JENIS CACAT PADA KOPI, CEK GRADE BIJI KOPINYA - Majalah Otten Coffee
Kopi tak selamanya sempurna, ada kecatatan yang umumnya disebut kopi defect yang membuat grade pada kopi berubah, dikategorikan sebagai jenis cacat pada kopi. Di sini akan kami bahas beberapa kecatatan pada biji kopi.
KAMU mungkin belum tahu bahwa harga dan kualitas kopi diklasifikasikan berdasarkan banyak cara. Salah satunya adalah perihal kecatatan fisik kopi atau yang lebih dikenal dengan coffee defect. Sebelum disangrai, biji hijau atau green bean haruslah disortir terlebih dahulu. Sortirnya sendiri terbagi dalam beberapa cara pula yang mungkin akan kami bahas di artikel yang lain.
Kurang lengkap jika belum cari tau hal ini!
Mengenal Proses Coffee Cupping Uji Kualitas Rasa
Rekomendasi Mesin Sangrai Kopi Rumahan
10 Mesin Kopi Otomatis Praktis Untuk Semua Kalangan

Apa Itu Green Grading?
Untuk dapat mengetahui kualitas kopi dari segi penampakan fisiknya, perlu dilakukan sebuah proses yang dinamakan green grading. Green grading adalah salah satu metode atau langkah untuk mengklasifikasi green bean atau biji hijau kopi yang dilihat dari bentuk fisiknya. Green grading diperlukan agar kopi mampu dibagi berdasarkan kelas dari sisi tampak fisiknya. Di sini, kopi disortir dan dipilah sebelum ditentukan jenis dan harganya. Untuk kamu yang ingin menjadi roaster, green buyer atau apapun yang behubungan dengan ini harus memerhatikan perihal coffee defect ini.

Apa Itu Coffee Defect?
Coffee defect adalah kecacatan yang terdapat dari fisik green bean. Pada dasarnya green bean yang berkualitas atau masuk dalam kelas specialty haruslah tanpa cacat dengan kata lain mulus dari sisi fisiknya. Coffee defect adalah kebalikannya. Ada kecacatan yang tampak yang diakibatkan dalam berbagai faktor.
Adapun beberapa defect pada kopi menurut Specialty Coffee Association of America dibagi atas beberapa poin berikut ini:

Primary Defect
Agar masuk ke dalam golongan coffee specialty, satu jenis kopi tersebut haruslah memiliki zero defect primary. Adapun yang termasuk bagian primary defect adalah:
- Full Black Bean. Ini bisa ditandai dengan warna hitam secara keseluruhan pada green bean.
- Full Sour Bean. Green bean berawarna kemerahan atau kuning kecokelatan.
- Dried Cherry/ Pod. Green bean masih terlindungi oleh kulit ceri kopi. Tidak terpisah sempurna.
- Fungus Damage Bean. Green bean berwarna kekuningan dan kecokelatan dan bertekstur berbeda yang diakibatkan jamur.
- Foreign Matter. Benda-benda yang ikut masuk ke green bean selain dari unsur dan bagian kopi seperti batu, sampah dan lain-lain.
- Severe Insect Damage Bean. Ini ditandai dengan fisik biji green bean yang rusak dan bolong lebih dari 3 titik. Hal ini terjadi dikarenakan serangan serangga.

Secondary Defect
- Partial Black Bean. Wujud biji green bean setengahnya berawarna hitam kecokelatan.
- Partial Sour Bean. Mirip full sour bean hanya saja berwarna kemerahan dan kekuningan di setengah bagian saja.
- Parchment/Pergamino Bean. Biji hijau berwarna pucat karena diselimuti oleh dried parchment.
- Floater Bean. Warnanya lebih terang dan ini adalah biji kopi yang biasanya kurang padat dan ditemukan mengambang pada proses pasca-panen.
- Immature/Unripe Bean. Ini adalah biji hijau yang underdevelope dan tidak terproses dengan sempurna. Biasanya ditandai dengan fisik yang lebih kecil.
- Withered Bean. Terdapat kerutan pada permukaan green bean.
- Shell. Bentuknya seperti cangkang dan memiliki rongga lebar di permukannya.
- Broken/Chipped/Cut. Biasanya ini adalah biji kopi yang tidak utuh. Biasanya terjadi karena mesin atau cacat akibat proses dan ulah manusia.
- Hull/Husk. Bagian-bagian kopi selain biji yang masuk ke dalam kopi. Biasanya kulit ceri dan lainnya.
- Slight Insect Damage. Kerusakan yang dialami karena serangan serangga tapi kurang dari tiga lobang.
Sumber: Specialty Coffee Assosiation of America
