Jack, Simon, Ben, Juara World Barista Championship 2025, Hadirkan Narasi Kopi Penuh Makna - Majalah Otten Coffee
Dunia kopi kembali bergetar lewat World Barista Championship 2025, ajang bergengsi yang mempertemukan para peracik kopi terbaik dari berbagai negara. Tahun ini, panggung kompetisi bukan sekadar tentang teknik penyeduhan atau keindahan latte art, melainkan tentang kisah, nilai, dan filosofi di balik setiap cangkir. Tiga finalis utama — Jack Simpson dari Australia, Simon SunLei dari China, dan Ben Put dari Kanada — menghadirkan lebih dari sekadar rasa. Mereka membawa pesan yang menggugah tentang kemanusiaan, keberlanjutan, dan pembelajaran lintas generasi dalam dunia kopi.
Dari pesan emosional “Coffee is about people” milik Jack, proyek hijau “Eco Friends Project” yang diusung Simon, hingga refleksi penuh makna “Small Pieces” dari Ben, ketiganya memperlihatkan bahwa kopi dapat menjadi bahasa universal yang menyatukan manusia dan bumi. Melalui setiap narasi, para barista ini tidak hanya menyeduh kopi — mereka menyeduh harapan, kesadaran, dan rasa hormat terhadap perjalanan panjang di balik setiap biji kopi.
Juara Kompetisi Barista Dunia 2025 yang diadakan di Milan tahun ini:
- Jack Simpson, Australia – Juara 1 WBC 2025.
- Simon SunLei, China – Juara 2 WBC 2025.
- Ben Put, Canada – Juara 3 WBC 2025.
- Jason Loo, Malaysia – Juara 4 WBC 2025.
- Hiroki Ito, Japan – Juara 5 WBC 2025.
- Christopher Sahyoun Hoff, Denmark – Juara 6 WBC 2025.

Kompetisi barista dunia merupakan ajang internasional yang menilai keterampilan penyeduhan kopi secara menyeluruh, dengan bobot penilaian terdiri dari 50% rasa dan keseimbangan, 30% teknik penyajian, serta 20% kreativitas dan presentasi sebagai tolok ukur utama kualitas barista profesional.
Inilah narasi yang mereka hadirkan!
The Three Principles
Christopher Sahyoun Hoff dari Denmark juara 6 kompetisi barista dunia (WBC) 2025 membawakan tema “The Three Principles”. Terinspirasi dari filosofi Sydney Banks tentang mind, consciousness, dan thought—tiga kekuatan yang membentuk pengalaman manusia.

Ia mengaitkan konsep tersebut dengan perjalanannya sebagai barista, menggambarkan bagaimana pikiran, kesadaran, dan ciptaan membimbingnya melewati tekanan kompetisi menuju ketenangan dan keaslian.
Melalui kopi Wush Wush dari Kolombia, ia menunjukkan transformasi dari keraguan menjadi keyakinan, menekankan bahwa keindahan kopi muncul saat seseorang menciptakan dengan rasa ingin tahu, bukan ketakutan. Setiap sajian — espresso, milk, dan signature drink — menjadi refleksi dari harmoni antara pikiran, kesadaran, dan kreativitas yang otentik.
Omotenashi
Hiroki Ito dari Jepang juara 5 Kompetisi Barista Dunia (WBC) 2025 mengangkat filosofi pelayanan khas Jepang melalui tema “Omotenashi”, yang berarti ketulusan dan keintiman antara barista dan tamu.

Ia menggambarkan perjalanan sepuluh tahunnya sebagai barista—dari kafe kecil tempat ia belajar dasar-dasar pelayanan hingga panggung dunia—sebagai pencarian menuju “cangkir sempurna”.
Setiap sajian, mulai dari signature beverage hingga espresso, merepresentasikan tiga nilai yang ia anut: intimacy, storytelling, dan patience. Dengan gaya lembut dan penuh empati, Hiroki menunjukkan bahwa kesempurnaan dalam kopi bukan hasil akhir, melainkan perjalanan penuh makna yang menghubungkan manusia melalui keramahan, kesabaran, dan sepenuh hati.
A Journey of Self-Discovery
Jason Loo dari Malaysia juara 4 Kompetisi Barista Dunia (WBC) 2025, membawa penonton dalam perjalanan reflektif tentang keseimbangan antara kepribadian introvert dan ekstrovert yang membentuk dirinya sebagai barista dan individu.

