MENGISI AMUNISI KOPI DI THE DAILY DOSE PENANG - Majalah Otten Coffee
Diberkatilah Kota Penang dengan segala keunikan, keotentikan dan tentunya kedai kopi yang tersebar di segala sudut kota, seperti salah satunya, The Daily Dose Penang.

SAYA menyukai Penang yang begitu menawan dengan segala hal yang berbau masa lalu dan modernitas yang melebur jadi satu. Kota cantik ini terbukti mampu membuat saya datang kembali berkali-kali. Jika Kuala Lumpur ibarat seorang perempuan anggun yang sombong dan tak terjangkau, maka Penang adalah seorang perempuan matang nan dewasa yang begitu indah dengan kebijaksanannya. Penang selalu mendapat tempat di hati. Tak hanya karena begitu klasik dan penuh sejarah, kota ini diberi berkah dengan banyaknya makanan enak yang tersebar di mana. Tak hanya itu, kota ini juga unggul karena memiliki kedai kopi yang luar biasa banyaknya.


Jika berkunjung ke Penang saya akan selalu memilih penginapan yang berlokasi di George Town. Lorong-lorong dengan bangunan khas Baba-Nyonya membuat saya betah berjalan kaki sambil mengabadikan gambar di sana-sini. Berjalan kaki memungkinkan kamu bertemu banyak hal-hal yang tak disangka-sangka, salah satunya kedai kopi cantik bernama The Daily Dose. Awalnya saya tidak ada rencana untuk mampir ke The Daily Dose. Sewaktu sedang mencari kedai kopi yang menjadi tujuan awal, mata saya tertuju pada sebuah plang nama yang menarik hati di depan sebuah gedung tua nan antik. The Daily Dose pastilah berarti dosis harian dalam meneguk kopi. Lalu mendadak saya berkata dalam hati: saya harus ngopi di sini!


The Daily Dose yang berlokasi di Steward Lane ini hanya berjarak tiga menit dari penginapan saya. Eksteriornya khas bangunan Baba-Nyonya yang memang menjadi ciri khas Penang. Di depan tersedia sebuah meja yang di kelilingi empat kursi rotan. Seketika mengingatkan saya pada kursi di rumah nenek di masa lalu. Saat mencoba masuk situasi coffee shop ini sedang sepi sekali. Coffee bar dengan ragam alat kopi yang tertengger manis di sana langsung bisa ditangkap mata. Tapi yang menarik perhatian saya adalah lampu-lampu yang disangkari ornamen kayu yang ditumpuk-tumpuk sedemikian rupa tepat di atas meja coffee bar. Sebuah instalasi seni yang apik. Pun di coffee bar-nya terdapat lukisan perempuan. Kedai kopi ini tampaknya sangat memerhatikan unsur seni di sana-sini.


Seorang barista menyapa ramah disusul dengan waiter yang buru-buru menyodorkan menu. Sayang sekali waktu kami datang tidak bisa mencicipi main course karena main course hanya tersedia pada waktu lunch dan dinner saja. Apa boleh buat kamu datangnya jam 4 sore. Jadilah harus berpasrah diri hanya mencicipi seadanya saja. Secangkir piccolo latte dan americano jadi pilihan saya dan seorang teman. Maklum di sini tak ada pilihan kopi manual brew. Jadi saya harus puas dengan menu kopi espresso base saja. Sebagai menu pendamping kami memilih chocolate cake dan cheese cake. Oh iya ditambah dua jenis jus segar yang saya lupa apa namanya.


Piccolo Latte hadir tanpa perlu menunggu lama. Untuk saya piccolo latte di sini rasanya terlalu strong mungkin pilihan house blend yang memengaruhi rasa strong itu. Sedang americano-nya menurut teman saya sih sudah pas. Sudah sesuai dengan selera dia yang memang menyukai kopi dengan cupping notes bold, earthy, brown sugar finished. Meskipun menurut saya rasa kopinya biasa saja, saya akhirnya harus mengakui bahwa cake buatan mereka enaknya sekali. Rasa kopi bisa dimaafkan dengan mudah asal dessert-nya enak begini. Chocolate cake sepertinya menggunakan cokelat premium dengan teksur cake yang lembut menghanyutkan. Sedan cheese cake-nya entah kenapa ada mengandung rasa buah, mungkin memang ada campuran buah dalam tiap lapisnya. Luar biasa!


Saat kami ngopi di sini satu per satu pengunjung mulai datang. Ada yang datang hanya untuk sekedar ngopi ada pula yang datang untuk menunggu jam makan malam. Sambil melepas lelah sehabis jalan-jalan saya pun mengitari The Daily Dose ini. Di bagian belakang ada ruangan khusus wine dan liquor. Mungkin di malam hari ruangan ini dipenuhi mereka yang suka minum-minum sambil bersantai. Di ruangan tempat kami duduk di depannya ada kolam ikan kecil. Ada gemericik air yang mendamaikan. Sungguh kami tak salah memilih meja karena yang didapatkan memang kedamaian. Ah sayang sekali kami tidak sempat mencicipi menu main course mereka karena belakangan saya dengar di sini masakannya enak sekali. Dan meski sempat tutup sementara pada akhir 2013, The Daily Dose akhirnya mampu buka kembali dan bertahan di industri kedai kopi. Semoga secepatnya bisa kembali dan mencoba yang beragam lagi!
The Daily Dose
36, Lorong Stewart,
10200 Georgetown,
Penang, Malaysia

