KAFEIN KOPI DAN MASALAH JAM TIDUR, PENELITIAN MENJELASKANNYA - Majalah Otten Coffee
Minuman kopi dalam kadar yang tidak melebihi batas, bermanfaat dalam segala hal untuk mendukung seseorang mencapai produktivitas.
MENJAGA tubuh tetap sehat sudah seperti tujuan hidup yang disepakati bersama, ada yang teliti menjaga asupan yang dikonsumsi, ada yang berolagara menjaga tubuh tetap bugar, bahkan ada yang mengatur tubuh secara disiplin untuk ini dan itu. Misalkan saja perihal tidur, tubuh membutuhkan jam tidur yang cukup untuk mensejahterakan fisik dan emosional seseorang. Waktu tidur pun berbeda-beda tergantung usia seseorang, rekomendasi yang dipahami bersama bahwa orang dewasa perlu tidur 7 hingga 9 jam per malam. Berbagai faktor yang mempengaruhi, tidak semua orang mencapai waktu tidur yang cukup untuk tubuh mereka, diperkirakan 20% – 45% populasi di seluruh dunia mengalami kekurangan jam tidur.
Kafein Kopi

Kafein merupakan zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia, melalui secangkir kopi ataupun makanan dan minuman lainnya. Paling populer kafein dimanfaatkan untuk mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan kinerja, tidak sedikit juga yang menjadi khawatir untuk minum kopi karena berdampak pada kualitas tidur. Kafein seperti yang diketahui bersama, biasanya memperpanjang latensi tidur, mengurangi total waktu tidur dan efisiensi tidur, selanjutnya mempengaruhi kualitas tidur. Serangkaian studi dilakukan untuk menjelaskan dampak kafein pada kualitas tidur seseorang, namun pun demikian dari data yang ada tidak bisa menggeneraliasi temuan ini.
Jam tidur orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih sensitif terhadap kafein dibandingkan orang dewasa yang lebih muda. Hal ini pun tidak mengabaikan fakta bahwa setiap orang memiliki catatan berbeda ketika tubuh mengkonsumsi kafein dari kopi misalnya. Resistensi terhadap kafein kopi bisa dipengaruhi dari asupan makanan dan minuman sehat yang dikonsumsi, kebugaran seseorang dan banyak hal lainnya.
Menjaga Kualitas Tidur

Mencapai kualitas tidur yang baik untuk menjaga tubuh tetap sehat sama halnya dengan mencapai produktivitas dengan minum kopi. Antara kualitas tidur dan minum kopi, harapannya mendapatkan manfaat yang positif maka perlu diseimbangkan. Untuk meminimalisir dampak negatif pada kualitas tidur karena mengkonsumsi kopi, sebuah penelitian menjelaskan bahwa kopi setidaknya diminum 9 jam sebelum waktu tidur. Jika ingin tidur di jam 10 malam, maka hindari menambah asupan kafein di atas jam 1 siang.
Namun pun demikian, beberapa penelitian lain yang mendukung fakta terkait kafein kopi mempengaruhi kualitas tidur memiliki alternatif lain untuk peminum kopi. Menjaga total asupan kafein kopi harian, sekitar 2 cangkir kopi per hari dan memberikan 1 hari jeda dalam seminggu untuk tidak minum kopi bagi peminum kopi harian. Minum kopi di malam hari tidak mengkhawatirkan seperti yang kamu bayangkan, jika kamu mengenali sensitivitas tubuh dan mengatur pola asukan kafein kopi harian.
Mengingat pentingnya tidur dan kebutuhan kopi bagi menusia, diperlukan penelitian jangka panjang yang bertujuan membangun kemungkinan hubungan sebab akibat antara kopi dan kualitas tidur.

Disadur:
pubmed.ncbi.nlm.nih.gov – Coffee, caffeine, and sleep: A systematic review of epidemiological studies and randomized controlled trials
ncbi.nlm.nih.gov – Effects of caffeine on the human circadian clock in vivo and in vitro
