KOPI APA YANG PALING ENAK? - Majalah Otten Coffee
Sebuah pertanyaan yang sering datang kepada kita, sang penikmat kopi. Sesering apapun datangnya, sesering itu pula kita kebingungan menjawabnya.
KAMU mungkin tahu apa kopi yang paling nikmat buatmu. Tapi kamu juga tahu dengan banyaknya jenis kopi, cara seduh, panas dan dingin, natural dan honey pertanyaan “kopi apa yang paling enak?” semakin kesulitan menemukan jawabannya. Jadi bagaimana sesungguhnya tips agar menjawab pertanyaan yang satu ini terasa lebih jujur, masuk akal dan membantu mereka yang benar-benar ingin tahu.
Saya sendiri kerap bingung memberi jawaban. Tapi jika ada kerabat, sahabat atau orang asing yang secara random bertanya “kopi apa yang paling enak?”, saya memilki tips sederhana untuk menjawabnya.
Enak Itu Mutlak, Nikmat Itu Fleksibel
Oleh karena itu, jadilah manusia nan fleksibel saat menjawab pertanyaan “kopi apa yang paling enak?”. Kalau saya selalu bertanya kembali apakah yang bersangkutan suka kopi pahit, body, fruity atau lain-lain. Kemudian bisa disusul apakah yang bersangkutan minum dengan gula atau susu atau dengan mantan. Maaf!

Jika sudah tahu selera yang bertanya itu bagaimana maka dengan fleksibel saya akan beri tahu favorit saya tentang kopi enak yang bergenre menurut si penanya. “Kopi enak menurut saya KALAU dipakein susu itu Sidikalang”, misalnya. “Kopi enak menurut saya KALAU yang full-bodied itu Gayo Semi-Washed,” misalnya.
Jadi enak di sini bukan enak menurut kamu secara mutlak tapi nikmat secara fleksibel tergantung si penanya yang kamu tarik ke selera kamu. Most of the time, jawaban pada poin ini berhasil memuaskan para sanak, kolega yang ingin tahu.
Manual Brew, Espresso Base, atau Kopi Tradisional?
“Kopi apa yang paling enak?” “Oh tentu kopi Ethiopia Sidamo yang diseduh dengan V60 dong.” Tidak, ini tidak berjalan seperti ini. Saat ada yang bertanya seperti ini kamu harus memastikan kopi yang diracik dengan metode apa yang dia maksud, setelah itu baru memutuskan bagaimana seleramu terhadap kopi yang diseduh dengan metode begitu. “Kopi apa yang paling enak?” “Espresso base ya?” “Nggak sih kopi biasa aja.”. Kopi biasa berarti tubruk atau bisa jadi yang menggunakan coffee maker otomatis. Nah, lancarkanlah biji kopi favoritmu. Mudah? Belum tentu. Ha-ha-ha. Selanjutnya kamu harus tanya lagi seperti poin pertama “Suka yang pahit atau yang fruity?” Begitulah seterusnya.

At Least “Kopi yang Paling Enak MENURUT kamu apa?”
Jika ada kata MENURUT KAMU di sini, berarti bisalah kamu menjelaskan secara mutlak dan tanpa batas tentang kopi yang benar-benar membuat kamu coffeegasm. Jika dia tidak puas dengan kopi paling enak menurutmu itu bukan lagi jadi masalah karena MENURUTMU adalah yang paling penting. Seperti saya yang terkadang menganggap Ethiopia Guji Gigesa yang ternikmat atau di lain waktu Kerinci Honey justru yang paling laknat.
Akhir kata, apapun kopi yang paling enak takkan bisa enak-enak banget jika ngopinya tak bareng kamu. Lalu, kopi apa yang paling enak buat kamu? Tolong dibagi-bagi jawabannya ya!

