MENGATASI BUIH SUSU KETIKA MEMBUAT CAPPUCCINO - Majalah Otten Coffee
Cara membuat cappuccino tidaklah terlalu sulit, hanya saja perlu mengerti sajian kopi susu seperti apa yang disebut cappuccino. Namun, bagaimana membuat cappuccino agar terlihat estetis, dan buih susunya tepat pada bagian atas permukaan sajian cappuccino, ternyata triknya hanya menggunakan sendok.
SAJIAN kopi memanglah menarik, berbeda rasio kopi dan susu maka sajian tersebut berbeda pula, bahkan metode penyajiannya berbeda juga mengalami perbedaan sebutan sajiannya. Espresso misalkan, sajian espresso 30ml maka disebut single espresso, untuk yang 60ml maka disebut double espresso. Yang menariknya lagi, sajian long black dan americano sama-sama sajian kopi hitam namun berbeda metodenya, long black disajikan dengan menyiapkan air panas terlebih dahulu kemudian menuangkan espresso ke dalamnya, sedangkan americano disajikan dengan menyiapkan espresso terlebih dahulu kemudian menuangkan air panas ke dalamnya. Long black berasal dari Australia dan Selandia Baru, dan americano dari Amerika jelas memiliki masing-masing kisah dalam perkembangan sajiannya, sehingga tidak bisa disamakan.
Perihal cappuccino, sajian ini berawal dari Italia dan merupakan sajian tradisional yang kini tidak hanya di Italia saja tapi sudah meluas, dan tiap kedai kopi memiliki menu sajian cappuccino ini. Walaupun dengan variasi topping yang berbeda mungkin, ada yang menambahkan bubuk almond, bubuk coklat, dan sebagainya. Tapi teorinya, cappuccino mudah dikenali dari permukaan sajiannya menampilkan tekstur buih susu, karena pada dasarnya komposisi rasio cappuccino dari bagian bawah cangkir berupa 1/3 espresso, 1/3 steamed milk, dan 1/3 milk froth di permukaan sajiannya.
Berdasarkan komposisinya, milk froth ada di bagian permukaan sajian cappuccino, untuk sebagian orang membuat cappuccino tidak terlalu memperhatikan detail ini, hanya menuangkan susu ke espresso maka jadilah cappuccino. Namun untuk sebagian pecinta kopi yang mencari kesempurnaan sajian, maka berikut ini ada sedikit tips yang saya temukan di buku “The Professional Barista’s Handbook” karya Scott Rao. Untuk menyajikan cappuccino secara detail menggunakan teknik pemisahan buih susu menggunakan sendok. Mengapa mengunakan sendok, selain dapat memisahkan buih susu dari steamed milk teknik ini juga membantu mengontrol tekstur susu ketika dituang dari milk jug ke cangkir cappuccino. Tapi teknik ini tidak terlepas dari ukuran milk jug dan juga sudut runcing untuk menuangkan susu tersebut, berikut tipsnya.

TUANG SUSU DARI MILKJUG PADA BAGIAN TENGAH ESPRESSO
Pastinya untuk membuat cappuccino elemen terpenting seperti secangkir espresso dan steamed milk sudah tersedia. Nah kemudian, tuangkan susu dari tengah cangkir espresso agar mendapatkan tampilan permukaan yang estetis pada hasil akhir.

BATASI BUIH SUSU MENGGUNAKAN SENDOK MAKAN
Ketika menuangkannya, gunakan sendok makan untuk membatasi buih susu, ini berguna untuk memisahkan buih susu dengan susu steam. Cangkir espresso letakan di meja, dan milk jug di tangan kanan atau tangan yang dominan, kemudian membatasi buih susu dengan sendok makan menggunakna tangan satunya.

TUANG PERLAHAN DAN PASTIKAN BUIH SUSU TIDAK TERIKUT
Untuk hasil yang optimal, menuangkan susu perlahan dan pastikan buih susu tidak terikut, sebabnya menggunakan sendok makan sangat membantu untuk memisahkan buih susu dan mengatur laju susu ketika dituang.

TUANG MILK FROTH DI BAGIAN ATAS PERMUKAAN SAJIAN
Setelah steamed milk sudah yakin rasionya cukup untuk membuat espresso, maka tuangkan froth menggunakan sendok makan.
Dengan teknik ini memungkinkan hasil cappuccino yang mendetail, namun sedikit butuh waktu yang lama untuk menyajikannya dibandingkan menuangkan susu secara bebas tanpa memisahkan buih susunya.
src: caffesociety.co.uk The Professional Barista’s Handbook by Scott Rao img: caffecoffea

