KENAPA STARBUCKS AKAN SULIT MENEMBUS PASAR ITALIA? - Majalah Otten Coffee
Starbucks memang telah sukses tersebar jaya hampir di seluruh dunia. Tapi mampukah 2018 nanti dia menaklukkan pasar Italia?
STARBUCKS akan ‘masuk’ ke Italia dan membuka cabang pertamanya di 2018 adalah sebuah berita besar di industri kopi. Bukan karena coffee chain terbesar ini akan serta merta sukses seperti di negara lain, tapi pasar kopi di Italia yang dikenal ‘penuh tantangan’ akan menjadi sesuatu yang tidak mudah ditembus bahkan oleh perusahaan kopi sekeliber Starbucks. Untuk itu, Otten Coffee menyunting dari Forbes.com ingin memaparkan beberapa poin kenapa pasar kedai kopi di Italia akan sulit untuk ditaklukkan. Berikut beberapa jawabannya.

Orang Italia Tidak Suka dengan Brand Luar
Kesulitan pertama yang paling berat yang akan dihadapi Starbucks pada saat ‘masuk’ ke Italia pada 2018 mendatang adalah masalah keloyalitasan para Italian. Buat orang Italia sudah sangat mendarah daging jika bicara soal kopi. Kopi adalah budaya, ritual, gen, kebiasaan dan segala sesuatu yang mendasar dari kehidupan mereka. Untuk mereka kopi merekalah yang terbaik. Mereka tidak gampang menerima brand terutama kopi yang tidak berasal dari negara mereka. Perusahaan kopi Italia terbesar Lavazza masih menduduki peringkat pertama di Italia dikarenakan dia berasal dari negerinya sendiri. Loyalitas masyarakat terhadap brand lokal sangat tinggi. Dan faktor loyalitas inilah yang akan dihadapi Starbucks 2018 nanti.

Masalah Harga Kopi
Sudah bukan rahasia lagi jika harga secangkir kopi di Starbucks itu tidaklah murah. Jika dibandingkan dengan harga secangkir kopi di kedai kopi independen di Italia, maka perbedaan harga sungguh sangat signifikan. Harga secangkir cappuccino di coffee shop di Italia adalah rata-rata sebesar 1.40 Euro atau sekitar $1.52. Sedangkan secangkir cappuccino di Starbucks sendiri adalah tidak kurang dari $4.01. Hal ini tentu akan memengaruhi bagaimana Starbucks akan bersaing dengan competitor lokal yang sudah lebih dulu bertahan dan mengetahui kebiasaan para pelanggannya. Juga, di Italia hanya ada satu ukuran cangkir untuk cappuccino, café latte dan lain-lain. Berbeda dengan Starbucks yang memiliki ukuran tall, grande dan venti.

Menu Coffee Flavor di Starbucks Sulit Diterima Pasar Italia
Starbucks di seluruh dunia memang tak hanya terkenal dengan kopi hitam atau espresso base-nya saja. Justru menu kopi yang paling laris itu adalah coffee flavor dan aneka Frappuccino-nya. Hal ini akan bertentangan dengan kebiasaaan ngopi orang Italia yang tidak terbiasa menikmati kopi dengan tambahan yang ‘macam-macam’. Bertolak belakang dengan chain Starbucks di negara lain yaitu Frappuccino semacam Frappuccino Caramel Latte, Frappuccino Pumpkin dan lain-lain merupakan menu paling laris. Jika menu yang paling laris saja sulit ditembus di Italia, bagaimana menu lainnya? Apakah espresso mereka sanggup bersaing dengan espresso dari kedai kopi lokal? Manusia di Italia begitu fanatik dengan kopi dan hal ini akan menyulitkan.
“Here, everywhere is better than Starbucks.”
Starbucks is opening its first branch in Italy – the country that invented the espresso. ☕ pic.twitter.com/Nxcy9tWg0O
— AJ+ (@ajplus) March 1, 2017

