INGIN SAJIAN KOPI YANG TERBAIK DARI BARISTA? - Majalah Otten Coffee
Pernahkah kamu mendapatkan secangkir kopi kamu di luar ekspektasi, apa yang kamu inginkan ternyata tidak sesuai dengan secangkir kopi hari itu, dan kamu menyalahkan barista yang membuatnya, tunggu dulu.
TIDAK selalu, mungkin pernah, saya juga pernah melaluinya, apa yang salah dalam secangkir kopi yang saya pesan? Ternyata yang disajikan tidak sesuai dengan keinginan saya. Ternyata kopi yang disajikan adalah kopi yang pada umumnya dipesan di coffee shop tersebut, bukan salah barista jika kopi tersebut belum familiar. Saya sendiri yang tidak komunikasi di awal sebelum memesannya karena merasa paling benar dan paling tau. Akhirnya next saya berkunjung ke coffee shop yang sama, saya mulai menceritakan apa yang saya inginkan untuk sajian kopi saya, dan barista mulai memilihkan coffee beans yang sesuai keinginan saya; smooth dan sedikit fruity.

Secangkir kopi kamu berbeda hari ini saat disajikan oleh barista, mungkin yang salah bukan barista dalam membuat kopinya, tapi kamu terlalu ego untuk mengkonsultasikan perihal rasa yang kamu inginkan. Barista mungkin bukan seorang dokter konsultasi, tapi soal kopi percayakanlah padanya. Mungkin kamu akan terkagum dengan sajian kopi setelah menceritakan apa yang kamu inginkan dengan sajian kopi kamu hari ini.
Belajar dan Mendengarkan
Manusia sememangnya dititipkan rasa ego, namun biarlah ego itu untuk urusan lain, buang jauh ego jika berkaitan tentang kopi. Kopi terlalu dini jika bersih keras berpegang pada apa yang kamu ketahui, bisa saja apa yang kamu ketahui merupakan hal baru bagi orang lain, dan apa yang orang lain ketahui adalah hal baru bagi kamu, siapa yang tau?
Momen sempurna seperti apa lagi yang kamu butuhkan, bagi saya menikmati kopi dan mengobrol bersama barista adalah momen langkah yang harus dimanfaatkan. Mengobrol panjang tentang kopi, karena baristalah yang langsung terjun melayani pelanggan. Sehingga banyak hal baru, tentang karakter pelanggan bagaimana melayaninya, tentang pelanggan yang tersesat akhirnya minum kopi untuk pertama kalinya, dan banyak lagi cerita seru bersama barista. Belajar dan mendengarkan, walaupun kamu adalah seseorang yang paham tentang kopi.
Ceritakan dengan Jelas Apa yang Kamu Inginkan
Tanpa menceritakan apa yang kamu inginkan, bagaimana barista mengetahui sajian kopi seperti apa yang ingin kamu minum hari ini. Mungkin saja kamu tidak bisa minum kopi yang terlalu strong karena ada gangguan di pencernaan kamu, cobalah menceritakannya secara jujur. Kamu inginkan kopi yang nyaman untuk lambung kamu, dan tunggu sejenak barista akan membuatkannya untuk kamu.
Bukan hal yang memalukan jika jujur pada barista perihal kopi, saya saja sering sekali melakukan hal tersebut. Memesan kopi tanpa memilih single origin tertentu, malahan menceritakan kopi apa yang saya inginkan, terkadang saya cerita ingin kopi yang menghilangkan rasa galau, atau kopi yang membangkitkan semangat untuk hari ini. Diakhiri dengan senyuman tau sama tau, dan barista menyajikan kopi sesuai apa yang diinginkan, bahkan tanpa sadar playlist lagu yang sedang diputar sengaja diubah untuk mendukung tiap sesapan kopi.

Jadilah Fleksibel
Kamu orang yang selalu milih – milih brand tertentu untuk kamu konsumsi, buang jauh-jauh hal seperti itu, karena tiap coffee shop pasti berbeda memilih brand. Kamu terlalu mencintai brand susu tertentu untuk sajian latte kamu, tapi ternyata brand tersebut tidak ada di coffee shop ini, bagaimana? Apakah hanya karena brand susu favorit tidak ada, kamu tidak minum latte?
Saya pernah terlalu kaku karena mencintai origin tertentu, setiap datang ke coffee shop selalu pesan origin yang sama. Saat di coffee shop yang berbeda, origin tersebut tidak ada, lalu barista merekomendasikan origin yang mereka punya, dengan karakter rasa yang mengimbangi origin yang sering saya minum. Menjadi fleksibel, akan membuka banyak kemungkinan, kamu bisa belajar banyak soal perbedaan brand susu untuk sajian latte, atau kamu juga bisa mengetahui karakter rasa tiap single origin yang berbeda.
Sadar dan Peka Sekitaran
Saat kamu berkunjung, lalu coffee shop terlalu banyak pelanggan, apakah kamu menuntut untuk dilayani dengan maksimal. Cobalah menyadarainya, tiap pelanggan yang datang juga menginginkan hal yang sama. Lebih peka terhadap sekitaran, mungkin kamu akan menciptakan kenyamanan sendiri, sehingga kamu dapat menikmati waktumu untuk menikmati secangkir kopi.
Mungkin akan terasa tidak nyaman jika pelanggan terlalu banyak, walau saya sudah memilih coffee shop lokal untuk menghindari hal tersebut, tapi ada satu waktu dimana coffee shop itu terasa ramai sekali pelanggan. Akhirnya saya lebih memilih menyibukkan diri, dengan playlist lagu di smartphone dengan earset dan beberapa buku bacaan. Untuk saya yang tidak biasa menikmati kopi di ramainya pelanggan, tapi saya bisa mengubah sekitaran.
Saran
Bagaimana kamu bisa memberikan saran, jika dari awal kamu tidak mencoba bersahabat dengan barista, yang ada saran tersebut akan dianggap sebagai kritik. Saran yang baik sebenarnya paling diinginkan barista, daripada tip yang tidak semua barista menyukainya. Barista dalam passion-nya, mencari teman ngobrol tentang kopi, bukan mencari pelanggan. Ini membuatnya lebih bahagia saat menjalani aktifitas mereka, dan pastinya kamu akan dilayani secara maksimal, walaupun keadaan ramai, jika kamu sudah mengakrabkan diri, kamu akan dilayani maksimal.
Barista juga manusia biasa, yang butuh saran dan butuh teman ngobrol, bagaimana bisa seorang barista tau apa yang diinginkan pelanggannya, jika mereka tidak menceritakan apa yang diinginkan. Kopi seperti apa yang mereka ingin minum hari ini. Jadilah seperti teman lama yang datang untuk minum kopi, bukan menjadi pengunjung yang sekadar ingin minum kopi.
src: perfectdailygrind img: videoblocks

