MEMPERKENALKAN TEMUAN TERBARU: ESPRESSO DALAM BOTOL - Majalah Otten Coffee
Minuman kemasan yang sepertinya tidak ditujukan untuk para coffee snob.
HAMPIR semua ‘peminum kopi sejati’ sepakat bahwa espresso semestinya dinikmati dengan cepat. Namanya saja sudah espress… so yang berarti (secepat) kilat. Mesin espresso pertama di dunia yang diciptakan orang Italia di tahun 1906, Bezzera dan Pavoni, konon cuma memerlukan waktu 45 detik untuk membuat secangkir kopi. Semakin menguatkan anggapan bahwa istilah espresso memang berarti harfiah: dibuat khusus untuk Anda secara ekspres.
Ada banyak alasan mengapa espresso harus dinikmati dengan segera, beberapa alasannya sudah pernah kami bahas di sini. Namun, menurut saya, salah satu alasan lainnya adalah karena espresso memiliki rasa yang lebih tebal dan kental dibandingkan kopi biasa. Ukurannya pun biasanya tidak banyak-banyak amat, maksimal sekitar 40 ml. Maka menenggaknya dalam hitungan detik menjadi semacam syarat agar dapat menikmatinya dengan utuh. Karena itu espresso seringkali dianggap bukan hanya wajib diminum dengan segera, tapi juga ‘pantang’ dibawa pulang. Apalagi dikemas dalam botol. (Mungkin para ‘peminum kopi sejati’ bisa kejang-kejang melihat ini. Lol.)
Tapi espresso bukan hanya milik mereka yang menganggap dirinya ‘peminum kopi sejati’. Siapapun bisa dan berhak minum espresso meski mereka mungkin tidak snob-snob amat. Dan ada cukup banyak orang yang juga menginginkan minuman ini begitu bangun di pagi hari tanpa mesti repot-repot mengurusi berapa jumlah shot-nya, bagaimana cara tamping-nya, dan sebagainya. Maka, espresso yang telah dikemas dalam botol pun dianggap salah satu jalan keluar.
Adalah sebuah artisan roastery di San Fransisco yang akhirnya menemukan ide untuk mengemas espresso dalam botol. Espresso kemasan ini mereka namakan dengan Steamm (dengan huruf m dobel)—di Amerika, espresso botolan ini mulai dan sedang populer.
Cukup menarik melihat bagaimana konsep espresso dalam botol ini disiapkan. Roastery yang memproduksi Steamm menjelaskan dalam website resmi mereka bahwa kopi yang digunakan untuk membuat espresso ini hanya biji-biji kopi organik yang berasal dari perkebunan organik. Spesifiknya, origin kopi-kopi itu berasal dari perkebunan Finca Nueva Esperanza di Chiapas, Meksiko. Mereka mengklaim tidak ada pestisida atau zat agri-kimia berbahaya yang dipakai selama proses penanamannya.
Selanjutnya, kopi-kopi ini kemudian disangrai dengan mesin roasting berteknik solar, tidak menggunakan gas dan itu pun dalam batch kecil untuk menjaga konsistensinya. Dan sebagai proses terakhir, setiap shot espresso yang akan dikemas kemudian diekstraksi secara manual dengan tangan. Artinya, minuman ini juga tidak diproduksi secara massal dan dalam jumlah banyak. Bahkan mereka sangat menghindari distribusi retail untuk menjaga nilai dan kualitasnya.
Steamm umumnya dijual dalam paket-paket. Satu paket terdiri dari 6 botol kecil yang masing-masing berisi espresso sebanyak 130 ml. Satu paket 6 botol espresso ini dibandrol seharga 20 USD, sekitar 200 ribuan. Cukup murah.
Karena bentuknya yang mini dan portabel (sehingga bisa dimasukkan ke lemari pendingin), di Amerika produk ini sedang banyak-banyaknya digemari. Terutama oleh mereka yang tak bisa menunggu untuk pergi ke kedai kopi begitu bangun di pagi hari. Atau, mereka yang ingin membawa kopi ketika pergi berpetualang tapi terlalu malas untuk membawa serta alat-alat pembuat kopinya.
Meski di Indonesia masih terdengar asing, tapi espresso dalam botol ini cukup menjanjikan juga menurut saya. Ada yang mau mencoba membuatnya? :p




