Rimowa x La Marzocco Curi Perhatian di Milan, Mengubah Mesin Espresso jadi Objek Seni Modern - Majalah Otten Coffee
Di Milan Design Week 2024, dua legenda dari dua dunia berbeda sepakat untuk duduk bersama di satu meja: La Marzocco x Rimowa. Satu berasal dari Florence, jantung espresso Italia. Satunya lagi lahir dari Köln, Jerman, tempat presisi menjadi bahasa ibu.

Hasil dari pertemuan itu bukan sekadar produk, tapi pernyataan — bahwa keindahan bisa diseduh dari logam, dan rasa bisa lahir dari garis-garis aluminium.
|
|
|
|
|
Dua Legenda, Satu Filosofi
La Marzocco x Rimowa sama-sama lahir dari tradisi panjang yang ditempah dengan mendedikasi waktu.
La Marzocco berdiri sejak 1927, dikenal karena setiap mesin espresso-nya dirakit tangan oleh pengrajin di Florence — sebuah pekerjaan yang menuntut kesabaran dan perhatian terhadap setiap detail.

Rimowa, di sisi lain, telah menjadi simbol mobilitas berkelas sejak 1898. Koper aluminium beralur khasnya tidak sekadar alat bepergian, tapi juga representasi gaya hidup yang menghargai desain, kekuatan, dan ketepatan.
Kolaborasi ini bukan upaya untuk mempertemukan dua pasar, melainkan dua filosofi. Rimowa membawa presisi teknik Jerman dan bahasa visual yang lugas. La Marzocco membawa rasa, kehangatan, dan ritual yang lahir dari tradisi espresso Italia.
Di titik temu itu, mereka menemukan kesamaan: bahwa desain terbaik bukan hanya tentang bentuk, tetapi tentang niat di baliknya.
Dari Koper ke Kopi: Bahasa Desain yang Diterjemahkan Ulang
Ketika La Marzocco memperkenalkan Linea Mini Rimowa Edition, publik langsung mengenali sesuatu yang familiar: alur vertikal aluminium yang selama ini menjadi identitas Rimowa. Pola itu, yang dulu hanya menghiasi koper di bandara, kini membungkus mesin espresso di meja dapur dan ruang tamu para penikmat desain.

Aluminiumnya sama — dingin, solid, namun memiliki daya tarik emosional.
Namun dalam konteks mesin espresso, ia berubah fungsi: dari pelindung perjalanan menjadi wadah rasa. Rimowa menanamkan DNA-nya ke dalam tubuh mesin espresso; La Marzocco memberinya jiwa lewat ritual pembuatan kopi.
Hasilnya adalah karya yang menghapus batas antara alat dan karya seni.
Sebuah mesin espresso yang tak lagi sekadar alat seduh, tapi statement piece yang menandai penghargaan terhadap perjalanan, waktu, dan detail.
Caffè Rimowa: Milan Sebagai Panggung Cerita
Rimowa memilih panggung yang tak sembarangan: Milan Design Week 2024.
Dalam ajang yang menjadi barometer desain dunia itu, keduanya menghadirkan pop-up eksperimental bernama Caffè Rimowa — sebuah ruang di mana pengunjung dapat menikmati espresso dari mesin hasil kolaborasi ini, sekaligus menyaksikan bagaimana desain bisa hidup dalam setiap detik ritual.

Interiornya bersih, terang, dan bertekstur lembut, memadukan identitas visual dua brand. Rimowa menghadirkan kesan futuristik yang efisien; La Marzocco menambahkan kehangatan tangan manusia.
Kopi disajikan, tapi lebih dari itu: pengalaman disajikan. Caffè Rimowa bukan hanya tempat minum, tetapi tempat memahami bagaimana dua filosofi desain bisa bersatu dalam satu cangkir.
“This collaboration celebrates a shared appreciation for precision engineering and the ritual of coffee,” tulis Rimowa di laman resminya.
Dibuat di Florence: 40 Jam untuk Sebuah Karya
Di balik tampilan logam yang dingin, ada cerita hangat dari Florence.
Setiap unit Linea Mini Rimowa Edition dibuat sepenuhnya dengan tangan di pabrik La Marzocco di Italia. Prosesnya membutuhkan sekitar 40 jam pengerjaan, di mana setiap lekukan, sambungan, dan hasil akhir diperiksa secara manual oleh pengrajin berpengalaman.
La Marzocco menjelaskan, kolaborasi ini adalah bentuk penghormatan terhadap seni membuat sesuatu yang tahan waktu. Bukan sekadar efisiensi produksi, tapi dedikasi terhadap keindahan buatan manusia.
Setiap unit memiliki karakter—tak ada dua mesin yang benar-benar identik.
Aluminium-nya dipoles dengan teknik yang sama seperti koper Rimowa, menghadirkan kilau lembut yang memantulkan cahaya dengan cara yang elegan.
Proses ini menjadi representasi dari nilai bersama kedua brand: bahwa keindahan sejati tidak bisa dikejar cepat. Ia tumbuh perlahan, dari tangan yang sabar dan hati yang tekun.

Objek Seni di Meja Kopi
Bagi Rimowa, kolaborasi ini bukan tentang menjual mesin espresso. Bagi La Marzocco, ini bukan sekadar menambah varian desain.
Kolaborasi ini adalah tentang ritual dan mobilitas — dua konsep yang tampak berlawanan namun sama-sama berbicara tentang pengalaman manusia.
Espresso adalah bentuk istirahat paling pribadi di tengah dunia yang sibuk. Sementara Rimowa selalu identik dengan perjalanan, dengan ruang transisi antara satu tempat dan tempat lain.
Keduanya kini menyatu: satu mengajarkan kita berhenti, yang lain mengingatkan kita untuk terus melangkah.
“Every groove, every line, every cup—it’s a reflection of dedication,” dikutip dari La Marzocco.
Melalui desainnya, Linea Mini edisi Rimowa memperlihatkan bagaimana benda fungsional bisa berubah menjadi ekspresi. Sebuah objek seni yang berdenyut, karena di dalamnya ada emosi manusia yang tak bisa digantikan oleh mesin.
Di dunia di mana banyak hal dibuat untuk segera diganti, La Marzocco dan Rimowa mengajarkan sesuatu yang sederhana:
bahwa nilai sejati terletak pada keberlanjutan, bukan tren.
Bahwa keindahan tidak datang dari bentuk yang baru, tapi dari makna yang diperbarui.
Mereka tidak menciptakan mesin espresso, mereka menciptakan pengalaman. Sebuah momen kecil di pagi hari yang mengingatkan kita pada asal mula — pada tangan-tangan yang bekerja di Florence, pada logam yang ditempa di Köln, dan pada rasa yang perlahan menetes ke cangkir, mengisi udara dengan aroma yang tak tergantikan.
Dan mungkin, seperti perjalanan yang dimulai dari sebuah koper Rimowa, setiap teguk espresso dari mesin ini adalah langkah kecil menuju keheningan yang kita cari.
Keheningan di mana desain, rasa, dan waktu berhenti berbicara—dan hanya menyisakan satu hal: kenikmatan yang dibuat dengan sepenuh hati.
