MENGENAL LEBIH DEKAT VACUUM POT - Majalah Otten Coffee
Coffee brewer satu ini barangkali adalah alat pembuat kopi terkeren sepanjang sejarah.
VACUUM coffee pot, atau yang lebih dikenal dengan syphon brewer, termasuk salah satu metode paling tua (sekaligus paling menyenangkan) dalam proses penyeduhan kopi. Konon, syphon muncul pertama kali di Jerman sekitar tahun 1830an, namun hak paten pertama yang dikeluarkan untuk produk ini justru jatuh ke tangan seorang perempuan Perancis bernama Jeanne Richard.
Sejak ditemukan atau dipatenkan pertama kali, syphon tidak mengalami perubahan desain yang terlalu mencolok-mencolok amat. Dengan kata lain, syphon yang Anda lihat sekarang ini –tak peduli semodern apapun desainnya– hampir tidak jauh berbeda dengan syphon di era 1830an dulu. Termasuk sejumlah produk syphon terbaru dan terkenal semacam Hario syphon, Bodum syphon dan Kono syphon, rata-rata masih memiliki konsep nyaris serupa dengan dedengkotnya terdahulu.


Alat pembuat kopi syphon sendiri terdiri dari 2 chambers. Bagian chamber bawah diisi dengan air dan dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu. Sementara chamber bagian atas diisi dengan bubuk kopi, posisinya yang tepat di bagian atas membuatnya berfungsi semacam ‘seal’ yang menutupi air di dalam chamber bagian bawah. Inilah yang kemudian membuat air di chamber bagian bawah tadi menguap dan memiliki tekanan. Tekanan uap air yang terperangkap di chamber bawah kemudian mendorong air naik ke atas, yaitu ke chamber bagian atas melalui pipa kaca dan filter yang telah dipasang.
Pada tahap ini, suhu air biasanya berada di bawah titik didih dan ideal untuk membuat kopi. Namun proses brewing tetap dibiarkan menurut waktu yang diinginkan agar air yang sudah bercampur dengan kopi tadi bisa tetap terseduh dengan baik. Adalah penting untuk menjaga burner tetap menyala di bagian bawah chamber agar proses brewing bisa tetap terjaga.

Untuk menyelesaikan proses penyeduhan dengan syphon, yang diperlukan cukup dengan menyingkirkan pemanas atau tungku api di bagian bawah chamber. Ketika uap air sudah mendingin, maka ia akan mengembun kembali ke dalam air dan menciptakan semacam ruang hampa (vacuum) yang mendorong kopi dari chamber atas melewati filter dan kembali ke chamber bawah. Sementara itu, ampas kopi akan tetap tertinggal chamber atas. Kopi yang sudah terseduh pun berada di chamber bawah dan siap dituangkan.
AKSESORIS TAMBAHAN
Sebuah alat pemanas terpisah diperlukan untuk menggunakan metode penyeduhan kopi ini. Beberapa vacuum coffee pot memang didesain khusus agar bisa cocok digunakan untuk stove (kompor) dapur, namun ada juga beberapa syphon lain yang menggunakan alcohol-burning candle. Di Jepang dan di beberapa coffee shop specialist, pemanas yang umum digunakan adalah lampu halogen yang ditempatkan di bawah brewer. Untuk sebagian orang, mungkin pemanas sejenis ini tidak terlalu efektif, tapi tampilannya benar-benar fantastis –dan sangat menarik dijadikan objek foto di Instagram. :p

FILTER YANG DIGUNAKAN
Banyak vacuum coffee pot atau syphon yang menggunakan filter kain, yang membungkus sebuah metal disc. Tapi adalah penting untuk menjaga filter kain ini tetap bersih. Setelah digunakan, langsung bersihkan filter kain ini secara keseluruhan di bawah air panas yang mengalir. Kalau tidak digunakan dalam beberapa hari, boleh bersihkan filter ini dengan memakai sabun pembersih khusus.
Well, lebih jauh tentang langkah-langkah menyeduh kopi dengan menggunakan syphon, kami sudah pernah menulisnya di sini.
Jadi, selamat menyeduh kopi dengan syphon! 😉

