MODAL BISNIS KEDAI KOPI KELILING - Majalah Otten Coffee
Bisnis kopi keliling sedang naik daun. Salah satu yang sering diperbincangkan akhir-akhir ini adalah peluangnya yang menggiurkan banyak orang.
SALAH satu yang paling perlu diperhatikan dalam bisnis kedai kopi keliling adalah modal awal. Modal untuk memulai usaha kedai kopi keliling yang sedang tren saat ini bisa bervariasi tergantung pada konsep, peralatan, serta skala bisnis yang diinginkan. Untuk kamu yang ingin memulai bisnis ini dan tertarik dengan bisnis ini, berikut adalah beberapa komponen modal utama yang perlu diperhatikan:
Kendaraan Usaha Untuk Keliling
Kendaraan menjadi komponen paling penting dalam kedai kopi keliling. Jenis kendaraan yang digunakan bisa berupa motor dengan gerobak kopi, sepeda, atau mobil van kecil. Biaya untuk kendaraan ini bervariasi:
Motor atau Sepeda
Modal untuk motor dengan modifikasi gerobak berkisar antara Rp 5-15 juta, tergantung pada kondisi kendaraan dan desain gerobak.

Mobil Van atau Pickup
Jika ingin menggunakan mobil, biayanya bisa lebih tinggi, antara Rp 30-100 juta, tergantung pada jenis mobil dan biaya modifikasi untuk menambah fasilitas seperti ruang penyimpanan, tempat penyajian kopi, dan lainnya.
Selain itu, kendaraan juga harus memenuhi standar estetika yang menarik dan fungsional untuk menarik perhatian pelanggan.
Alat Kopi
Peralatan kopi yang digunakan sangat menentukan kualitas kopi yang disajikan. Beberapa peralatan penting yang diperlukan antara lain:
Mesin Espresso Portable
Untuk menyajikan kopi yang berkualitas, mesin espresso portable adalah investasi penting. Harganya berkisar antara Rp 5-15 juta tergantung pada merek dan spesifikasi. Kamu bisa memilih Flair Espresso Maker atau Rok Presso.
Grinder Kopi
Grinder berkualitas dibutuhkan untuk menggiling biji kopi secara konsisten dan presisi. Grinder manual bisa didapatkan mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta, sedangkan grinder elektrik memiliki kisaran harga Rp 1-5 juta.
Kettle
Kettle leher angsa untuk menuang air panas secara presisi diperlukan jika menyajikan kopi manual brew. Harganya berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta.
Coffee Dripper dan Alat Seduh
V60, Aeropress, atau alat manual brew lainnya juga perlu disiapkan dengan harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta per set.
Selain itu, peralatan tambahan seperti timbangan digital, thermos untuk menyimpan air panas, gelas saji, dan perlengkapan kebersihan juga perlu diperhitungkan.
Bahan Baku
Bahan baku utama adalah biji kopi. Penting untuk memiliki stok biji kopi berkualitas yang terpercaya. Modal awal untuk bahan baku bisa berkisar antara Rp 1-5 juta, tergantung pada volume dan jenis kopi yang digunakan.
Selain kopi, bahan lain seperti susu, gula, sirup, dan es batu juga perlu disiapkan. Jika ingin menambahkan variasi minuman non-kopi, biaya bahan tambahan mungkin perlu disesuaikan.
Biaya Operasional
Biaya operasional harian seperti bahan bakar kendaraan, listrik untuk peralatan, serta biaya parkir atau sewa tempat (jika mangkal di area tertentu) perlu diperhitungkan. Biaya operasional bisa bervariasi, tetapi rata-rata modal yang diperlukan untuk biaya harian berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.
Marketing dan Branding
Salah satu komponen penting untuk menarik pelanggan adalah melakukan branding yang menarik. Desain kendaraan yang unik, logo menarik, serta strategi pemasaran melalui media sosial adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Modal untuk marketing awal mungkin memerlukan biaya sekitar Rp 1-3 juta, tergantung pada skala promosi yang dilakukan.
Tren Kopi Keliling Sekarang
Tapi mengingat tren kopi keliling sekarang, mereka tidak menggunakan alat kopi seperti yang dipaparkan di atas karena kopi yang dijual sudah berupa kopi siap saji. Jadi sudah dikemas di plastic cup. Jadi modalnya sudah pasti lebih kecil.
Jadi kamu mau pilih bisnis kedai kopi yang mana?
Rekomendasi mesin kopi rumahan
Disc. hingga 1JT* Mesin Kopi Breville

