JENIS-JENIS KOPI AFRIKA (PART 2) - Majalah Otten Coffee
Kopi-kopi Afrika bukan cuma sekedar “enak” atau “nikmat”. Lebih dari itu: karakter kopi-kopi ini juga eksotis.
JIKA kopi-kopi Indonesia atau Amerika Latin umumnya terasa earthy, kopi-kopi dari Afrika biasanya cenderung punya rasa yang lebih sweet dan fruity. Di artikel sebelumnya, kami telah membahas beberapa negara di Afrika yang merupakan penghasil kopi berkualitas di dunia. Jika ketinggalan menyimaknya, silakan baca di sini.
Berikut adalah negara-negara penghasil kopi di Afrika yang juga tidak kalah populer di kalangan roaster internasional—beberapa negara, meski kurang terdengar, bahkan tak boleh dipandang sebelah mata. Apa-apa saja?
1. MALAWI

Beberapa catatan menuliskan bahwa kopi diperkenalkan ke Malawi di akhir 1800an. Salah satu klaim menyebut bahwa dulunya, di tahun 1878, hanya satu pohon kopi saja yang dibawa dari Edinburgh Botanical Garden oleh John Buchnan, seorang misionaris Skotlandia. Penanaman pertamanya dilakukan di bagian selatan Malawi di daerah Blantyre. Per tahun 1900an, produksi kopi di negara ini telah mencapai 1,100 ton.
Kopi-kopi di bagian selatan Malawi umumnya diproduksi dalam jumlah besar oleh perkebunan-perkebunan komersial, sementara di bagian tengah dan utara, produksi kopi kebanyakan diusahakan oleh petani-petani kecil.
Taste profile: kopi-kopi asal Malawi dikenal dengan sweetness sangat tinggi dan bersih, namun tidak terlalu ditemukan karakter fruity dan kompleksitas yang kentara seperti halnya kopi-kopi Afrika Timur lainnya.
2. RWANDA
Para misionaris Jerman adalah yang pertama kali membawa kopi masuk ke Rwanda, tepatnya di tahun 1904. Tapi negara ini tidak menghasilkan cukup banyak kopi untuk diekspor sampai tahun 1917. Setelah perang dunia pertama, mandat dari Liga Bangsa-Bangsa mengharuskan Jerman untuk “menyerahkan” Rwanda kepada Belgia. Ini jugalah sebabnya mengapa kopi-kopi Rwanda kemudian banyak diekspor ke Belgia.

Wilayah penanaman kopi
Wilayah penanaman kopi di Rwanda tersebar di seluruh penjuru negerinya tanpa zona geografi yang spesifik. Kebanyakan roaster biasanya memakai nama distrik dimana perkebunan kopi itu berasal untuk menamai single origin-nya atau juga bisa berdasarkan kelompok petaninya.
▪ Wilayah selatan dan barat
Kebanyakan kopi-kopi Rwanda yang menakjubkan berasal dari wilayah ini. Umumnya pertanian kopi berpusat di sekitar area pegunungan Huye, area Nyamagabe dan area Nyamasheke yang berada di daerah pinggiran Danau Kivu. Ketinggian rata-ratanya berkisar antara 1.700 meter – 2.200 meter. Varietas utama yang berasal dari wilayah ini diantaranya adalah Bourbon dan Mibirizi.
▪ Wilayah timur
Ketinggian wilayah di bagian timur Rwanda ini memang tidak setinggi di wilayah lainnya, tapi area Ngoma dan Nyagatare dikenal sebagai daerah yang paling banyak memproduksi kopi-kopi berkualitas.
Taste profile: Kopi-kopi Rwanda umumnya memiliki karakter fruitiness dan freshness yang sedikit mirip seperti red apple atau red grape. Namun, selain itu, kopi-kopi Rwanda juga cenderung memiliki flavor ala buah-buah berry dan floral notes.
3. TANZANIA
Desas-desus menyebut bahwa kopi pertama kali masuk ke Tanzania di abad ke-16. Waktu itu kopi dibawa dari Ethiopia oleh orang-orang (suku) Haya—sehingga kemudian dinamai Kopi Haya atau amwani. Ada anggapan yang mengatakan bahwa kopi yang pertama kali dibawa itu adalah varietas Robusta, setelahnya kopi jenis ini terjalin kuat dalam kebudayaan Tanzania. Dulunya, buah/cherry kopi yang telah matang akan direbus, lalu diasapkan selama beberapa hari dan dikunyah ketimbang diseduh menjadi minuman kopi.
Beberapa dekade sebelumnya, Tanzania dikenal sebagai produsen kopi-kopi Robusta meskipun wilayah penanaman kopi jenis ini hanya berfokus di sekitar barat laut Danau Victoria. Namun belakangan, Tanzania juga dikenal sebagai penghasil kopi-kopi arabica dan varietas lain yang tak kalah menarik seperti Kent, Bourbon dan Typica.
Area pegunungan Kilimanjaro merupakan wilayah yang sudah lama dikenal sebagai tempat penanaman kopi Arabica. Ketinggian wilayah ini yang berada di 1.050 – 2.500 mdpl dianggap sangat ideal untuk menanam kopi. Selain area Kilimajaro, wilayah lain yang juga dijadikan konsentrasi penanaman kopi adalah Arusha, Ruvuma, Mbeya, Tarime dan Kigoma.
Taste profile: Kopi-kopi Tanzania memiliki taste yang kompleks dengan acidity sedikit mencolok, disertai notes buah-buah berry dan rasa fruity. Kopi-kopi Tanzania juga dikenal dengan karakternya yang juicy, menarik dan nikmat.
4. ZAMBIA
Selama beberapa waktu, Zambia sempat terlewatkan dan tidak terlalu diperhatikan oleh para pelaku industri kopi specialty. Konon kopi diperkenalkan ke negara ini pertama kali pada tahun 1950an oleh para misionaris yang membawa benih kopi Bourbon dari Tanzania dan Kenya.
Kebanyakan kopi Zambia diusahakan oleh perkebunan besar meskipun usaha petani kecil juga sedang digalakkan di sini. Wilayah penanaman kopi di negara ini tidak terlalu sespesifik negara Afrika lain, kebanyakan hanya dicatat dengan bagian selatan, tengah, daerah Copperbelt dan Utara saja. Namun distrik bagian utara adalah yang paling banyak memproduksi kopi yang meliputi wilayah utara pegunungan Muchinga dengan ketinggian 900 – 2.000 mdpl.
Taste profile: Kopi Tanzania umumnya memiliki rasa mengagumkan karakter jernih dan floral, dengan kompleksitas buah-buahan.
Demikianlah negara-negara di Afrika yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi terbaik. Dari semua kopi-kopi Afrika yang udah dijelasin, kira-kira favorit kalian yang mana? :p
Photo credit: Flickr dan situs pencari.

