MENGENAL PROSES PASCAPANEN ANAEROBIC DAN LACTIC, SIMAK BEDANYA - Majalah Otten Coffee
Semakin ke sini, industri kopi selalu berkembang bahkan berinovasi dari mulai hulu hingga hilirnya, begitu pun pada proses pascapanen buah ceri kopi.
PROSES pascapanen buah kopi akan memengaruhi potensi rasa yang terekstraksi ketika bubuk kopi diseduh, sebabnya proses pengolahan kopi menjadi sangat penting untuk dipahami. Untuk petani kopi dan juga roaster mengetahui tahapan dan potensi yang tercipta dari proses pengolahan kopi tertentu, akan membantu siklus industri kopi lebih baik. Para penikmat kopi yang mengerti bagaimana proses pascapanen biji kopi, akan meningkatkan wawasan dan memaksimalkan pengalaman meneguk nikmat sajian kopinya.
Macam-Macam Proses Pascapanen Pada Kopi
Proses pengolahan pascapanen buah kopi secara umum yang menarik untuk kamu ketahui, antara lain:
- Wash adalah proses melibatkan pencucian dimana ceri merah matang disortasi dan dikupas kulitnya lalu dicuci atau difermentasi sebelum dijemur. Terdapat 2 jenis proses wash, yaitu full washed / dry hulled dan wet process / wet hulled / semi washed.
- Honey adalah proses ketika ceri kopi merah matang disortasi dan dikupas kulitnya sebelum dijemur atau difermentasi bersama mucilage / lendir yang masih menempel. Proses honey dibedakan berdasarkan ketebalan mucilage yang masih menempel dan tingkat kekeringan kopi yang dijemur, yellow honey, red honey dan black honey.
- Natural adalah proses yang mana ceri kopi merah matang dirambang dan langsung dijemur dengan kulit yang masih menempel.
Masa Penyimpanan Juga Berpengaruh
Tiap proses pascapanen ini, nantinya akan disimpan dan dikupas kulit luarnya sehingga hanya tertinggal biji kopi gabah saja untuk dikirimkan ke roaster. Masa simpan pun memiliki pengaruh terhadap potensi senyawa rasa yang dihasilkan. Sebabnya, ketika gabah kopi datang ke gudang simpan para roaster, sebelum disangrai gabah kopi diukur kadar airnya menggunakan coffee moisture analyzer. Jika belum sesuai, maka perlu perlakuan khusus untuk mendapatkan tingkat kadar air yang diharapkan.

Mengenal Proses Fermentasi
Ada satu proses pascapanen kopi yang menarik yaitu fermentasi, proses pengolahan ini membuka kemungkinan variasi pada metode penerapannya. Walaupun tergolong proses fermentasi, tiap metode tahapan ketika melakukannya berbeda-beda. Mari mengenal proses fermentasi Lactic dan Anaerobic, dan bagaimana proses pengolahan tersebut memengaruhi potensi rasa kopi yang diseduh nantinya.
Macam-Macam Proses Fermentasi
- Proses anaerobic dilakukan dengan tahapan buah ceri matang setelah sortasi dimasukkan ke tangki, dimana fermentasi terjadi tanpa adanya oksigen. Metode anaerobic merupakan metode eksperimental yang bertujuan untuk menciptakan cita rasa kompleks yang tidak terduga.
- Proses lactic dilakukan dengan tahapan buah ceri matang setelah sortasi dimasukkan ke dalam tangki kedap udara untuk fermentasi. Kemudian dioptimasi potensi rasa dengan menambahkan senyawa baik bakteri asam laktat ke dalam tangki berisi ceri.
- Proses pascapanen metode fermentasi membuka kemungkinan cara fermentasi lainnya, seperti proses carbonic maceration. Metode fermentasi yang mengadaptasi proses pembuatan minuman wine, karbon dioksida digunakan untuk mengeluarkan oksigen dari tangki fermentasi dan memberi tekanan pada ceri kopi agar kompleksitas rasa dari daging buah dapat terekstraksi dengan maksimal.

Industri kopi yang tidak ada habisnya, bukan tidak mungkin kedepannya akan ada metode proses pascapanen lainnya. Penikmat kopi yang selalu antusias dengan keistimewaan single origin, mendorong pelaku industri kopi terus mengeksplorasi untuk menjawab ekspektasi meneguk nikmat secangkir kopi mereka.
Bagaimana menurut kamu, apakah kamu pernah mencoba single origin dengan proses pascapanen tertentu, yuk berbagi pengalaman kamu menikmati sajian kopi.
disadur: ineffablecoffee.com
