TREN HOME CAFE DARI PANDEMI HINGGA KINI - Majalah Otten Coffee
Keterbatasan melahirkan inovasi dan kreativitas. Setidaknya itu yang terjadi pada para pengopi di saat pandemi beberapa tahun lalu yang hadir lewat tren home cafe.
BEBERAPA tahun lalu saat pandemi merebak segala gerak turut terbatas. Hawa mencekam pun sempat kita rasakan. Kita enggan kemana-mana. Semua dihimbau untuk tetap di rumah. Jangankan tamasya, ke kedai kopi saja kita tak bisa. Dan masa-masa itu memunculkan kreativitas baru pada banyak orang. Salah satunya adalah terciptanya tren home cafe yang membuat orang mengasah kreativitasnya khususnya di dunia kopi rumahan.
Tren Home Cafe
Tren home cafe ini sungguhlah seru. Selain karena kebutuhan yang membuat orang mau tidak mau berinvestasi alat kopi karena memang butuh kafein, ada pula yang melakukannya demi mengisi kebosanan. Hebatnya lagi mereka yang sepertinya sudah mulai jengah dengan ngopi di rumah dengan menu yang itu-itu saja mulai belajar banyak hal baru salah satunya mencipta menu-menu kopi ala kedai kopi favoritnya. Hal ini menyebabkan timbulnya home cafe yang sangat kreatif.
Home Cafe Masih Eksis
Nah meski pandemi sudah usai, sepertinya tren home cafe tetap eksis hingga detik ini. Salah satunya sangat eksis dan ramai di media sosial seperti bisa kita lihat unggahannya di TikTok dan Reel di Instagram. Konten-konten home cafe memang banyak peminatnya dikarenakan inspiratif dan menggemaskan. Salah satu kegemasan itu berasal dari cangkir dan alat-alat seduh lainnya.

Saya sempat mengobrol pada seorang teman yang merupakan sales marketing sebuah perusahaan yang menjual alat rumah tangga. Menurutnya selama pandemi penjualan alat rumah tangga seperti cangkir, piring, toples, wadah, sendok dan perlengkapan makan justru lumayan stabil. Hal ini mungkin karena orang-orang ingin menikmati makanan dan minuman di rumah saja dengan kreativitasnya sendiri namun tetap ingin estetis layaknya kedai kopi dan kafe.
Home Cafe dan Media Sosial
Beberapa mutual saya di media sosial juga gemar mengunggah foto masakan dan minumannya termasuk kopi. Bukan secangkir kopi biasa sehari-hari, mereka menggunakan cangkir dan botol yang menurut saya cukup fancy selayaknya ngopi di kedai kopi. Selain untuk kebutuhan konten di media sosial, beberapa orang ini mengaku ingin menciptakan suasana home cafe di rumah mereka. “Kopinya bisa semakin enak jika cangkirnya bagus. Jadi feel ngopi di rumahnya jadi berasa lebih menyenangkan,” ujar seorang teman yang setiap hari mengunggah menu minuman yang cukup menggiurkan.

Selain perkara peralatan makannya, banyak para home brewer menciptakan menu kopi ala kedai kopi. Tak melulu kopi filter manual brew atau espresso sepaket dengan turunannya, mereka mencipta ragam jenis. Mulai dari coffee shakes, coffee cubes with mint dan lain-lainnya yang namanya agak sukar saya ingat sangkin ‘fancy-nya’ di telinga saya.
Fenomena home cafe ini terbentuk pada masa pandemi mungkin karena orang-orang lebih punya banyak waktu untuk berbuat ini itu. Ya, disamping kebosanan ngopi yang itu-itu saja dan rindu akan ngopi di kedai kopi pastinya. Namun hingga kini masih bertahan karena memang semenyenangkan itu menyeduh kopi di rumah.
Kalau kamu bagaimana? Sudah bereksperimen apa saja?
Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri pada 10 Juni 2023

