MENGENAL LEBIH DEKAT EVA SOLO - Majalah Otten Coffee
Eva Solo bukan jenis lain dari Eva Green atau Eva Mendez. Lol. Tapi, seperti namanya, Eva Solo adalah alat pembuat kopi cantik yang, mungkin saja, akan segera menarik perhatian penggemar kopi yang juga penyuka keindahan dalam sekali lirik.
BEBERAPA tahun terakhir, nama Eva Solo memang seolah makin menyembul diantara deretan gear-gear kopi paling keren abad ini. Bentuknya langsing, tampilannya tak biasa. Plus ‘selimut’ yang menutupi bagian luarnya, rasa-rasanya gear ini adalah alat yang sengaja diciptakan sebagai representasi teman penghangat di musim dingin yang beku. :p
Jika penasaran dengan gear cantik ini, silakan baca terus artikel ini.
SEJARAH SINGKAT EVA SOLO
Eva Solo adalah sebuah brand yang dikeluarkan oleh perusahaan Eva Denmark. Yep, satu lagi manufacturer pembuat alat kopi yang berada di daerah Scandinavia. Perusahaan Eva Denmark sendiri sudah ada sejak tahun 1913. Lebih dari seratus tahun kemudian, mereka mengeluarkan brand terbarunya yang bernama Eva Solo dan diperkenalkan tahun 1997 lalu. FYI, brand Eva Solo pada tahun ini belum melingkupi alat-alat pembuat kopi, tapi masih produk-produk rumah tangga saja.
Di tahun 2003, Eva Solo coffee maker (atau dikenal juga dengan Café Solo) barulah dikenalkan ke publik pertama kali. Alat pembuat kopi ini didesain oleh Claus Jensen dan Henrik Holbaek dan telah memenangkan berbagai penghargaan desain. Dua diantaranya misalnya kompetisi Design Plus di tahun 2004 dan Grand prix de l’art de vivre di tahun 2013.
Secara penampilan, Eva Solo memang sebuah karya seni yang menakjubkan. Tapi gimana dengan performanya?
Well, cara kerja Eva Solo sedikit mirip dengan French press yang dibalik, namun dengan memakai convex filter yang menurun ke arah chamber/ruang bagian brewing-nya. Sementara container kaca tempat menyeduh agak mirip dengan Chemex, hanya saja tanpa pegangan. Dengan selimut penutup yang terbuat dari bahan neoprene –lengkap dengan zipper-nya– membuatnya terlihat seperti jaket yang stylish. FYI, selimut neoprene ini juga berfungsi untuk menjaga suhu minuman kopi di dalamnya tetap hangat dalam jangka waktu lama.
CARA MENGGUNAKAN
Menggunakan Eva Solo cukup gampang sebenarnya. Hampir semudah memakai French press, bahkan lebih mudah menurut saya. Berikut langkah-langkah menggunakannya:
1. Bersihkan Eva Solo
Bersihkan bagian dalam Eva Solo dengan air hangat. Selain untuk menghilangkan sisa-sisa residu yang mungkin tertinggal dari proses brewing sebelumnya, hal ini juga bagus untuk memanaskan container-nya supaya ketika dituangkan, suhu kopi tidak menurun dengan drastis.
2. Masukkan bubuk kopi
Giling kopi dengan ukuran yang sama dengan ukuran French press. Tapi karena tidak ada proses pressing di sini, Anda bisa menggiling dengan ukuran sedikit lebih halus. Semacam mid-coarse lah.
3. Masukkan air
Panaskan air lalu tuangkan ke dalam Eva Solo yang sudah berisi bubuk kopi tadi.
4. Aduk kopi
Aduk kopi dengan rata, selama 1 menit kira-kira, aduk dengan gerakan memutar dan halus.
5. Tutup
Masukkan filter dan tutup rapat dengan filter penutup Eva Solo.
6. Tunggu 4 menit lalu tuangkan
Tunggu kira-kira selama 4 menit agar kopi bisa terseduh dengan baik. Setelah tuangkan kopi ke dalam wadah. Sebaiknya, pegang juga filternya untuk mencegah kopi tidak tumpah.
Nah, selamat membuat kopi dengan Eva Solo! 🙂
*Semua foto tutorial Eva Solo adalah courtesy ineedcoffee(dot)com.







