KOPI KUBA DAN KEISTIMEWAANNYA - Majalah Otten Coffee
Apapun yang berasal dari negara ini sepertinya akan selalu menarik, termasuk kopinya.
BRAZIL bisa saja menjadi satu-satunya negara di benua Amerika yang mendominasi produksi kopi di dunia—sepertiga dari jumlah kopi yang beredar di planet ini berasal dari Brazil. Tapi Kuba lebih menarik perhatian saya. Bukan hanya karena kecintaan mereka yang begitu kuat terhadap produk-produk negaranya, tapi juga karena keberanian mereka tetap berdiri di atas kaki sendiri meski sudah disikut di sana-sini. Kopi dari Kuba pun termasuk memiliki sejarah panjang yang, bagi saya, jauh lebih menarik untuk disimak ketimbang sekadar info bahwa negara itu sudah mendominasi penjualan kopi sejak jaman prasejarah.
Sejarah kopi Kuba
Kopi pertama kali masuk ke Kuba di tahun 1748 dari pulau Hispaniola. Tidak ada banyak catatan yang menjelaskan tentang industri kopi di negara ini hingga tahun 1791 dimana para pemukim Perancis mulai berdatangan karena Revolusi Haiti. Di tahun 1827, ada sekitar 2.000 perkebunan kopi yang sudah diusahakan di seluruh Kuba, kopi pun menjadi komoditas ekspor utama yang memberikan banyak keuntungan pada negaranya.
Namun revolusi yang dilakukan Fidel Castro dari tahun 1953 sampai 1961 akhirnya memengaruhi sebagian besar produksi kopi di Kuba. Semua perusahaan dan perkebunan kopi diambil alih oleh pemerintah dan dinasionalisasi. Inilah yang kemudian menyebabkan produksi kopi di Kuba menurun drastis. Orang-orang (baru) yang kemudian sukarela bekerja di perkebunan kopi belum pernah memiliki pengalaman sama sekali. Sementara para pekerja terdahulu sudah meninggalkan Kuba karena revolusi.
Sementara industri kopi di Kuba terhuyung-huyung, sejumlah negara-negara tetangganya yang lain di Amerika Latin justru sedang jaya-jayanya mengekspor kopi dan menikmati kesuksesan di pasar dunia. Kejatuhan Uni Sovyet pun semakin membuat Kuba terisolasi. Belum cukup sampai situ, embargo ekonomi yang diberikan Amerika Serikat pun seolah kian melengkapi ‘derita’ Kuba. Praktis negara ini jadi nggak bisa lagi mengekspor ke negara-negara yang potensial. Pergerakannya semakin terbatas.

Di sisi lain, Jepang menjadi importir tetap kopi Kuba terbesar—konon hingga saat ini, menyusul negara-negara Eropa yang juga menjadi pasar yang cukup menjanjikan. Kopi-kopi terbaik dari Kuba ini kebanyakan diekspor, biasanya sekitar seperlima dari total produksi. Sisanya ditinggalkan di negaranya. Yah, mirip-mirip dengan kasus kopinya Indonesia sebelum era third wave sih.
Saat ini produksi kopi Kuba cenderung rendah, dibanding negara-negara Amerika Latin lainnya. Hanya sekitar 6.000 – 7.000 ton setiap tahun. Kebanyakan alat yang digunakan pun cenderung sudah usang, dan kebanyakan produsen masih bergantung pada tenaga hewan. Infrastruktur di negaranya juga cenderung belum memadai sehingga makin menyulitkan para petani kopi di Kuba untuk menghasilkan lebih banyak kopi berkualitas.
Namun di sisi berbeda, kondisi iklim dan topografi di Kuba justru sangat ideal untuk menanam kopi. Apalagi kelangkaannya akan semakin menambah nilai pada kopi Kuba ini.
Pada Desember 2014 lalu, Presiden Obama dan Presiden Raul Castro sudah membuat kesepakatan antar kedua negara dan mengakhiri perang dingin di keduanya. Kebangkitan kopi Kuba pun terlihat dari diimpornya kopi negara ini oleh sebuah perusahaan kopi cukup terkenal di Amerika sejak awal tahun 2016.

Wilayah tumbuh
Karena produksi kopi di Kuba belum seterorganisir seperti negara-negara Amerika Latin lainnya, maka sulit sekali menjejak asal single origin-nya hingga ke perkebunan yang spesifik. Produksi kopi biasanya dikenali hanya dengan wilayah tertentu atau sub-wilayah dari negara itu.
Kuba yang merupakan pulau terbesar di wilayah Karibia pun memiliki cukup banyak dataran rendah, tapi ada juga beberapa wilayah pegunungan yang membuatnya sangat cocok untuk ditanami kopi. Daerah-daerah yang menjadi konsentrasi penanaman kopi di Kuba diantaranya adalah:
· Sierra Mestra
Wilayah pegunungan ini berada di sepanjang pantai selatan dimana daerahnya memiliki sejarah panjang perang gerilya mulai dari tahun 1500an sampai era revolusi di tahun 1950an. Namun banyak produksi kopi Kuba berada di sini.
Ketinggian: 1.000 – 1.200 m
Waktu panen: Juli – Desember
Varietas: Kebanyakan Typica, sebagian Bourbon, Caturra, Catuai, Catimor
· Sierra Del Escambray
Ketinggian: 350 – 900 m
Waktu panen: Juli – Desember
Varietas: Kebanyakan Typica, sebagian Bourbon, Caturra, Catuai, Catimor
· Sierra Del Rosario
Banyak perkebunan kopi telah berada di area ini sejak 1970, namun cukup sedikit kopi-kopi Kuba yang ditanam di sini. Terutama karena wilayah pegunungan ini juga merupakan Cagar Biosfer sehingga menjadikannya wilayah yang termasuk dilindungi.
Ketinggian: 300-550m
Waktu panen: Juli – Desember
Varietas: Kebanyakan Typica, sebagian Bourbon, Caturra, Catuai, Catimor
Tasting profile
Kopi-kopi Kuba umumnya memiliki karakter seperti kopi-kopi pulau tropis umumnya: kadar acidity yang cenderung rendah namun body yang lebih penuh dan menonjol.

