MODS CAFÉ: KEDAI KOPI TAK TERLUPAKAN - Majalah Otten Coffee
Apa jadinya jika sebuah mobil klasik Volkswagen Combi di letakkan di dalam sebuah coffee shop lalu ditranformasi menjadi coffee bar?

MODS café sudah menjadi perhatian sejak saya membaca namanya di Internet. Tapi saat itu yang ada di kepala saya hanyalah sebuah kafe yang menonjolkan interior simbol ikonik Mods yang dilebur bersama pernak-pernik vintage dan Volkswagen Combi Campervan sebagai unsur utamanya. Sedikitpun tidak terbersit di benak saya bahwa Mods Café adalah sebuah kedai kopi yang mengusung idealisme minum kopi beserta seluk beluknya.

Setelah sehari sebelumnya dikecewakan oleh Mods Café yang tanpa saya ketahui tutup setiap Rabu, inilah saatnya petualangan kafein saya dimulai di kedai kopi yang terletak di kawasan Jonker Street di China Town Malaka. Jujur menemukan coffee shop ini agak sedikit susah dikarenakan banyaknya lorong-lorong kecil dan juga tak ada papan penanda besar yang menarik perhatian. Terima kasih teknologi, berkat GPS kedai kopi yang tak terlalu luas ini bisa juga saya temukan.

Saat memasuki kedai, di sebelah kanan saya langsung di sambut mobil Volkswagen Combi Campervan berwarna oranye. Bagian belakangnya diletakkan mesin espresso dan di sanalah barista meracik minuman espresso base. Tepat di sebelahnya, manual brew bar tempat segala alat kopi berjejer rapi. Mulai dari syphon, V60, Kalita, bahkan Aeropress. Interior kedai kopi ini didominasi warna oranye dan putih dan tentu meja-meja bernuansa mods menambah warna-warni yang membahagiakan.

Saya sedikit surprise saat mengintip ke sebuah ruangan kecil di bagian belakang. Di dalamnya ada sebuah roaster machine berwarna merah. Kini saya baru tahu bahwa Mods Café ini tak melulu keren soal interior tetapi juga serius soal kopinya. Di sudut bagian belakang kedai kopi bahkan ada sebuah bak kecil yang di dalamnya terdapat biji kopi yang baru disortir oleh pemiliknya. Satu per satu biji dipilih dan hanya yang terbaik layak untuk disangrai.

Jika kamu datang ke sini dengan perut lapar, siap-siaplah kecewa karena Mods Café adalah coffee shop specialty yang hanya menyediakan minuman kopi, teh dan makanan ringan. Jangan berharap soal WiFi karena di sini tidak ada internet layaknya kedai kopi modern lainnya.

Oh iya bagian unik lainnya adalah musik yang berkumandang di kedai kopi ini lahir dari piringan hitam tua yang mengalunkan musik klasik. Ah, nikmatnya ngopi disempurnakan oleh musik yang istimewa pula. Nuansa klasik terbangun dengan utuhnya.

Tak berhenti takjub dengan interior dan kelengkapan alat kopinya, saya jugai ikutan takjub dengan rasa kopinya. Saya memesan kopi Ethiopia Yirgacheffe yang diseduh dengan pour over V60. Tak cukup di situ saja, secangkir cappuccino yang menurut saya memiliki cita rasa berbeda karena lahir dari racikan biji yang unik menjadi pelengkap sore. Oh iya, homemade cheese cake di Mods Café juga very recommended untuk jadi teman minum kopi kamu.

Tak hanya nikmat untuk ngopi, Mods Café juga asik karena pemiliknya Abert Khow benar-benar antusias jika diajak ngobrol soal kopi. Beruntung saya sempat ngobrol banyak tentang dunia kopi yang sekarang sedang berkembang. “Buat apa biji kopinya baik jika orang-orang belum tahu cara menikmatinya,” kata Abert saat kami berbincang soal aneka biji kopi yang nikmat rasanya.

Intinya, Mods Café adalah sebuah tempat asik yang tak hanya fotogenik tetapi juga coffeegenic. Kalau ke Malaka, jangan pernah lewatkan kedai kopi yang satu ini.
Mods Cafe
14, Jalan Tokong,
75200 Malaka, Malaysia
(Rabu Tutup)

