KISAH DI BALIK BUDAYA KOPI ASIN JAMUAN LAMARAN DI TURKI - Majalah Otten Coffee
Tiap daerah memiliki kisah yang menarik untuk diceritakan, bahkan tentang budaya kopi mereka. Hampir tiap rumah di negara Turki, minuman kopi menjadi hal wajib sebagai jamuan para tamu ataupun momen-momen penting keluarga. Termasuklah proses lamaran untuk menikahi perempuan Turki, momen penting ini tidak terlepas dengan kisah menarik dari sajian kopi.
MUNGKIN proses lamaran di Turki ini hampir serupa dengan proses lamaran di negara-negara lainnya, namun yang membuatnya menarik adalah kisah di balik jamuan hidangan kopi. Bagaimana bisa ada ritual sajian kopi yang sengaja ditambahkan garam agar kopi terasa asin, tidak jelas kisah ini bermula, namun jika menelusuri ditemukannya Ibrik kopi pada abad awal ke 16 mungkin di abad inilah kisah kopi asin ini dimulai. Sejak saat itu ibrik kopi menjadi alat kopi wajib yang harus dimiliki tiap rumah di Turki. Dan untuk pertama kalinya, di tahun 1640 kedai kopi pertama didirikan oleh Ibrahim Pecevi.
Sekilas tentang proses lamaran pernikahan di negera Turki, seorang laki-laki yang hendak ingin menikah dengan seorang perempuan akan mengajak ayahnya untuk pergi bersama ke rumah si perempuan yang hendak ia nikahi untuk meminta izin kepada orang tua si perempuan. Sekaligus menanyakan kepada orang tua si perempuan apakah anak perempuannya sudah ada yang melamar. Jika belum ada yang melamar, kemudian dimulailah obrolan ringan yang mengarah ke perkenalan satu sama lain. Anak perempuan akan membuatkan ibrik kopi yang kemudian disajikan untuk tamu yang datang ke rumahnya, di sinilah ibrik kopi memainkan perannya. Dan biasanya, proses ini tidak hanya sekali datang kemudian orang tua si perempuan menyetujuinya, tergantung bagaimana anak laki-laki dan ayahnya meyakinkan ayah si perempuan bahwa anak laki-lakinya pantas untuk anak perempuannya.

Ada dua versi literatur yang mengkisahkan tentang proses lamaran dan kopi asin ini, yang pertama kisah Kolonel Kekaisaran Otoman adalah Osman Fevzi ketika melamar istrinya. Saat semua keluarga Osman Fevzi dan calon istrinya berkumpul untuk proses lamaran, mulailah calon istrinya membuatkan hidangan kopi untuk disajikan pada Osman Fevzi. Menjadi hal wajib seorang perempuan di keluarga harus bisa membuat ibrik kopi, namun ketidak-sengajaan calon istrinya memasukan garam menjadi budaya yang berkembang hingga sekarang. Calon istri yang khawatir Osman Fevzi akan mengatakan hal yang menyakitkan hati dan membuatnya malu, ternyata tidak. Malahan Osman Fevzi tidak menunjukkan rasa kesal sedikit pun ketika meminum kopi asin tadi. Karena Osman Fevzi tidak ingin calon istrinya malu di depan keluarga, bahkan Osman Fevzi tidak menceritakan kejadian itu hingga akhir hayatnya.
Kisah yang kedua berasal dari Cappadocia salah satu daerah di Turki, walaupun kisah ini sebenarnya hampir di tiap daerah Turki berkembang. Kisah yang berkembang dan mungkin berawal dari kisah Osman Fevzi yang begitu romantis, tidak ingin calon istrinya menanggung malu dan meminum kopi asin dengan penuh nikmat. Bedanya, berkembangnya kisah ini menjadikan kopi asin tadi, memang sengaja dimasukkan si peremppuan ke sajian kopi untuk melihat bagaimana reaksi calon suami yang ingin melamarnya. Ketika si perempuan membuatkan kopi untuk tamu yang hendak melamarnya, memasukkan garam dan disajikan kopi asin, tujuannya agar melihat bagaimana karakter laki-laki yang akan ia nikahi nanti. Jika laki-laki tersebut meminumnya dan menikmatinya maka si laki-laki menerima si perempuan apa adanya, namun jika tidak meminumnya maka si laki-laki ingin mengenalnya lebih jauh terlebih dahulu tentang si perempuan sebelum menikahinya dan begitu pun sebaliknya.
Walaupun demikian, di zaman sekarang kisah ini hanya sekadar kisah, beberapa keluarga di Turki sudah jarang melakukan tradisi ini, hanya sebagian keluarga saja yang masih menerapkannya. Maka benarlah adanya, bahwa kopi tumbuh dan berkembang berdampingan dengan budaya masyarakat yang hidup hingga kini. Tidak heran sajian kopi punya banyak penikmatnya hampir di seluruh negara.
src: mvslim.com captivatingcappadocia.com img: theguideistanbul

