MARI BERKENALAN DENGAN CAFFEINE WITHDRAWAL SYMPTOMS - Majalah Otten Coffee
Di bulan puasa ini, banyak peminum kopi yang mengaku diserang gejala aneh perkara tidak minum kopi. Jangan khawatir dulu karena mungkin itu adalah caffeine withdrawal symptoms.
JUJUR, saya adalah orang yang jika tidak minum kopi, tubuh bereaksi dengan cara yang tak menyenangkan. Di bulan puasa, otomatis kegiatan ngopi saya sangat berkurang atau bahkan tidak sama sekali. Sayangnya, tubuh tidak bisa bekerja sama dengan rencana. Saat tidak ngopi kepala saya mendadak sakit, tubuh juga lemas, tidak dapat berpikir dengan baik serta sulit berkonsentrasi.

Di beberapa kasus malah lebih parah reaksinya. Ada yang mual-mual, cemas hingga sama sekali tak bisa berkegiatan. Nah, setelah dicari tahu gejala seperti ini disebut dengan caffeine withdrawal symptoms. Yaitu reaksi tubuh terhadap kurangnya asupan kafein harian yang sudah menjadi candu. Jika ada dari kalian yang merasakan hal seperti ini, yang harus kalian lakukan adalah tetap minum kopi tapi kurangi porsinya.
Lalu bagaimana kerja kopi sehingga tubuh bisa bereaksi sebegitu rupa?
Well, saat sakit kepala datang ketika kamu tidak mengonsumsi kopi mungkin berasal dari kasus ini. Saat kamu meminum kopi, otomatis pembuluh darah menyempit. Dan saat kamu tidak minum kopi otomatis pembuluh darah membuka dan mengalirkan darah ke otak dengan jumlah yang meningkat. Kepala mungkin tidak terbiasa dengan aktivitas yang berbeda ini. Juga seperti diketahui kafein bisa meredakan nyeri. Itu sebabnya tanpa kopi kepala kamu menimbulkan nyeri.
Sedang kecemasan dan mood yang buruk saat kamu tidak muncul mungkin disebabkan oleh reaksi yang selama ini diberikan kopi padamu. Seperti kamu ketahui sebelumnya kafein yang terkandung pada kopi mampu memompa semangat dan menghasilkan sensasi rileks pada peminumnya. Tanpanya, cemas dan mood jelek mungkin saja bisa tiba.

Untuk turunnya daya konsentrasi saat tidak minum kopi sudah jelas karena untuk bekerja umumnya orang-orang meneguk secangkir kopi karena secara ilmiah kopi mampu meningkatkan konsentrasi. Kebiasaan-kebiasaan minum kopi yang hilang dikarenakan beberapa faktor (salah satunya berpuasa) memberikan reaksi pada tubuh karena belum beradaptasi. So yeah, caffeine withdrawal symptoms is annoying!
Tapi jangan khawatir, saat caffeine withdrawal symptoms menyerang yang kamu lakukan adalah mengonsumsi kafein dalam jumlah yang jauh lebih sedikit sebelum pelan-pelan tidak ngopi sama sekali JIKA kamu menginginkan itu. Juga kamu harus minum air yang banyak khususnya selama bulan puasa agar tak dehidrasi. Istirahat yang cukup serta jam tidur yang normal juga akan menyingkirkan caffeine withdrawal symptoms pelan-pelan. Jadi jangan takut dengan kafein ya!
Foto utama dari readersdigest.com

