Olahraga Padel yang Sedang Naik Daun, Tertarik Mencoba? - Majalah Otten Coffee
Bayangkan sebuah olahraga yang menggabungkan dinamika pukulan tenis, strategi memantul dari dinding ala squash, dan keseruan permainan beregu yang langsung terasa dari awal, inilah olahraga padel.

Itulah padel olahraga raket yang tengah jadi fenomena global. Dari lapangan-lapangan di Spanyol hingga resort-resort mewah di Asia, serta kehebohan yang menjalar di Medan dan kota-kota Indonesia lainnya, padel menawarkan keasyikan, tantangan teknis, dan kebersamaan dalam satu gerakan raket. Tidak heran banyak yang menyebutnya sebagai “tenis versi fun”.
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
1. Apa Itu Padel?
Padel adalah olahraga raket asal Meksiko, ditemukan di Acapulco oleh Enrique Corcuera pada tahun 1969 . Dimainkan secara ganda di lapangan tertutup dengan dinding dan kawat, ukuran lapangannya sekitar 20 m × 10 m seperlima lapangan tenis . Raket padel terbuat dari bahan seperti karbon atau fiberglass, tidak berstrung, dan bolanya mirip bola tenis namun bertekanan lebih rendah . Skor dan cara permainan mengikuti sistem tenis: 15–30–40–game dan deuce pada 40-40.
2. Cara Bermain & Aturan Dasar
• Servis dilakukan secara underhand dengan arah diagonal, bola harus memantul di area lawan sebelum mengenai dinding.
• Bola bisa dipantulkan dari dinding setelah melewati net—ini yang membuat padel unik dibanding tenis.
• Permainan berlangsung dalam best of 3 set, setiap set memenangkan 6 gim dengan selisih minimal dua gim, tie-break pada skor 6–6.
• Lapangan dikelilingi dinding kaca atau kawat setinggi sekitar 4 m, dapat membuat rally tahan lama dan tak terduga.
3. Keunggulan dan Daya Tarik Sosial
Padel mudah dipelajari bahkan oleh pemula karena ukuran lapangan lebih kecil dan servis yang tidak terlalu berat.
Sangat sosial, karena dimainkan berempat; cocok untuk gathering teman, keluarga, hingga komunitas multi-generasi.
Bugar, tapi tidak ekstrem gerakan melompat, geser, dan memantul membuat setiap sesi memberi tantangan kardiovaskular dan ketangkasan penuh, namun tetap ramah bagi banyak usia.

4. Sejarah dan Ekspansi Global
Awalnya diciptakan di Meksiko pada tahun 1969, dibawa ke Spanyol pada 1974 oleh Alfonso de Hohenlohe dan nama premiumnya “Paddle Corcuera” pun berkembang. Spanyol dan Argentina menjadi pusatnya, dengan lebih dari 20.000 hingga 10.000 lapangan serta jutaan pemain aktif. Dalam dekade terakhir ini, jumlah pemain global melonjak hingga lebih dari 25 juta di 90+ negara, dan nilai pasar diperkirakan mencapai €2 miliar per tahun.
5. Pertumbuhan 2023–2025
• Tahun 2023, terjadi pertumbuhan pendirian lapangan hingga 26 %, dengan lebih dari 4,5 juta raket dijual.
• Nilai pasar klub diprediksi mencapai $1,93 miliar pada 2023, meroket hingga diperkirakan $5,76 miliar pada 2032 (CAGR 12,9%).
• Saat ini terdapat sekitar 63.000 lapangan di dunia.
6. Adopsi di Indonesia dan Lokal
Padel mulai naik daun di Indonesia dalam 2–3 tahun terakhir, terutama di Bali (Bali Padel Academy) dan Jakarta (Cilandak, Pantai Indah Kapuk). Di Medan dan kota lainnya pun secara perlahan fasilitas dan komunitas mulai muncul. Media nasional (Detik Jogja, Kumparan, ZALORA) membahas padel sebagai pilihan yang mudah dan fun, bahkan untuk mereka yang belum mahir tenis .
7. Faktor Pendukung dan Tantangan
Pro:
• Mudah diakses dan dipelajari
• Cocok untuk semua kalangan dan usia
• Aspek sosial kental
• Investasi menjanjikan bagi klub dan resort .
Kontra:
• Infrastruktur mahal (< €35.000 – $80.000 per lapangan)
• Rebutan fasilitas dengan tenis mungkin akan menimbulkan resistensi, seperti di Inggris maupun tenis tradisional.
• Cedera ringan seperti tendinitis dan terkilir akibat gerakan eksplosif perlu diperhatikan; perlengkapan seperti pelindung mata dan pemanasan cukup direkomendasikan.
8. Dukungan dari Dunia Profesional dan Selebriti
Premier Padel, World Padel Tour, dan A1 Padel Tour telah melahirkan liga profesional dan siaran global.
Beberapa selebritas seperti Cristiano Ronaldo, Rafael Nadal, Serena Williams, Lionel Messi, dan Eva Longoria turut mempromosikannya viralitas mereka memberi faktor keren tersendiri .
9. Masa Depan Padel
• Misi FIP menuju pengakuan di Olympic 2032
• Potensi lapangan multi‑lapis di klub tenis, gim, dan komunitas lokal
• Kolaborasi dengan brand besar seperti Adidas, Nike, Babolat; kemunculan fashion dan lifestyle Apparel Padel
• Investasi besar-besaran di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia sebagai alternatif olahraga rekreasi tingkat tinggi .
Padel bukan hanya tren; ia tumbuh menjadi gerakan olahraga global yang inklusif, sosial, dan penuh gaya. Untuk Indonesia bagusnya bahkan bagi generasi muda dan kaum perempuan ini adalah kesempatan emas untuk membangun komunitas, fasilitas, dan potensi investasi dalam olahraga raket modern. Bergeraklah cepat, karena momentum padel sedang di puncaknya.
Rekomendasi mesin kopi rumahan
Disc. hingga 1JT* Mesin Kopi Breville


