HAL SEDERHANA TENTANG BIJI KOPI YANG SERING TERABAIKAN - Majalah Otten Coffee
Kopi terlalu istimewa untuk dibahas secara sederhana, bahkan kopi single origin yang sama berbeda metode seduhan akan merubah karakter rasa kopi itu.
Make coffee not war. Mungkin hanya terdengar seperti kutipan biasa, tapi memiliki makna yang cukup mendalam. Penikmat kopi biasanya memiliki kecintaan terhadap metode seduhan tertentu, ada yang lebih suka disajikan kopi menggunakan Kalita Wave, Chemex, Syphon, French Press, dan beberapa orang juga hanya ingin kopi yang sederhana menggunakan traditional method; Kopi Tubruk. Bukan hanya coffee drinker yang memiliki kecintaannya masing-masing terhadap metode seduhan, bahkan barista juga punya kecintaan metode seduhan tertentu. Cobalah tanya pada barista yang kamu kenal, metode apa yang paling disukainya saat menyeduh kopi dan apa alasannya.
Kecintaan terhadap kopi namun berbeda kesukaan pada metode seduhan bukan berarti untuk diperdebatkan, namun sangat sesuai menjadi bahan obrolan. Mengapa berbeda metode satu dengan metode lainnya dapat merubah karakter acidity pada kopi, atau body yang dikeluarkan juga menjadi berbeda. Misalkan saja, kopi yang disajikan dengan seduhan dripper akan lebih terasa acidic dibandingkan kopi yang disajikan dengan seduhan Moka Pot.
Metode seduhan mempunyai keunikan masing-masing, tidak perlu menyalahkan kesenangan orang lain akan metode seduhan tertentu. Walau berbeda kesukaan terhadap metode seduhan, di beberapa hal tentang kopi, banyak yang menyepakati. Seperti kopi arabika lebih banyak penggemarnya daripada kopi robusta, ini tidak perlu diperdebatkan dan telah disepakati secara umum. Dan lagi, apa pun metode seduhannya, yang paling terpenting adalah temperature air yang dibutuhkan saat mengekstraksi kopi juga hal yang tidak perlu diperdebatkan lagi. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang kopi.
1. Lemari Pendingin adalah Musuh Biji Kopi
Di era kopi gelombang ketiga, biji kopi sangat diperhatikan, tempat penyimpanannya pun diusahakan tidak mengganggu kualitas biji kopi. Ide menyimpan kopi di lemari pendingin berasal pada sekitar tahun 1990, kopi masih disamakan dengan bahan makanan pada umumnya. Jika kamu pernah mendengar bahwa saat menyeduh kopi, suhu air harus pada titik yang sesuai dan waktu ekstraksi yang hanya beberapa detik.
Biji kopi yang dingin karena penyimpanan di freezer akan mengalami kesusahan saat ekstraksi dan tidak maksimal. Kesulitan juga terjadi pada barista yang inginkan suhu tertentu pada kopi seduhan mereka, harus stabilkan suhu pada biji kopi yang dingin terlebih dahulu. It’s troublesome.
2. Biarkan Biji Kopi tersimpan di Kantung Mereka
Mengapa lebih dianjurkan biji kopi disimpan di kantung kopi seperti pertama kamu beli. Ketakutan ini lahir karena, penyimpan kopi seperti wadah pada umumnya terlalu boros udara. Sehingga udara yang masuk pada wadah mengganggu biji kopi. Tidak heran bila mendengar pendapat bahwa udara akan mengganggu kualitas biji kopi di era gelombang ketiga, bahkan air seduhan pun juga bisa mengganggu karakter rasa.
Pada dasarnya, kantung biji kopi dibuat sudah sesuai untuk biji kopi, sehingga tidak perlu menyimpan di wadah-wadah yang unik agar kelihatan menarik. Namun, jika ingin menyimpannya di wadah lain, usahakan memiliki tutup kedap udara.

3. Biji Kopi lebih berkharisma daripada Serbuk Kopi yang Digiling
Mereka yang berburu kopi di ujung dunia sekali pun, akan memilih biji kopi daripada kopi yang sudah di-grind, mengapa demikian? Serbuk Kopi yang di-grind tidak begitu menarik jika untuk disimpan terlalu lama, karenanya biji kopi lebih mampu bertahan lama selagi masih dalam keadaan biji.
Biji kopi yang sudah menjadi serbuk kopi, akan terus menyebarkan aroma ke seluruh ruang, hingga pada akhirnya akan menurunkan fragrance saat diseduh. Lebih tepatnya memilih biji kopi untuk disimpan pada jangka waktu yang lama merupakan langkah tepat.
4. Arabika dan Robusta, Level Roasting
Just remind, mungkin semua sudah mengetahui 2 jenis kopi ini, di Indonesia sendiri sebagai produsen kopi terbesar ke 4 di dunia yang memproduksi jenis kopi arabika dan robusta. Pastinya sudah akrab dengan kedua jenis kopi ini.
Arabika memiliki kadar kafein dua kali lebih rendah daripada jenis robusta, dan robusta cenderung bitter sedangkan arabika memiliki rasa yang kompleks. Biji kopi arabika dan robusta adalah jenis kopi yang berbeda, namun jika kopi arabika dengan metode sangrai “light roast” akan berbeda juga karakter rasa dengan “dark roast“.
5. Sebelum membeli biji kopi, double check the roast date
Jangan lupa, saat membeli biji kopi, pastikan tanggal roast-nya tidak terlalu lama. Kopi yg terlalu baru di-roasting, karakter rasa pun belum bersahabat, rekomendasi 1 minggu setelah di-roasting. Tanggal roast usahakan tidak lebih dari 2 bulan, karena akan berpengaruh terhadap rasa. Biji kopi yang sudah lama di-roast akan berbeda rasanya dibandingkan biji kopi yang baru saja di-roast.
Bukan hanya tanggal roast saja, cek informasi tentang biji kopi, dari mana asalnya, menggunakan proses washed, honey atau natural. Karena untuk memudahkan kamu, membeli biji kopi untuk kedua kalinya.
6. Grind biji kopi sendiri menambah sensasi ngopi
Tidak penting grinder manual atau grinder mesin, tapi cobalah rasakan sensasi saat kamu menggilingnya, aroma biji kopi yang hancur di-grind membuatnya begitu manarik. Kamu semakin penasaran dengan rasa kopi yang sedang kamu giling.
src: buzzfeed.com img: pixel
Artikel ini diperbaharui oleh MustikaT. Yuliandri pada 20 Mei 2023

