Serikat dan di Negara Bagian dari Amerika Serikat. Kedua, biji kopi harus sudah terverifikasi satu atau lebih dari program di antaranya, NOP Organic, Fair Trade, Rainforest Alliance, C.A.F.E Practices, Global Coffee Platform, dan Demeter Biodynamic. Dan nantinya, biji kopi yang masuk akan diseduh menggunakan standar Golden Cup yang dikeluarkan oleh SCA, dengan alat grinder EKK Malkhonig dan Bonavita BV1900TS sebagai kettlenya. Kemudian, dilakukan penilaian Blind Test dengan scoresheets menurut standar protokol Roasters Choice Competition. Bukan sembarangan, walaupun yang menjadi fokus dari GFA terbilang banyak komoditas yang akan dinilai.

Dari 27 roaster finalis di Good Food Awards 2018 dengan origin andalan mereka, 26 roaster mempercayakan kehebatan origin Ethiopia mewakili tempat roaster mereka. Dan hanya seorang roaster asal Illnois, Metric Coffee Company dengan Peru Geisha menemani 27 finalis roaster lainnya. Kesimpulannya, finalis GFA untuk komoditas kopi dinilai dari rasa biji kopi setelah diseduh, keseimbangan asam, body yang menarik, sweetness, aromatik, dan banyak lagi. Bukan hanya itu, biji kopinya pun telah melalui serangkaian uji kelayakan transparansi distribusi seed to cup. Ajang ini seakan memotivasi pelaku yang menyuplai bahan-bahan khususnya kopi untuk terus menjaga kualitasnya.
src: goodfoodawards.org sprudge.com img: goodfoodawards.org

