LIGHT ROAST LEBIH BAIK UNTUK KESEHATAN DARI DARK ROAST? - Majalah Otten Coffee
Perdebatan demi perdebatan mengenai light roast dan dark roast terus saja dibahas dari berbagai sisi. Salah satunya adalah perihal kesehatan. Lalu manakah yang lebih sehat di antara keduanya?
PENIKMAT kopi pasti sepakat bahwa nikmat kopi tak bisa dibantah. Pun para penikmat kopi sudah paham benar bahwa kopi yang proses dari hulu ke hilirnya benar pasti membawa banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh. Itu kenapa usahkan untuk selalu menikmati kopi yang tak hanya enak rasanya namun juga sehat dan berguna efeknya bagi kesehatan kita. Karena apalah arti yang enak-enak tapi ternyata merusak kesehatan bukan?
Dan baru-baru ini ada perdebatan mengenai kopi apa yang lebih sehat dilihat dari level sangrainya. Para penikmat light roast coffee mengatakan bahwa kopi yang disangrai terang adalah yang tersehat, pun pencandu dark roast tak mau kalah juga. Mereka sepakat bahwa selain nikmat, dark roast coffee adalah yang paling sehat.
Lalu manakah yang benar? Dilangsir dari situs kopi sprudge.com, kopi yang disangrai lebih gelap ternyata kalah ‘sehat’ dibanding kopi yang disangrai tak gelap. Hal ini bukan lahir dari isapan jempol belaka melainkan terwujud dari penelitian yang baru saja dilakukan oleh Journal of Food Mecicine. Mereka menyimpulkan bahwa light roast memiliki khasiat yang lebih baik setingkat daripada dark roast.

Sebelum Journal of Food Medicine mengumumkan hasil penelitiannya mengenai hal ini, sejumlah ilmuan dari Korea telah meneliti mengenai “efek nutrisi pada proses sangrai kopi arabika dilihat dari waktu penyangraiannya”. Pada saat melakukan penelitian ini para ilmuan Korea ini menggunakan Hottop untuk menyangrai kopi. Mereka menggunakan 200 gram kopi dari single origin Brasil Ipanema Natural. Dalam penelitian ini mereka menyangrai kopi dalam empat roasting level yaitu, light, medium, city and French roast. Lamanya proses roasting adalah berkisar antara 08:00 – 11:33.

Setelah disangrai, kopi kemudian digiling menggunakan mesin penggiling kopi otomatis Faema E98. Setelah dua tahap ini selesai kemudian kopi tadi dianalisis untuk mengetahui kandungan senyawa kafeinnya dan total fenolnya. Dari sini diketahui bahwa kadar kafein tidak berubah secara signifikan ditinjau dari level sangrainya. Dengan kata lain kandungan kafein dari level sangrainya tidak mengalami perubahan kuantitas secara signifikan.
Tapi ada satu hal yang berubah yaitu penurunan drastis pada senyawa asam chlorogenic dan kandungan antioksidan pada kopi yang disangrai dark roast. Asam chlorogenic adalah senyawa yang memberikan zat antiinflamasi pada kopi yang dinilai baik. Penurunan asam chlorogenic dan antioksidan yang dibutuhkan peminum kopi dinilai mengurangi manfaat kopi bagi kesehatan. Oleh karena itu, mereka menyimpulkan light roast lebih baik dari dark roast dari segi sains. Bagaimana menurut kamu para roaster?
Dengan fakta ini apakah orang-orang akan beralih menjadi peminum light roast coffee atau justru mengabaikan saja?
Disunting dari sprudge.com
Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri pada 16 Maret 20233

