KOPERASI KOPI BAGI PETANI KOPI - Majalah Otten Coffee
Secangkir kopi nikmat yang kamu minum hari ini merupakan berkah alam dan kerja keras petani-petani kopi tanpa kenal lelah. Namun dibalik itu siapa yang tahu, tantangan yang dihadapi petani kopi.
MIRIS jika kita sebagai penikmat kopi masih menganggap bahwa harga kopi yang harus kamu bayar terlalu mahal untuk sajian di tiap teguknya. Walaupun banyak juga yang menganggap apa yang mereka minum adalah kopi mahal, belum tentu. Jika benar ingin minum kopi yang istimewa lebih baik seduh sendiri, beli biji kopinya, grinder sendiri, dan rasakan profil rasa yang dihadirkan oleh kopi yang benar-benar istimewa, seperti Gesha misalkan.
Namun tidak selamanya juga kopi luar Indonesia menjadi terlalu istimewa, banyak juga malahan para pemburu kopi internasional mencari kopi-kopi dari Indonesia. Memburu ke daerah-daerah di belahan nusantara, walaupun penikmat kopi lokal sendiri masih belum perhatian akan istimewanya kopi yang tumbuh dari Aceh sampai ujung Irian Jaya. Ketika penikmat kopi menemukan biji kopi luar Indonesia dan merasa puas, tunggu dulu, mengapa penikmat kopi manca negara memburu biji kopi Indonesia? Tidak lain dan tidak bukan, biji kopi nusantara memiliki potensi bersaing di pasar kopi internasional. Sayang sekali jika penikmat kopi di Indonesia terlalu antusias pelajari profil kopi luar dibandingkan kopi lokal.
Agar biji kopi Indonesia bersaing di pasar kopi internasional, bukan hal yang mudah, butuh kerja sama di berbagai belahan institusi, dan pastinya peran aktif pelaku kopi itu sendiri. Penikmat kopi Indonesia juga perlu mengerti kekayaan dan ragam biji kopi yang ada di Indonesia.

Peran Koperasi Kopi untuk Petani Kopi
Di sana, di beberapa desa yang terletak di bumi Indonesia, masih banyak petani kopi kita yang tanpa sadar dirugikan. Harga biji kopi mereka tidak sebanding dengan harga kopi yang ada di pasar kopi nasional. Bahkan ada juga petani kopi yang sadar akan harga jual, masih menjual biji kopi mereka kepada pengepul curang, karena asumsi petani kopi jika tidak ke mereka dengan siapa lagi akan menjual biji kopi yang sudah petani kopi rawat berbulan-bulan.
Mungkin terdengar cerita ini seperti dibuat-buat, karena penikmat kopi Indonesia sendiri sudah menahbiskan eranya kini coffee third wave, seharusnya hal yang seperti ini sudah tidak ada lagi. Siapa yang tahu, kita masih minum dengan nikmat kopi hari ini, bagaimana kabar petani kopi? Lingkup permasalahan yang dialami petani kopi mungkin dapat diminimalisir dengan koperasi kopi yang menaungi mereka para petani kopi. Beberapa manfaat koperasi kopi bagi para petani kopi yang saya sadur dari beberapa artikel.
- Proses Legalitas
Sangat membantu untuk para petani kopi yang kekurangan pembiayaan dan ingin meminjam sejumlah dana dari perbankan, koperasi dengan senang hati akan membantu proses legalitasnya. Namun syarat dan ketentuan pastinya disesuaikan oleh masing-masing koperasi kopi, sejauh ini mengutip dari pernyataan petani kopi, adanya koperasi kopi sangat membantu dalam hal pendanaan. Apakah itu skala kecil seperti dana untuk pengelolahan tanaman kopi ataupun skala besar seperti membeli mesin ataupun keperluan lain untuk kebun kopi.

- Terhindar Jeratan Tengkulak
Prihatin, jika kita hari ini minum kopi dengan hikmat, sementara petani kopi masih terlilit oleh tengkulak yang berlaku curang. Membeli biji kopi dengan harga serendah-rendahnya dan menjualnya dengan harga mahal. Hal ini juga yang membuat biji kopi Indonesia menjadi tidak berkembang. Serikat koperasi kopi meminimalisir kemungkinan petani kopi terjerat oleh harga beli rendah yang ditawarkan tengkulak. Bukan berarti koperasi kopi mengharuskan menjual hasil panen kopi ke koperasi, ini sepenuhnya hak petani kopi. Harga beli di koperasi cenderung stabil dan lebih menghargai petani kopi sebagai produsen.
- Menstabilkan Harga Kopi
Koperasi juga berperan menjadi penyeimbang harga pasar, sehingga harga kopi yang dijual oleh petani tidak terlalu ekstrim mengalami penurunan harga ataupun di sebagian daerah mengalami kenaikan harga. Menstabilkan harga pasar kopi sangat membantu untuk para petani kopi, sebab dengan hal ini tidak ada petani kopi yang dikecewakan.

- Perantara Subsidi Pemerintah
Banyak kebijakan dari pemerintah berkaitan tentang pertanian, khususnya untuk tanaman kopi namun berkendala distribusinya karena tidak ada yang menjamin penyalurannya. Oleh sebabnya, penyaluran subsidi seperti bibit, pupuk, bahkan mesin untuk panen terkendala. Umumnya koperasi akan memudahkan pemerintah dalam hal penyaluran subsidi, sehingga petani kopi terbantu.
- Memfasilitasi Petani Kopi Edukasi Tentang Kopi
Koperasi sedikit banyaknya membantu petani kopi dalam hal edukasi, bagaimana masa tanam yang baik, bagaimana masa panen, dan hal-hal tentang tanaman kopi. Tergantung kebijakan koperasi masing-masing sih, tidak semua koperasi kopi yang memfasilitasi edukasi. Namun tidak sedikit juga koperasi memberangkatkan petani kopi untuk ikut penyuluhan di luar daerah koperasi. Baiknya jika koperasi kopi menjadi wadah saling berbagi pengetahuan para petani kopi.

- Berkesempatan Studi Banding
Untuk menjaga solidaritas petani kopi yang dinaungi koperasi kopi, beberapa koperasi mengagendakan sebuah rangkaian jadwal tahunan, apakah itu gathering, atau jalan-jalan study tour. Berkesempatan studi banding mengunjungi perkebunan kopi di lain daerah, mempelajari teknik dan bertukar informasi mengenai tanaman kopi.
Seperti koperasi Ketiara yang tiap tahunnya mengadakan program refreshing untuk petani kopi Gayo, bahkan kabar terbaru 100 petani kopi studi banding ke luar Indonesia tanpa subsidi dari pemerintah, sungguh menakjubkan. Tapi, tidak semua koperasi kopi yang melakukan hal demikian, terpulang dari kebijakan koperasi kopi di mana petani kopi bernaung.
Ini masih dalam lingkup siklus petani kopi, lalu bagaimana permasalahan tentang mereka yang mendistribusikan origin ke kedai kopi. Entahlah, pastinya koperasi kopi dapat meminalisir permasalahan yang ada pada petani kopi.
tulisan disadur dari kompasiana.com, minumkopi.com dan gambar utama dari remarkableindonesiancoffee.com