Melalui tema “A Journey of Self-Discovery”, Jason menggunakan dua jenis kopi kontras—Geisha dari Panama dan Liberica dari Malaysia—sebagai simbol dari dua sisi kepribadiannya.
Espresso course mewakili pengakuan terhadap jati diri introvertnya, sementara milk course menampilkan praktik keterbukaan dan ekspresivitas. Dalam signature drink, keduanya berpadu menjadi bentuk transformasi diri, menghadirkan harmoni antara keheningan dan keberanian. Lewat narasi yang intim dan terstruktur, Jason menegaskan bahwa kopi bukan hanya minuman, melainkan bahasa pertumbuhan personal dan ekspresi diri yang autentik.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.
Small Pieces
Ben Put juara 3 Kompetisi Barista Dunia (WBC) 2025, membuka narasinya dengan judul langsung yang ia ucapkan di awal: “Small Pieces.” Melalui pendekatan yang reflektif dan emosional, Ben mengajak para juri untuk menutup mata dan membayangkan seseorang yang telah memberi pengaruh positif besar dalam hidup mereka.

Ia kemudian mengaitkan momen tersebut dengan filosofi kopi — bahwa ilmu dan kebijaksanaan dalam dunia kopi tidak hanya berasal dari buku, tetapi dari small pieces yang diwariskan oleh para mentor, produsen, dan rekan yang telah membentuk dirinya sebagai seorang barista. Ben menjadikan tiga produsen kopi legendaris — Mariana Italdi (Bolivia), Wilford Lamastus (Panama), dan Jamison Savage (Panama) — sebagai simbol perjalanan dan kolaborasi lintas generasi yang terwujud dalam secangkir espresso.
Setiap sajian kopi yang ia hidangkan merupakan metafora dari potongan kecil pengaruh yang membentuk dirinya — mulai dari espresso yang memadukan eksperimen etilen, fermentasi hybrid “Ellipse”, hingga natural anaerobic process pertama milik Mariana. Pada milk course dan signature drink-nya, Ben menggunakan inovasi ilmiah seperti freeze-distilled coconut milk dan terpene emulsification untuk menggambarkan bagaimana pengetahuan dan inspirasi dapat “mengubah” sesuatu menjadi bentuk baru yang lebih dalam. Ia menutup dengan pesan menyentuh: bahwa setiap barista membawa “small pieces” dari mereka yang pernah mengajar, dan suatu hari, potongan kecil itu mungkin berdiri di atas panggung yang sama.
Eco Friends Project
Simon dari China, juara 2 Kompetisi Barista Dunia (WBC) 2025 menghadirkan narasi bertema lingkungan berjudul Eco Friends Project, sebuah inisiatif yang menjembatani produsen dan konsumen kopi melalui praktik berkelanjutan. Ia membuka presentasinya dengan seruan akan kesadaran perubahan iklim dan dampaknya terhadap kualitas kopi di masa depan.

