MENCARI LEVEL COFFEE GRINDER UNTUK KESEMPURNAAN EKSTRAKSI ESPRESSO - Majalah Otten Coffee
Dialing sebuah ritus penjelajahan rasa, untuk menemukan perfect extracted pada sajian espresso. Dialing merupakan istilah proses setting tingkat kehalusan pada penggiling kopi.

Menentukan level grinder kopi yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan ekstraksi espresso yang sempurna. GRINDER sekilas tidak memberikan efek pada keutuhan rasa sajian kopi, padahal level coffee grind faktanya sangat berperan terhadap produksi karakter rasa sebuah kopi. Fine ground coffee atau pun coarse ground coffee memiliki perbedaan dan sama-sama berkontribusi dalam menciptakan karakter rasa, apakah itu rasa asam yang terlalu atau rasa asam yang menyenangkan.
Kebutuhan home brewer tingkat lanjut atau seduhan dalam jumlah besar tentu membutuhkan alat yang lebih tangguh. Kehadiran grinder kopi elektrik modern saat ini sudah dilengkapi dengan fitur pengaturan grind size yang sangat akurat.

Aktivitas Dialing Pada Coffee Grinder
Ritual dialing tidak cukup sekali atau dua kali shot, maka perlu beberapa cup espresso ataupun paling tidak sediakan basket air buangan untuk warming berikutnya. Pada umumnya, untuk mencari setting level coffee grinder, pada espresso machine menggunakan pump pressure 6.5 bar, 15 gram VST baskets, serta suhu air di-set pada 93 derajat celsius pada group head. Sebab dalam prosesnya, dialing ini mengacu pada dose, grind, volume liquid, dan waktu ekstraksi. Dalam hal ini, untuk menguji level ground coffee, maka standarnya menggunakan skala 1:2, sehinga dari 15 gram menjadi 30 ml liquid espresso.
|
|
|
|
Yang menjadi acuan apakah level grinder harus lebih halus atau lebih kasar lagi, ada pada karakter rasa. Over-extracted umumnya akan menghasilkan karakter rasa sour, thin, terkadang grassy atau salty sedangkan under-extracted terasa agak pahit dan aftertaste kering di lidah. Menemukan perfect extracted terbilang cukup rumit, dan banyak pertimbangan, tapi paling tidak mendekati keseimbangan rasa saja sudah baik. Jika menurut kamu karakter rasa sudah seimbang itu sudah cukup, tidak membuat dahi kamu mengkerut karena terlalu asam atau tidak membuat kamu buru-buru minum air mineral karena kesan pahit yang tak bersahabat.

