MENGENAL KOPI FAIR TRADE - Majalah Otten Coffee
Kita sering mendengar istilah fair trade coffee. Lalu apa sebenarnya istilah ini dan apa manfaatnya untuk para petani kopi?
JIKA kamu menikmati kopi di kedai kopi ternama seperti Starbucks, atau membeli biji kopi merk tertentu, kamu mungkin sering melihat tulisan seperti “100% fair trade coffee” dan semacamnya, yang intinya menyebutkan bahwa kopi tersebut adalah kopi fair trade.
Mungkin ada yang bertanya, apa itu kopi fair trade, dan mengapa kopi dengan label semacam ini biasanya berharga cukup mahal? Hal ini karena kopi yang diperdagangkan dengan metode fair trade memang sengaja dibanderol lebih mahal agar petani kopi bisa mendapat keuntungan yang lebih besar, dan kesejahteraan mereka meningkat.

Pengertian Kopi Fair Trade
Kopi fair trade adalah kopi yang diproduksi oleh petani kecil, dimana produk dari perkebunan petani-petani kecil ini kemudian dijadikan sebagai pasokan tetap dari instansi seperti produsen minuman kopi atau jaringan kedai kopi dan kosmetik yang menggunakan bahan dasar kopi. Pemasok kopi ini kemudian setuju membayar harga yang lebih setara dengan usaha yang dikeluarkan (dengan kata lain lebih mahal), sebagai ganti kopi berkualitas yang dihasilkan oleh petani tersebut. Hal ini kemudian akan berdampak positif pada kehidupan para petani kopi tersebut.
Banyak negara-negara pengekspor kopi terbesar dunia seperti Indonesia, Brazil, Vietnam dan Kolombia merupakan negara berkembang, sehingga konsep fair trade dalam perdagangan kopi global tentunya akan sangat menguntungkan bagi para petani ini. Sebagai gantinya, konsumen bisa menikmati kopi yang berkualitas, mendapat kesan eksklusif dari konsumsi produk semacam ini, plus mendapat perasaan positif karena sudah memberi kontribusi pada petani kopi.

Apa Itu Fair Trade Agreement?
Konsep ini didasarkan pada Fair Trade Agreement yang disepakati semua negara di dunia, dimana petani yang produknya dibeli berdasarkan konsep fair trade akan selalu memeroleh harga tetap, tidak peduli bagaimanapun harga pasaran produknya di dunia. Jadi, jangan heran jika harga kopi yang memiliki label ini cukup mahal. Walaupun pengonsumsi kopi fair trade tak terlalu banyak, kopi sendiri merupakan komoditas fair trade paling banyak di dunia.
Keunggulan Kopi Fair Trade
Dari segi penanaman dan pengelolaan, konsumen bisa yakin bahwa kopi fair trade diproduksi di ladang-ladang yang dibuka dengan memerhatikan aspek lingkungan di sekitarnya, serta diurus oleh para pekerja yang dibayar dengan adil dan tidak dieksploitasi. Rata-rata kopi fair trade biasanya termasuk kopi organik, karena kebanyakan pengelolanya adalah petani kecil yang tidak memiliki terlalu banyak modal untuk membeli pestisida dan pupuk kimia, sehingga mereka menggunakan pembasmi hama alami serta pupuk alami seperti kompos dan pupuk kandang. Hal ini tentu saja merupakan bonus bagi konsumen yang sadar kesehatan.

Keunggulan lainnya adalah adanya keadilan bagi petani kecil, dimana mereka tidak akan dieksploitasi atau digusur oleh pemilik perkebunan besar, dengan adanya konsep fair trade. Kopi fair trade pun sering disinonimkan dengan kopi berkualitas, sehingga banyak dipakai produsen besar. Saat ini, sudah ada sekitar 100 perusahaan dunia yang khusus mendapat pasokan, dimana di antaranya mungkin merupakan merk favorit Anda seperti Starbucks, Dunkin Donuts dan The Body Shop (biasanya untuk produk sabun, losion dan lulur).
Kekurangan Kopi Fair Trade
Meski banyak keunggulan namun kopi fair trade untuk beberapa orang memiliki kekurangan. Dengan membeli kopi atau produk berbahan kopi yang berlabel fair trade, kamu mungkin harus mengeluarkan uang yang agak banyak, namun sebagai gantinya, kamu akan mendapat kopi berkualitas yang kemungkinan besar adalah kopi organik, serta bisa membantu meningkatkan kesejahteraan para petani kopi kecil di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia.
Artikel ini diperbaharui pada 26 Februari 2024

