Jatuh Hati pada Ice Sanger di Rebbe Coffee: Writing Competition 2023 - Majalah Otten Coffee
Istri saya memasukan kopi sebagai “jajanan” wajib bulanannya. Semalam, saat kami mengatur kembali pengeluaran bulanan, posisi kopi tetap tak tergoyahkan dalam list pengeluaran rutin bulan ini. Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupnya. Semenjak kecil hingga beranjak kuliah, istri saya memang pecinta kopi. Dan semenjak menikah, kecintaannya terhadap kopi tetap tak berubah.
Hanya saja, kini fungsi kopi baginya telah berbeda. Jika semasa kuliah kopi adalah “penjaganya” untuk tidak ngantuk saat belajar, maka saat menikah, kopi adalah doping-nya untuk kuat mejalani rutinitas sebagai Ibu Rumah Tangga.
Di Banda Aceh, warung kopi bertebaran bak jamur di musim hujan. Tapi istri saya punya pilihan Coffee Shop-nya sendiri, yaitu Rebbe Coffee. Lokasinya berada di Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Coffee Shop ini bersebelahan dengan warung kopi tradisional. Meskipun demikian, Rebbe Coffee punya pelanggannya tersendiri. Suasana coffee shop-nya juga nyaman. Kita pun bisa memilih, untuk menikmati kopi di dalam suasan indoor atau outdoor
Jauh hari sebelum istri jatuh hati pada Rebbe Coffee, saya sudah mengenalkannya pada berbagai Coffee Shop ternama di Kota Banda Aceh. Tapi ternyata, semua keunggulan yang ditawarkan Coffee Shop
tersebut tidak cukup menarik perhatiannya.
“Menurut Adek, kopi Rebbe tetap yang lebih pas,” ucapnya.
Varian kopi pilihannya ada ice sanger. Di Aceh, sanger adalah jenis sajian kopi paling favorit. Sebenarnya agak sulit menjelaskan sanger kepada orang-orang di luar Aceh. Karena sepintas, sanger mirip dengan kopi susu. Sebab secara komposisi memang benar, sanger adalah perpaduan kopi dan susu. Di mana rasa kopi tetap lebih dominan. Meskipun serupa kopi susu, namun pelayan kopi di Aceh tetap akan memberikan sajian berbeda. Tergantung kita menyebut pesanannya, apakah kopi susu atau sanger?
Tapi para penikmat kopi di Aceh paham betul perbedaannya. Begitu pula para barista di Negeri Seribu Warung kopi ini, mereka telah memahami dengan baik bagaimana meramu kopi dan susu tadi sehingga menghasilkan sanger yang pas. Karena itulah, bagi masyarakat Aceh sebutan sanger terkadang menjadi akronim: Sama-sama Ngerti.
Nah, inilah yang menjadi alasan mengapai istri saya jatuh hati pada Rebbe Coffee. Menurutnya, sanger di sini komposisinya pas. Pahit kopi yang berasal dari biji kopi arabicanya terasa. Manis susunya tidak mengurangi cita rasa kopi. Selain itu, racikan kopi dan susu tadi di-blend bersamaan dengan es batu. Menjadikan sanger tadi terasa lebih creamy. Menariknya, jika es sanger di Coffee Shop lain sudah mulai tak dingin, maka rasa kopinya langsung menjadi tawar dan sanger menjadi encer.
Tapi di Rebbe Coffee, hal itu tak terjadi. Rasa kopinya yang creamy tadi tetap terasa kuat meskipun sangernya sudah tak lagi dingin.
“Selain itu, baristanya juga ramah,” simpulnya, yang kian menguatkan pilihannya terhadap coffee shop ini.
Latar belakang pendidikan istri saya adalah Teknologi Hasil Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Riwayat pendidikan tersebut menjadikannya paham betul segala hal tentang
kopi. Termasuk pula senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Saya ingat, suatu kali ada sebuah coffee shop yang baru buka di Banda Aceh. Kami datang untuk mencoba kopi arabicanya. Saat menyeruput kopi tersebut, istri saya mengernyitkan keningnya. Kemudian menatap saya sambil menggelengkan kepala.
Lalu sebelum pulang, salah seorang pelayan kopi menyodorkan kertas kepada kami. Ia meminta kritik dan sarannya terhadap kopi yang disajikan tersebut. Saya kemudian tersenyum saat melihat daftar panjang kritik istri terhadap kualitas kopi tersebut. Kertas notes yang panjangnya setara cangkir kopi kami, telah penuh dengan tulisan tangannya.
Karena itulah, menurut saya, pilihannya untuk menjadikan Rebbe Coffee sebagai coffee shop favoritnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia tak jatuh hati begitu saja, tapi memang ada standar kualitas kopi yang menjadi acuannya.
Terjaganya mutu dari racikan kopi di Rebbe Coffee ini tidak lepas cara mereka mengolah kopi itu sendiri. Semua prosesnya mereka lakukan dengan sepenuh hati. Biji-biji kopi di tempat ini, didatangkan
langsung dari tanah asalnya yaitu Dataran Tinggi Gayo. Begitu pula proses roasting kopi, dilakukan oleh tangan-tangan terampil coffee shop ini. Di antaranya adalah Iwan Aramiko, yang merupakan owner Rebbee Coffee itu sendiri. Putra Gayo tersebut telah merintis usaha coffee shop ini sejak 2011.
Kini, Rebbe Coffee memang telah menjadi salah satu coffee shop favorit di Banda Aceh. Coffee shop ini telah berkembang baik. Mereka punya roasters produksi sendiri di Takengon, Aceh
Tengah, yang merupakan kampung halamannya sang owner.
Maka pada malam itu, saat istri hendak menuliskan kopi sebagai jajanan favoritnya dalam list pengeluaran kami bulan ini. Ia menulisnya dengan sangat spesifik: Ice Sanger Rebbe Coffee.
Sebuah pilihan hati, yang tak perlu saya perdebatkan lagi.
[Artikel Nominasi Kopi Fest Indonesia Writing Competition 2023]

