KENAPA KOPI HARGANYA MAHAL? - Majalah Otten Coffee
Para coffee geek pasti sudah tahu jawabannya kenapa secangkir kopi harganya mahal. Tapi beberapa peminum kopi pemula dan orang awam kerap bertanya-tanya perihal ini.
ARTIKEL ini saya tulis berdasarkan kerisihan yang kerap terjadi di luar sana. Pun didorong oleh perdebatan di media sosial “kenapa secangkir kopi saja harganya melampaui harga makanan yang membuat perut kenyang?”. Demi apapun secangkir kopi itu memang hanya terlihat sebagai air, kopi dan paling-paling susu. Kalau dihitung-hitung secara kasat mata kopi harganya murah, air bisa gratis dan kalau bersusu yah berapalah harga susu? Kenapa lantas harganya hampir menyentuh 30-an atau 40-an ribu?
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.

Biaya Produksi
Dalam menanam kopi, petani butuh banyak biaya agar sang kopi sehat dan nikmat sampai ke pangkuanmu. Kopi-kopi ‘tertentu’ panennya tidak banyak dan ada pula yang perawatannya khusus agar dia tidak rusak. Belum lagi serangkaian panjang proses pascapanen. Ada upah yang harus dibayarkan kepada pekerja, ada begitu banyak ini-itu yang ujung-ujungnya mengeluarkan rupiah lagi dan lagi. Jadi jauh sebelum sampai pada cangkirmu harga kopi itu sudah tinggi dari sananya. Padahal wujudnya masih berupa ‘biji hijau’ saja.
Oh iya kerumitan ini juga belum dihitung jika panennya gagal ya? Jadi di kebun kopi sendiri ada banyak biaya yang pada akhirnya mengerucut menjadi harga akhir secangkir kopi. Jadi dari hulunya sendiri kopi sudah tak murah harganya. Apalagi kopi-kopi berkualitas ya.

Perjalanan ‘Biji Hijau’
Si green bean yang selesai di proses ini kemudian bertemu pada para pemburu biji hijau atau bahasa kerennya green buyer. Di sini tidak jarang para green buyer dari berbagai penjuru harus melakukan perjalanan ke perkebunan kopi. Tentu ada cost-nya lagi. Kopi-kopi istimewa juga dilelang dan yang terbaik dan mendapat nilai tinggi tentu saja harganya juga melambung. Sampai di sini sudah paham, ya? Kopi yang dilelang dengan harga tinggi tidak serta merta hadir begitu saja. Ada para q-grader yang menilai cita rasa kopi ini. Menentukan berapa harga yang pantas untuk kopi-kopi istimewa.

Sangrai
Nah, tidak semua orang memiliki mesin sangrai. Pun investasi mesin sangrai tidak murah juga. Jika sebuah kedai kopi memiliki mesin sangrai sendiri tentulah dia bisa memangkas biaya penyangraian. Akan lebih baik jika dia juga bisa menjual biji kopi kemana-mana. Untungnya berlipat ganda.
Lalu bagaimana jika kedai kopi tersebut tidak punya mesin sangrai? Otomatis dia harus beli dari ‘tangan ketiga’ dan harganya sedikit lebih tinggi dari mereka yang menyangrai sendiri.

Di Kedai Kopi Sebelum Tiba Padamu
Pernahkah meerasa bahwa kamu seketika jatuh cinta pada kedai kopi bahkan kamu belum mencicip kopinya? Ruangan nyaman, sejuk dengan pernak-pernik menawan hati. Semua itu ada tanpa cuma-cuma. Kedai kopi bukan hanya sekedar secangkir Americano yang tampak murah. Saat kamu masuk ke kedai kopi kamu serta merta harus ikut membayar kenyamanan tersebut. Oh belum juga soal internet yang kencang ya? Ha-ha-ha.
Perhatikan mesin kopi di coffee bar. Andai kamu tahu seperangkat alat kopi di coffee bar itu harganya hampir sama dengan beberapa mobil baru. Jadi jika secangkir kopi harganya mahal dan kamu keberatan membayar mungkin kamu harus mulai seduh kopi sendiri saja. Itu pun harus berinvestasi alat kopi juga.

Sebenarnya saya punya penjelasan panjang lebar mengenai tema ini, tapi agar mudah dipahami yang awam jadi dipersingkat begini. Ngomong-ngomong kopi termahal apa yang pernah kamu coba?

