INDONESIA SEBAGAI PRODUSEN KOPI DIPROYEKSI MAMPU PENUHI KEBUTUHAN DUNIA - Majalah Otten Coffee
Banyak lembaga pertanian memproyeksikan produksi kopi Indonesia terus meningkat dan dalam keadaan baik-baik saja, sehingga Indonesia sebagai produsen kopi terbilang mampu penuhi kebutuhan kopi dunia.
SEBUAH publikasi tahun 2022/2023 menjelaskan Indonesia sebagai produsen kopi akan meningkat sebanyak 7% dari tahun sebelumnya menjadi 11,35 juta kantong (dengan 1 kantor 60 kg) dan tujuan utama ekspornya Amerika Serikat. Pada artikel laporan yang diterbitkan oleh tim United States Department of Agriculture (USDA) menjelaskan bagaimana situasi perkebunan kopi Indonesia dan diproyeksikan mengalami peningkatan.
Berdasarkan laporan tersebut, wilayah Sumatera bagian selatan mencakup perkebunan kopi robusta, wilayah Sumatera bagian utara mencakup perkebunan kopi arabika, dan pulau Jawa serta beberapa wilayah lainnya mencakup perkebunan kopi arabika dan robusta. Dijelaskan lagi bahwa wilayah pegunungan di Sumatera bagian utara hampir 90% dipenuhi dengan kebun arabika, wilayah dataran rendah 40% dan wilayah pegunungan 60% dipenuhi dengan kopi robusta. Di daerah potensial untuk pulau Jawa dan beberapa wilayah lain penyebaran tanaman arabika dan robusta juga terbilang stabil.
Jika melihat data areal perkebunan di Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan dan beberapa wilayah pulau di Jawa, berharap areal perkebunan tetap stabil. Cuaca yang diprediksi juga cukup bagus untuk tanaman kopi tumbuh, dan tentu hal ini berkaitan dengan hasil produksi yang baik untuk Indonesia sebagai produsen kopi.
Temuan di Tahun 2022
Petani kopi di Indonesia secara umum masih dikelola oleh petani tradisional dan terbatas akses untuk pupuk yang baik dan tertutup dengan bahan-bahan pertanian yang modern. Akses pupuk dan pestisida yang diberikan melalui agregator kopi tingkat desa secara kredit yang dilunasi setelah panen. Kegiatan pertanian pun sangat bergantung oleh tenaga kerja keluarga, dan biasanya pemanenan dilakukan bergilir dari kebun satu ke kebun lain untuk menghemat biaya tenaga kerja.
Tanaman kopi di Indonesia mengandalkan jumlah sinar matahari dan curah hujan yang seimbang, sehingga tanaman kopi bisa menghasilkan pnen yang optimal. Curah hujan yang berlebih dan angin kencang berpengaruh negatif selama tahap pengembangan ceri.
Tahun 2022 permintaan akan kopi mulai membaik dengan diberlakukannya pelonggaran pembatasan sosial terkait pandemi. Improvisasi pelaku bisnis kopi sejak pandemi mengeluarkan produk-produk baru terkait kopi cukup menjaga kestabilan permintaan. Mulai tahun 2022, proyeksi penjualan kopi siap minum (ready to drink: RTD) kembali mendapatkan tempatnya mengalami peningkatan.
Ekspor biji kopi mentah (green bean) tahun 2022/2023 mulai meningkat dan Amerika Serikat diperkirakan akan terus menjadi tujuan utama ekspor kopi dari Indonesia, diikuti Mesir dan Malaysia. Permasalahan yang kerap terjadi ada pada rantai pasokan di pengangkutan, bisa jadi birokrasi antar negara maupun biaya pengangkutannya. Walaupun tahun 2022 permasalahan pada pengangkutan minim, eksportir belum bisa memprediksi tahun-tahun berikutnya.
Bisa disimpulkan, bahwa produksi dan permintaan akan kopi dari Indonesia bergerak naik disusul harga kopi yang juga terbilang bagus setiap tahunnya.
Sumber: publikasi United States Department of Agriculture pada 19 Mei 2022


