KREASI MINUMAN ESTETIS DI KOMPETISI BIC 2023 MEDAN - Majalah Otten Coffee
Barista Innovation Challenge (BIC) 2023 babak quarterfinal di Medan sudah digelar pada tanggal 8 juli, kreasi minuman estetis penuh kisah.
TIAP tahun kompetisi BIC selalu dinanti para barista untuk menguji kemampuan mereka dalam meracik minuman. Tahun ini BIC mengusung tema “Artful Blends, Fashionable Creation” sekaligus menjadi tantangan untuk para barista berinovasi hasilkan kreasi minuman sesuai tema. Dalam BIC, meracik minuman bukan sekedar membuat minuman yang nikmat, minuman itu juga memiliki kisah yang berkesan sehingga penasaran dengan profil rasa yang dihasilkan. Barista dituntut mampu mengangkat sebuah ide sesuai dengan tema, dan dikreasikan menjadi minuman dengan bahan dasar kopi diracik dengan bahan lainnya.

Pada kesempatan quarterfinal di Sun Plaza Medan, para barista berpenampilan elegan dengan mengutarakan narasi dibalik alasan mengapa membuat resep sajian minuman yang mereka sajikan. Nantinya para juri menilai dari segala aspek, melihat bagaimana barista membuat minuman dan teknik yang digunakan, hingga akhirnya mencoba minuman yang telah diracik berkelas. Dari melihat hasil akhir minuman yang dikreasikan tampak estetis dan penasaran ingin mencobanya. Bahkan ditambah dengan narasi yang dibawakan semakin memperjelas asal mula kreasi minuman tersebut.

Salah satu barista ada yang mengangkat ide tentang penganan khas melayu menjadikannya sebuah kreasi minuman. Lain barista juga ada yang berinovasi menjadikan ide sayur daun ubi tumbuk diracik ke sebuah minuman. Para barista beradu ide, bersaing akan inovasi, dan melakukan yang terbaik untuk menyajikan kreasi minuman. Peserta BIC 2023 di Medan ternyata tidak hanya berasal dari kota Medan saja, ada yang dari Nias, ada juga yang berpengalaman sebagai barista di Oman dan banyak lagi peserta memiliki karakter berbeda-beda. Perbedaan ini yang membuat kreasi minuman masing-masing barista punya daya tarik khasnya.

Tiap barista diberikan waktu yang sama, untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan dan untuk meracik minuman mereka di depan juri. Barista pun dituntut mampu menyampaikan narasi sesuai resep minuman yang sedang mereka racik. Dari mulai membuat espresso, menggunakan teknik tertentu untuk mencampurkan semua bahan minuman, hingga tahap akhir ketika menyajikan gelas berisi minuman kepada juri. Semua yang disampaikan oleh barista ketika meracik, apa yang mereka lakukan selama membuat minuman, dan profil rasa yang hadir dari minuman tersebut, dinilai oleh juri yang nantinya nilai tertinggi akan mewakili Medan di ajang kompetisi BIC 2023 nasional.
Juri yang bertugas pada BIC 2023 di Medan antara lain Resianri Triane (Coffee Judge), Trisna Albona (Brand Manager of DRiPP Flavour), Ade Dwi Fadillah (coFounder Kedai Kopi Aghara, QC Aghara Coffee Roaster, SCA Sensory & Barista Intermediate), Fildzah Djafar (BIC 2022 Champion).
Informasi selengkapnya kamu bisa lihat di instagram.com/baristainnovationchallenge

