KONG DERM CAFÉ & KERAMAHAN LOKAL - Majalah Otten Coffee
Bagian terbaik dari nongkrong di kedai kopi terkadang bukan soal rasa kopinya, tapi keramahan para pekerjanya.

TAK ada niat khusus untuk mampir ke Kong Derm Café, sebuah kedai kopi kecil yang letaknya tak jauh dari hostel tempat saya menginap di Chiang Rai. Beberapa kali melintas di depan coffee shop ini tapi tak ada keinginan kuat untuk mampir apalagi meneguk kopi. Sampai di suatu siang yang gerah, saya dan seorang teman benar-benar kelelahan karena sudah mengeksplorasi kota Chiang Rai sedemikian dashyatnya. Kami putuskan untuk mampir sembari menunggu teman-teman yang lain yang masih mau berjalan-jalan keliling kota.

Kong Derm Café hanya terdiri dari ruko satu pintu. Bagian eksteriornya hanya terdapat satu meja dan empat kursi dengan hiasan piringan hitam yang sangat fotogenik. Sedang bagian dalamnya tak begitu luas. Ada sekitar lima atau enam meja disusun rapi. Yang bikin menarik adalah di sana terdapat koleksi benda-benda vintage yang memperindah dekorasi. Ada televisi kuno, ada radio da nada juga beberapa pajangan lain yang disusun serasi dan simetri. Membuat kedai kopi ini indah dengan caranya sendiri.

Di balik coffee bar-nya sang barista meracik kopi, ada mesin espresso yang tak henti bekerja. Saat saya mencoba ngobrol, eh ternyata baristanya tidak bisa berbahasa Inggris. Jadilah saya untur diri sambil kembali ke meja dan memutuskan memesan kopi. Saya memesan secangkir cappuccino panas yang sangat klasik dengan taburan bubuk kokoa di atasnya. Teman saya memesan iced latte yang siang itu ampuh meredakan dahaga. Karena rasanya kurang tanpa camilan padahal siang itu kami tak lapar-lapar amat, jadilah kami memesan waffle. Tanpa ekspektasi apa-apa ternyata kopi dan waffle mereka lezat tak kalah dengan kedai kopi fancy lainnya.

Sambil menikmati siang di Kong Derm, kami dihampiri oleh salah satu waitress atau manajer kami tak tahu pasti. Perempuan ini terlihat ramah dengan senyum yang melebur suasana. Ternyata dia bisa berbahasa Inggris dan jadilah kami mengobrol panjang lebar mulai dari suasana politik Thailand dan Indonesia hingga soal kopi di kedua negara.

Asik juga jika pekerja di sebuah kedai kopi memberi keramahan menyenangkan layaknya tuan rumah yang mempersilakan tamunya mampir berlama-lama. Saat ingin meninggalkan kedai kami memberikan uang 10 ribu rupiah sebagai souvenir, ya tentunya setelah membayar pesanan dengan uang Baht. Sebuah siang yang baik di tempat terbaik tak akan indah tanpa keramahan yang nyata.
KONG DERM CAFÉ
905 Moo 4 Phaholyothin Road, Wiang Chai, Thailand