Dengan konsep “low carbon innovation”, Simon menunjukkan bagaimana setiap langkah — mulai dari budidaya, pemrosesan, hingga penyajian — dapat dirancang untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan siklus tanpa limbah. Dari kopi Geisha Panama hingga Pink Bourbon Kolombia, setiap biji mewakili hasil kolaborasi dengan petani yang mengolah tanah menggunakan metode biochar, teknik yang mengubah limbah tanaman menjadi arang organik untuk memperkaya tanah. Hasilnya adalah kopi dengan kandungan gula lebih tinggi, rasa floral dan buah batu yang kompleks, serta keberlanjutan yang nyata.
Narasi Simon terasa imersif dan edukatif, memadukan inovasi teknologi seperti Ecovak vacuum extraction dan susu karbon netral dengan pesan moral tentang tanggung jawab ekologis barista. Ia mengajak juri dan penonton menjadi bagian dari perubahan hijau — dari biji hingga cangkir — dengan semangat bahwa setiap tindakan kecil dapat berdampak besar bagi masa depan kopi. Melalui Eco Friends Project, Simon menegaskan bahwa masa depan industri kopi tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga oleh kesadaran kolektif untuk menjaga bumi.
Coffee is About People
Jack Simpson dari Australia juara 1 Kompetisi Barista Dunia (WBC) 2025, membawakan narasi yang menggugah tentang perjalanan dan makna di balik secangkir kopi. Ia membuka dengan kisah pribadinya di Korea tahun 2024, ketika ia hampir memenangkan kompetisi yang sama namun gagal di detik terakhir.

Momen itu menjadi titik balik bagi Jack — saat ia disadarkan oleh pelukan penuh emosi dari petani kopi, Jonathan Gaska, bahwa kopi bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang hubungan manusia, kerja keras, dan nilai kemanusiaan di balik setiap biji kopi. Dengan gaya penceritaan yang reflektif, Jack menekankan bahwa tugas seorang barista sejati adalah menjadi jembatan antara petani dan penikmat kopi, menyuarakan perjuangan di balik setiap cangkir yang disajikan.
Selama presentasinya, Jack menyajikan tiga kursus kopi — espresso, milk, dan signature — dengan kopi dari dua produsen, Jamison Savage dari Panama dan Jonathan Gaska dari Kolombia. Ia menjelaskan proses fermentasi detail, seperti nitrogen fermentation pada geisha Panama dan anaerobic fermentation pada varietas papaya Kolombia, untuk menggambarkan nilai dan dedikasi produsen. Dalam setiap tahapan, Jack menekankan pentingnya menghargai petani, bukan sekadar tren atau teknologi baru. Penampilan ini berakhir dengan pesan kuat: bahwa kopi adalah cerminan kerja keras, keberlanjutan, dan rasa hormat terhadap manusia di baliknya — pesan yang membuatnya tak sekadar seorang barista, tetapi duta nilai kemanusiaan dalam industri kopi global.

Indonesia sendiri juga begitu bermakna, bawakan narasi khas dari Indonesia yaitu Gotong Royong.
Muhammad Aga barista dari Indonesia yang masuk semifinal di Kompetisi Juara Dunia (WBC) 2025, membawa narasi nilai luhur budaya tanah air melalui tema “Gotong Royong”, yang ia maknai sebagai semangat kebersamaan dan koneksi di tengah dunia kopi yang semakin cepat berubah. Ia mengawali presentasi dengan refleksi pribadi tentang rasa kehilangan arah di tengah laju inovasi industri, lalu menemukan kembali keseimbangan melalui filosofi gotong royong—bekerja bersama untuk mencapai sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri.
Melalui tiga tahapan penyajian kopi, Aga menggambarkan perjalanan ini secara simbolis: fondasi dan koneksi dalam espresso, niat dan kolaborasi dalam milk beverage, serta aksi kolektif dalam signature drink yang ia racik bersama para juri di atas panggung.
Setiap cangkir yang disajikannya mengandung makna sosial yang mendalam. Kopi Geisha Panama dan Yellow Bourbon Indonesia menjadi representasi kolaborasi lintas budaya dan keberagaman cita rasa yang menyatu dalam harmoni. Dengan gaya yang hangat, interaktif, dan penuh makna, Aga tidak hanya menunjukkan keahliannya sebagai barista, tetapi juga sebagai pencerita yang menghubungkan rasa, budaya, dan kemanusiaan.
Pesannya sederhana namun kuat — bahwa di tengah dunia yang bergerak cepat, kopi dan gotong royong mengingatkan kita untuk tetap terhubung dan tumbuh bersama.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.
