MANFAAT KOPI TERDEGRADASI KETIKA DICAMPUR SUSU, BENARKAH? - Majalah Otten Coffee
Sajian kopi sungguh bervariasi, dan hal ini tercipta karena para penikmatnya yang tidak henti berinovasi, mengkreasikan resep kopi terbaik versi mereka sendiri.
HADIRKAN sajian kopi terbaru dengan mencampur ragam bahan minuman, seperti susu, sirup, air soda, buah dan lainnya adalah aktivitas yang menyenangkan. Sebabnya, kreasi dari coffee mixology selalu mendapatkan tempat di hati penikmat kopi. Mencampurkan bahan lain ke sajian kopi dilakukan untuk mengoptimasi profil rasa dari kopi itu sendiri. Maka, berbicara perihal manfaat kopi dari sajian kopi yang sudah dicampur bahan lain seperti susu, tentu bahasannya akan berbeda.
Tidak terbantahkan, bahwa sajian kopi dicampur susu banyak pecintanya, bahkan saya pun demikian menyukai secangkir cappuccino sesekali waktu. Mengutip ulasan dari laman nutritionfacts, tentang sebuah studi yang ungkapkan kemunduran manfaat kopi karena dicampur susu. Ternyata lebih fokus menjelaskan penurunan aktivitas antioksidan dan penurunan penyerapan asam klorogenat dalam aliran darah. Jadi, jika kamu mencintai sajian kopi susu silahkan saja, namun untuk mengambil manfaat kopi lebih direkomendasikan mencampurnya dengan susu kedelai.
Selengkapnya tentang kopi hitam
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sajian kopi memiliki manfaat panjang umur bagi peminumnya, hal ini juga didukung banyak studi penelitian yang mempelajarinya. Ragam senyawa nutrisi terkandung di sajian kopi, dan yang paling berpengaruh langsung untuk kesehatan, lebih populer dikenal senyawa asam klorogenat. Hanya saja, asam klorogenat ini berbeda-beda kandungannya dilihat dari pengaruh proses pasca-panen dan juga proses sangrainya. Lebih akrab lagi, asam klorogenat ini lebih sering dikenal dengan istilah senyawa antioksidan pada kopi.

Asam klorogenat pada kopi dicampur susu sudah pasti lebih sedikit jika dibandingkan sajian kopi manual. Kopi susu umumnya menggunakan biji kopi house blend yang cenderung disangrai medium ke dark untuk seimbangkan rasa susu, sedangkan seduhan kopi manual lebih sering menggunakan biji kopi yang disangrai light ke medium. Hal ini juga sejalan dengan banyak studi yang menjelaskan, semakin gelap biji kopi disangrai (dark roast) maka potensi kehilangan asam klorogenat semakin besar hampir 90%-nya, sementara itu kafein cukup stabil disangrai apa pun.
Lebih detail lagi, sajian teh yang dicampur susu juga menurunkan senyawa antioksidan yang terkandung di dalamnya. Bahkan mengkonsumsi produk coklat original memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan produk coklat susu.

Aliran darah yang lancar tentu meminimalisir resiko penyakit kardiovaskular, dan secara ajaib teh membantu mengalirkan aliran darah. Teh original yang diminum seseorang akan membantu pelebaran arteri yang dimediasi meningkatnya aliran darah. Sedangkan teh yang dicampur susu persentase pelebaran arteri, menampilkan data hampir mirip dengan mengkonsumsi air mineral.


Ketika mengkonsumsi dark chocolate, di 1 jam pertama tubuh mendapatkan lonjakan antioksidan dalam aliran darah, tetapi tidak demikian dengan milk chocolate ataupun coklat yang dicampur susu. Dari sini, lebih jelas lagi bahwa susu memang memiliki efek menurunkan antioksidan pada kopi, teh dan coklat.

Mungkin menambahkan susu ke kopi menutup potensi senyawa antioksidan pada kopi, tapi di sisi lain banyak pecinta kopi berawal dari peminum kopi susu, kemudian berangsur menjadi penyeduh kopi manual rumahan.
sumber: Coffee Benefits Blocked by Adding Milk
sumber gambar: unsplash
catatan:
- Diastolic Blood Pressure: Tekanan diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung sedang berelaksasi atau beristirahat. Pada kurva denyut jantung, tekanan diastolik adalah tekanan darah yang digambarkan pada rentang di antara grafik denyut jantung.
- Systolic Blood Pressure: Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung. Istilah ini secara khusus digunakan untuk merujuk pada tekanan arterial maksimum saat terjadi kontraksi pada lobus ventrikular kiri dari jantung. Rentang waktu terjadinya kontraksi disebut systole.
- FMD: flow-mediated dilation of the brachial artery. Dilatasi yang dimediasi aliran mengacu pada pelebaran (mengembang) arteri ketika aliran darah meningkat di arteri itu.
- Epicatechin: tergolong metabolit sekunder dan senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan, strukturnya kimianya masih turunan dari polifenol.

