KEBANGKITAN KOPI WULUNG, KOPI DARI SUMOWONO YANG TERANCAM LANGKA - Majalah Otten Coffee
Kopi Wulung adalah salah satu biji kopi istimewa yang dimiliki industri kopi Indonesia, bahkan dibanderol hingga jutaan rupiah per kilogramnya. Ia berasal dari Kecamatan Sumowono di Semarang.
TERGOLONG masih diolah oleh petani tradisional namun berhasil membuat takjub, kopi ini berasal dari Kecamatan Sumowono, Kabupatan Semarang, Jawa Tengah. Industri kopi tidak pernah henti memberikan kejutan bagi para pecintanya, dari mulai inovasi yang dilakukan para pelaku industri ini hingga temuan-temuan fantatis menyimpan kisah berkesan yang autentik. Siapa yang menyangka jika kopi Wulung asal Sumowono, merupakan produk primadona yang dihargai hingga 5juta per kilogramnya.
Dari cerita masyarakat yang berkembang, tanaman kopi ini digagas pertama kali oleh seorang warga Belanda bernama Grass Valk tahun 1904. Niat awalnya adalah untuk mendirikan panti asuhan di daerah Sumowono. Namun melihat potensi lahan perkebunan di Sumowono, Grass Valk pun tertarik untuk membudidayakan kopi.

Grass Valk sempat kembali ke Belanda untuk mempelajari dan melakukan penelitian tentang kopi. Ia lalu membangun pabrik Gambangwaluh yang hingga saat ini masih ada sisa-sisanya. Pada masa awalnya, tanaman kopi yang dikembangkan berjenis liberika atau istilah awamnya: kopi nangka.
Sejak saat itu, tanaman kopi menjadi komoditas andalan di Sumowono dan sekitarannya seperti Gambangwaluh, Pledokan, Candigaron dan Duren. Namun di tahun 1987, beberapa petani kopi di Sumowono perlahan beralih menanam sayuran, walaupun masih banyak yang menanam kopi hingga sekarang ini tapi tidak sebergairah pendahulunya.
Akankah industri kopi di Sumowono kembali mewarnai pasar kopi Indonesia? Tentunya hal ini akan mungkin terjadi selama para petani kopi dan pelaku kopi di Sumowono tetap optimis.

Adanya kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kelompok petani kopi yang diinisiasi, tentu perlahan membuat kopi Sumowono kembali dikenal masyarakat luas. Lahan perkebunan kopi Sumowono menyimpan daya tarik khas, bahkan pernah ada tamu peneliti dari Australia, Belanda, Afrika Selatan, Jerman dan Amerika Serikat yang tertarik mempelajari kopi Sumowono. Yang terbaru, petani kopi di sini mencoba berinovasi mengolah robusta wine dengan metode fermentasi.
Bertahap, inovasi pascapanen pun mulai diterapkan, kopi andalan asal Sumowono adalah kopi Wulung yang harganya mencapai 5 juta per kilogram. Alasan harga kopi ini istimewa adalah kelangkaan, panennya saja hanya menghasilkan 3 kilogram. Bagaimana menurut kamu tentang kisah kopi Wulung asal Sumowono ini?
Disadur dari kompas.com, Kopi Sumowono

