Kapan HARI KOPI INTERNASIONAL? Beda Negara Beda Tanggal - Majalah Otten Coffee
Setiap hal penting di dunia ini harus dirayakan dengan suka cita. Termasuk kopi yang sudah menjadi bagian hidup para penikmatnya. Lalu kapan sebenarnya Hari Kopi Internasional?

Beberapa Negara Punya Hari Kopinya Masing Masing
ADA banyak sekali penanggalan yang tersebar di berbagai negara untuk merayakan kopi. Di Indonesia sendiri Hari Kopi jatuh pada tanggal 29 September (sumber Wikipedia) yang juga diamini pada tanggal yang sama pada negara-negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Selandia Baru, Norwegia, Filipina, Skotlandia, Rumania, Slovakia, Swedia dan Taiwan.
Sedang negara-negara seperti Swiss, Meksiko, Australia, Belgia, Kanada, Inggris, Ethiopia, Hungaria, India dan Islandia sepakat bahwa Hari Kopi jatuh pada 28 September setiap tahunnya. Selain 28 dan 29 September masih banyak negara yang memiliki Hari Kopi yang berbeda. Karena banyaknya perbedaan mengenai Hari Kopi, maka International Coffee Organization atau yang lebih dikenal dengan ICO yang dibentuk pada 1963 di Inggris ini mensahkan bahwa Hari Kopi Internasional jatuh pada 1 Oktober.
Mengapa 1 Oktober jadi Hari Kopi Internasional
Kenapa 1 Oktober? Hari Kopi Internasional baru saja disahkan pada I Oktober 2015 lalu di Milan, Italia bertepatan dengan event kopi pada saat itu. Awal dibentuknya Hari Kopi Internasional ini adalah untuk mendukung dan mengampanyekan fair trade coffee untuk semua pelaku industri kopi di dunia.
Kini tak hanya mengenai fair trade coffee saja, 1 Oktober juga dimanfaatkan banyak pecinta kopi untuk menyelenggarakan berbagai event yang berkaitan dengan kopi. Juga dipakai sebagai hari untuk mengapresiasi kopi dalam berbagai bentuk dan cara.
Jadi tanggal 1 Oktober nanti bagaimana cara kamu merayakan Hari Kopi Internasional? Traktir teman-teman ngopi di kedai kopi favorit, mungkin?
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Rekomendasi Kopi Terbaru di hari kopi internasional!
Kopi Flores Mbohang Red Honey
Kopi yang diproses secara red honey memiliki lapisan lendir yang sebagian dibiarkan saat pengeringan, menghasilkan rasa manis yang kaya seperti karamel dan buah masak. Flores Mbohang Red Honey dari ketinggian 1400 mdpl menawarkan kombinasi manis dan asam buah beri yang sempurna untuk metode pour over.

- Proses red honey meningkatkan kompleksitas rasa
- Cocok untuk Aeropress dengan waktu ekstraksi 2–3 menit
- Beri hasil terbaik saat digiling medium-fine
Rasakan kedalaman rasa yang tidak ditemukan pada biji biasa. Profil rasanya menampilkan kombinasi unik dari asam segar Tamarind, manisnya Berries, dan aroma herbal dari Lemongrass, menciptakan pengalaman rasa yang kompleks dan menyegarkan.
Kopi Papua Tangma Yahukimo
Asal dari dataran tinggi Yahukimo, Papua, kopi Papua Tangma dibudidayakan secara tradisional dengan ketinggian mencapai 1600 mdpl. Proses alaminya menghasilkan catatan rasa jeruk mandarin, kelapa muda, dan sedikit floral yang segar, sangat ideal untuk V60 pagi hari.

- Aroma segar dan kepulauan menjadi ciri khas
- Tingkat keasaman rendah namun tetap hidup
- Sangat cocok untuk air dengan pH netral
Kopi ini membawa hutan tropis langsung ke cangkir Anda. Sangat cocok untuk metode seduh manual, rasanya menghadirkan kombinasi klasik dari Dark Chocolate, kesegaran Grapefruit, dan kehangatan Brown Spices.
Kopi Mount Kerinci
Ditanam di lereng Gunung Kerinci, Sumatera Barat, biji kopi Mount Kerinci dikenal karena aroma tanah dan cokelat tua yang kuat, dengan jejak rempah halus. Roast profile medium membuatnya stabil saat diseduh menggunakan Chemex, menjaga kompleksitas tanpa rasa pahit berlebih.

- Cocok untuk metode seduh lambat seperti Kalita Wave
- Gunakan air bersuhu 92°C untuk ekstraksi optimal
- Tahan hingga 3 minggu setelah sangrai jika disimpan kedap udara
Cita rasa Sumatera yang ikonik, hadir dalam tiap teguk. Sangat direkomendasikan untuk metode seduh manual, profil rasanya menampilkan perpaduan manis dari Honey, sentuhan akhir bersih seperti Black Tea, dan kesegaran Citrus.
Kopi Ijen Orange Bourbon
Varietas langka Orange Bourbon dari lereng Ijen ini unik karena mutasi genetik yang memberi rasa jeruk segar alami dan sentuhan madu. Kopi Ijen Orange Bourbon engan proses alami dan roast light-medium, kopi ini sangat responsif terhadap perubahan rasio air dan waktu ekstraksi.

- Gunakan rasio 1:16 untuk hasil seimbang
- Sempurna untuk Aeropress inverted dengan water bloom
- Tunjukkan keunikan varietas saat diseduh filter
Kopi ini adalah tes terbaik untuk skill manual brew Anda. Direkomendasikan untuk metode seduh manual, profil rasanya menghadirkan perpaduan manis dari Prune dan Brown Sugar, dengan sentuhan akhir bersih seperti Black Tea.
Kopi Ethiopia Sidamo Guji Harsu
Kopi asal tanah kelahiran kopi ini menawarkan profil asam cerah seperti stroberi dan lemon, dengan aftertaste floral yang elegan. Kopi Ethiopia ini, proses alaminya mempertegas karakter buah tropis matang, membuatnya cocok untuk metode V60 yang mengedepankan kejernihan rasa.

- Hindari air terlalu panas (maks 90°C)
- Giling medium agar tidak over-extracted
- Nikmati tanpa tambahan susu untuk rasa murni
Ethiopia tetap menjadi standar emas kopi spesialti. Sangat direkomendasikan untuk metode seduh manual, profil rasanya menampilkan karakter Floral, Yuzu, dan Berries, menciptakan secangkir kopi yang cerah dan manis.
Kopi Peru Lenin Flores
Peru Lenin Flores menawarkan keseimbangan sempurna antara body penuh dan keasaman rendah, dengan catatan cokelat dan kacang panggang. Roast level medium-light menjaga kekayaan rasa tanpa mendominasi proses seduhan.

- Sangat cocok untuk French Press
- Hasilkan tekstur krimi dengan grind coarse
- Cocok untuk penyuka kopi tanpa rasa asam tajam
Konsistensinya membuatnya ideal untuk harian. Profil rasanya menonjolkan karakter manis dan lembut khas kopi Peru, dengan tasting notes Stone Fruit, Brown Sugar, dan Monk Fruit yang memberikan pengalaman rasa unik dan berkesan.
Sumber dari internationacoffeeday.org
Foto utama dari staticflickr.com