Tips Dialing Coffee Grinder
Jika semua sudah dipersiapkan, espresso cup sudah tersedia dan ada baiknya espresso cup berbentuk cup dosis yang tertera gramasi pada sisi cup untuk memudahkan proses dialing. Maka selanjutnya, mulailah menjelajah;
- Gunakan VST baskets dan ground coffee pada level fine, kemudian lakukan seperti menyajikan espresso biasanya. Meratakan ground coffee pada portafilter, tamping dan memasangkannya di groudhead, shot. Namun jangan lupa untuk menggunakan timer, beberapa espresso machine sudah dilengkapi dengan timer, atau gunakan scale yang dilengkapi timer seperti acaia scale.
- Coba perhatikan liquid yang jatuh dari spout, mulailah mengaktifkan timer untuk menghitung waktu ekstraksi pada prosesnya. Beberapa barista berbeda pendapat mengenai waktu ekstraksi, apakah dimulai saat air panas mulai dishot, atau dimulai saat liquid jatuh ke cup. Tapi, waktu ekstraksi hanya sebagai acuan, apakah waktu ekstraksi terlalu cepat atau terlalu lambat untuk karakter rasanya. Jika kamu menemukan karakter rasa yang terlalu asam, dan waktu ekstraksi yang terlalu cepat, maka next shot, level grinder di-set agak kasar dari sebelumnya. Namun pastikan tidak ada sisa ground coffee yang tertinggal dan bercampur nantinya saat set level untuk shot selanjutnya.
- Tidak ada resep espresso yang pasti, bisa saja resep di bar coffeeshop lain tidak berhasil di bar kamu. Maka perlu dialing, umumnya ekstraksi espresso yang baik pada rentang 25-35 detik dalam sekali shot. Jika shot kedua sudah pada set level ground coffee agak kasar dari sebelumnya, cobalah uji lagi bagaimana rasanya. Apakah masih tidak nyaman, apakah ground coffee harus lebih halus lagi, atau agak kasar sedikit lagi. Uji lagi dan lagi, ulang berkali-kali sampai menemukan rasa espresso yang nyaman.
Espresso yang nikmat, bukan hanya sekadar pemilihan coffee beans saja, namun butuh banyak latihan untuk menguji resep espresso yang sesuai dengan coffee equipment yang dimiliki.
Fine Grinder untuk Espresso
Fine grinder adalah gilingan bubuk kopi halus yang umum digunakan untuk espresso, tingkat kehalusan fine grind sedikit lebih halus dari gula dapur. Tingkat kehalusan bubuk kopi mempengaruhi kualitas dari ekstraksi espresso yang dibuat. Untuk membuat espresso sendiri, umumnya menggunakan moka pot, espresso maker dan juga mesin espresso. Dan ketiga alat espresso ini membutuhkan gilingan halus agar cita rasa espresso terekstraksi optimal. Mengapa espresso membutuhkan gilingan halus, dan berbeda dengan gilingan untuk seduhan kopi manual.
Secara teknisnya, espresso dibuat dengan mengalirkan air panas secara cepat ke bubuk kopi. Gilingan kopi halus membantu ekstraksi espresso lebih bercita rasa, sehingga air menyentuh bubuk kopi secara menyeluruh walau waktunya singkat. Hal ini tidak bisa didapatkan ketika menggunakan gilingan kopi yang kasar, air seduhan yang dipaksa mengalir cepat ke bubuk kopi akan mengalir tanpa mengenai butiran bubuk kopi terdalam dari gilingan kasar.
Seduhan kopi espresso terbilang sensitif dalam hal ukuran gilingan biji kopi untuk mendapatkan kopi yang nikmat. Sebabnya peralatan yang digunakan sangat berperan penting untuk mendapatkan espresso yang sesuai dengan selera. Beberapa alat penggiling kopi dirancang khusus agar bisa diandalkan saat menggiling biji kopi untuk seduhan espresso. Kemudian mesin espresso profesional juga memudahkan barista saat mengevaluasi ekstraksi espresso, untuk selanjutnya bisa mempelajari dan menentukan variabel yang tepat untuk seduhan kopi espresso yang lebih konsisten.
Beda Grinder, Berbeda Juga Kualitas Fine Grindernya
Grinder manual dan grinder elektrik, secara umum pasti akan memilih grinder elektrik karena ringkas dan mudah digunakan. Padahal grinder manual pun mampu menggiling halus untuk espresso pada skala gilingan tertentu. Untuk memilih grinder espresso terbaik, mulailah dari mempertimbangkan grinder manual atau grinder elektrik. Grinder tipe burr lebih banyak dipilih untuk grinder espresso, dibandingkan grinder tipe blade. Karena grinder tipe blade kurang konsistensi menghasilkan gilingan kopi halus.
Pelajari bagaimana fitur coffee grinder, dan berapa banyak level pengaturan untuk tiap gilingan. Biasanya semakin banyak pengaturan level gilingan, akan memberikan kemudahan akses gilingan yang sesuai keinginan. Misalkan, inginkan gilingan lebih halus dari fine namun tidak sehalus extra fine, maka pilihlah grinder yang memiliki fitur pengaturan level gilingan lebih presisi.
Kamu harus mempertimbangkan anggaran untuk investasi ke coffee grinder, malahan beberapa pebisnis kedai kopi memutuskan untuk memiliki 2 coffee grinder. Dengan tujuan, untuk membedakan penggunaan grinder untuk seduhan kopi manual dengan grinder untuk espresso. Beberapa coffee grinder dengan harga terjangkau, sebenarnya sudah mumpuni untuk seduhan kopi manual. Terlebih lagi coffee grinder untuk espresso, akan sangat mengganggu alur kerja barista jika digunakan untuk menggiling kopi seduhan manual.
—
Diperbarui pada 3 Oktober 2025. Dipublikasi pada 25 Agustus 2017.
src: fivesenses.com.au, grosche.ca img: clive coffee
Rekomendasi mesin kopi rumahan
Disc. hingga 1JT* Mesin Kopi Breville






