MENINGKATKAN OMZET KEDAI KOPI DI BULAN RAMADAN - Majalah Otten Coffee
Banyak yang bilang bulan ramadan adalah bulan penuh berkah. Keberkahan ini juga berdampak pada meningkatnya omzet di kedai kopi. Benarkah demikian?
MOMEN di bulan suci ramadan bisa menjadi titik melesatnya omzet industri kopi khususnya kedai kopi dan kafe jika para pebisnis tahu mencari celanya. Karena siapa bilang coffee shop omzetnya menurun selama ramadan? Asal tahu trik bisnisnya kesuksesan meningkatnya penjualan di coffee shop justru bisa diraih. Salah satu pebisnis yang memilki kedai kopi kami wawancara bagaimana pengaruh penjualan di coffee shop-nya selama ramadan. “Untuk pengunjung yang datang di pagi ke sore memang ada penurunan. Penjualan di jam-jam orang berpuasa memang menurun tapi di jam berbuka puasa sampai menjelang malam setelah tarawih justru meningkat. Jadi sepertinya kalau dihitung-hitung sama saja. Bahkan omzetnya bisa lebih,” tutur Arya salah satu owner kedai kopi.

Lalu kenapa beberapa pebisnis yang bergerak di industri coffee shop mengatakan bahwa selama ramadan omzet justru menurun? Adakah kekeliruan dalam menjalankan bisnis di bulan istimewa ini? Untuk kamu yang mungkin membutuhkan beberapa tips trik sederhana untuk kedai kopimu, berikut beberapa poin yang bisa kamu terapkan untuk omzet bisnis lebih meningkat.
Menyediakan Paket Berbuka
Poin yang pertama ini sudah pasti wajib dilakukan para pebisnis kedai kopi untuk mendongkrak omzet mereka di bulan ramadan. Terutama coffee shop dan kafe yang memang menjual menu makanan berat dan memiliki kitchen sendiri. Selama ramadan di mana-mana biasanya ramai. Orang-orang ingin merayakan waktu berbuka sembari bertemu kerabat, saudara bahkan melakukan reuni. Jadi siapkan paket berbuka puasa yang nikmat, terjangkau dan pastinya sertakan juga takjil di sana. Dengan paket berbuka puasa yang tersedia dan dinilai memang worth it, percayalah akan banyak orang yang mampir. Khususnya para penikmat kopi yang memang membutuhkan asupan kafein sesaat setelah berbuka puasa.

Mengadakan Promo di Jam-Jam Sepi
Untuk tetapi mendapatkan omzet di jam-jam sepi atau pagi dan siang hari ketika orang-orang berpuasa, kamu boleh membuat promo khusus. Tujuannya adalah untuk menarik konsumen atau pencinta kopi yang tidak menjalankan ibadah puasa. Peminum kopi yang tidak berpuasa juga banyak jumlahnya. Dan untuk menarik perhatian mereka agar datang ke kedai kopimu, tak ada salahnya membuat promo khususnya menu kopi. Ide promo bisa dengan Buy 2 Get 1, ini bisa untuk para anak-anak kantor. Atau diskon 15% untuk menu camilan setiap pembelian 1 jenis kopi apa saja. Atau diskon 10% setiap yang bawa tumbler kopi sendiri. Ada banyak yang bisa dilakukan dan mudah-mudahan ada dampaknya.

Mengubah Jam Buka
Bermain di jam operasional juga bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan omzet di kedai kopi. Beberapa kedai kopi ternyata menggeser jam buka tutup mereka selama bulan ramadan untuk mendapatkan omzet yang lebih tinggi. “Jam berbuka kedai kopi selama bulan ramadan berubah. Di hari biasa buka pukul 09.00 pagi dan tutup pukul 22.00 malam. Selama ramadan jam buka diganti menjadi pukul 15.00 dan tutup pukul 00.00. Hal ini dilakukan karena banyak langganan kami yang mulai berdatangan di jam setelah tarawih dan tadarus. Jadi sayang kalau pukul 22.00 kami sudah tutup. Karena pagi ke siang selama bulan puasa memang sepi sekali,” tutur Angga salah satu pemilik kedai kopi.

Bermain di Aplikasi Online
Nah, kamu bisa memanfaatkan kekuatan aplikasi online untuk meningkatkan omzet penjualan kedai kopimu. Khusus pagi dan siang hari kamu bisa mengadakan promo via aplikasi online untuk menyasar market yang tidak berpuasa. Jualan bundling kopi dan lain sebagainya bisa dilakukan via aplikasi online ini.
