KEDAI KOPI PERTAMA DI DUNIA ADA DI MANA, CARI TAU DI SINI - Majalah Otten Coffee
Kedai kopi pertama di dunia tercatat di banyak literatur tentang kopi, didirikan tahun 1475 dengan nama Kiva Han berlokasi di kota Konstantinopel – Turki sekarang kota Istanbul.
MELIHAT banyaknya kedai kopi bermunculan menandakan industri kopi begitu berkembang sejak pertama kali kedai kopi didirikan sebagai ruang publik. Benar adanya, di mana pun negaranya kedai kopi sebagai ruang publik yang menyimpan banyak cerita dan menuai kebersamaan. Walaupun di beberapa negara memiliki perbedaan budaya, kedai kopi tetaplah wadahnya bersosialisasi. Ada yang hanya menikmati sosial skala kecil dengan diri sendiri dan secangkir kopinya ada malah menemukan teman baru di kedai kopi. Dan inilah sisi magis dari kedai kopi itu sendiri, tempatnya banyak orang dengan ragam tujuan, sekedar menyesap secangkir kopi nikmat mereka atau malah kebutuhan sosial yang tidak ditemukan di mana pun.
Sejak adanya media sosial, kedai kopi dituntut untuk menampilkan sisi ruang estetis disamping kewajiban kedai kopi memberikan ragam sajian kopi nikmat. Konsep bisnis pun beradaptasi sesuai situasi pasar, ada yang fokus take-away dan tentu banyak yang menyediakan ruang untuk minum kopi di tempat. Sebenarnya seperti apa sih evolusi kedai kopi di negara lain sejak pertama kali kedai kopi berdiri di tahun 1475.
Baca juga tentang manfaat sajian kopi hitam.
Kedai Kopi Pertama ada di Turki
Di Turki, tren kedai kopi sebagai tempat umum untuk minum kopi dimulai pada tahun 1475, Kiva Han adalah kedai kopi pertama di dunia. Tepatnya di kota Konstantinopel (sekarang Istanbul). Sajian kopi di sini begitu kuat, pekat dan manual tanpa penyaring, sekarang dikenal dengan kopi ibrik atau turkish coffee. Ada kisah menarik, pada masa itu seorang istri legal menggugat suaminya jika suami tidak cukup memenuhi kebutuhan minum kopi istrinya.
Kedai Kopi Di Eropa
Sekitar tahun 1529, kedai kopi mulai populer dan ini bersamaan dengan ide meracik kopi dengan krim dan pemanis. Kisah di sini cukup menarik, ketika kota Wina di serbu tentara Turki dan ternyata mereka meningkalkan banyak kopi saat meninggalkan kota. Franz Georg Kolschitzky mengklaim kopi itu sebagai rampasan perang, dan mulai membuka kedai kopi. Ternyat Franz pernah tinggal di Turki sehingga kedai kopi bukan hal baru baginya. Di Eropa kopi mulai populer karena cita rasanya lebih lembut karena dicampur susu dan gula. Dan semakin populer karena kedai kopi pada saat itu juga menyajikan kue-kue manis dan penganan manis lainnya.

Kedai Kopi di Inggris
Sekitar tahun 1652, tren kedai kopi mulai bermunculan, dan lagi-lagi masih ada kaitannya dengan Turki. Seorang pedagang yang menjual barang-barang dari Turki (termasuk kopi) menyuruh dua pelayannya untuk berbisnis sendiri. Dan kedai kopi “The Turk’s Head” lahir.
Di kedai kopi Inggris, istilah memberikan “tips” pertama kali digunakan. Sebuah toples bertuliskan “To Insure Prompt Service” bertujuan untuk gratifikasi. Selanjutnya mulai dari sini kedai kopi dikenal dengan “penny universities”, muncul strata sosial kelas pengusaha dan harga kopi berbeda-beda pada masa itu.
Faktanya, sebuah kedai kopi yang dijalankan oleh Edward Lloyd pada tahun 1668, menjadi pusat bisnis. Selanjutnya menjadi perusahaan asuransi Lloyd’s of London. Dari pusat bisnis ini, menyebar gagasan kedai kopi ke selurh Eropa, Italia pada tahun 1654, Paris pada 1672 dan Jerman 1673.
Kedai Kopi di Amerika
Ketika Amerika dijajah, gagasan kedai kopi pun mulai terbawa. Peran kedai kopi di Amerika sama seperti di Inggris pada saat itu, yang merupakan pusat komunitas bisnis.
The Tontine Coffee House didirikan pada tahun 1792 di New York meupakan lokasi asli bursa efek New York pada saat itu, karena begitu banyak bisnis dilakukan di sana.
Kedai kopi sekarang ini memiliki konsep ruang yang berbeda-beda, dengan variasi sajian kopi andalan mereka masing-masing. Dan ternyata ragam sajian kopi pun memiliki perjalanan yang juga cukup panjang.
Selengkapnya tentang gelombang sajian kopi.

