GILINGAN APA YANG SESUAI UNTUK KOPI TUBRUK - Majalah Otten Coffee
Bingung menyajikan kopi tubruk untuk pelanggan, sebenarnya gilingan kopi yang bagaimana untuk sajian kopi tubruk? Apakah gilingan kasar atau gilingan halus?

JANGAN heran jika ada eksekutif muda ataupun yang lanjut usia menyembangi kedai kopi kamu hanya untuk sesaat mengobrol dengan rekan bisnisnya. Dan tidak ingin banyak memilih, tanpa melihat menu sajian kopi yang kamu tawarkan, eksekutif ini lebih memilih kopi tubruk yang mana tidak ada di dalam menu. Bagaimana tindakanmu sebagai pramusaji yang merangkap sebagai seorang barista, apakah menolaknya dan menawarkan sajian yang ada di menu atau pergi ke bar dan membuat kopi tubruk untuk disajikan.
Mungkin untuk kedai kopi yang agak mewah dan terbilang besar pasti para pramusaji akan menawarkan sajian kopi yang ada di menu dengan banyak pendekatan. Namun kedai kopi lokal sudah pasti akan pergi ke bar dan langsung membuat kopi tubruk walaupun tidak ada di menu sajian mereka. Yang jadi masalah, mungkin sudah terlalu nyaman menggunakan V60 sehingga beberapa barista lupa sajian kopi tubruk ini. Bagaimana cara membuatnya, dan ukuran gilingan apa yang sesuai untuk ditubruk dengan air panas.
Promo Bisa Berubah Sewaktu-waktu.

Kopi Tubruk Di Third Wave
Untuk penikmat kopi ataupun barista yang lahir di era third wave mungkin tidak terlalu familiar dengan seduhan kopi tubruk ini. Walaupun demikian bukan berarti salah satu sajian tradisional ini jadi dilupakan, lebih baik lagi kopi tubruk dimodifikasi dengan kebaikan pengetahuan era third wave. Bagaimana proses cara menuangkan air panasnya, bagaimana ukuran gilingan kopinya, dan jangan lupa pemilihan biji kopi juga sangat penting.
Jika kamu pergi ke kedai kopi yang berbeda dan memesan kopi tubruk, ada dua versi kopi tubruk yang tersaji di meja kamu. Yang pertama, secangkir kopi tubruk yang bersih tampak hitam dan bubuk kopi mengendap di bawahnya, dan yang satunya lagi kamu akan menerima pesanan kopi tubruk dengan permukaan kopi penuh dengan bubuk kopi berada di atasnya.
Menyajikan Kopi Tubruk
Saya pribadi sangat suka kopi tubruk dengan bubuk kopi yang masih tertinggal di permukaan saat disajikan, merasakan sensasi menenggelamkan bubuk kopi ke dasar cangkir ini proses yang begitu hikmat. Atau menghentaknya sesekali ke meja, agar bubuk kopi tenggelam dengan sendirinya. Mengapa bisa demikian berbeda, rahasianya ada pada cara menuangkan air panas ke cangkir.

Perihal ukuran gilingan, bubuk kopi yang bagaimana yang sesuai untuk disajikan sebagai kopi tubruk. Untuk memodifikasi rasa pada sajian kopi tubruk, tidak hanya bermain di rasio kopi atau bagaimana cara menuangkan air panas ke cangkir, juga perlu pertimbangan ukuran gilingan kopi.
Cara Menemukan Gilingan Kopi Tubruk Yang Tepat
Untuk menemukan ukuran gilingan kopi yang sesuai, cobalah melakukan kalibrasi rasa pada sajian kopi tubrukmu, mulailah pada ukuran gilingan yang sedang, tidak terlalu halus dan juga tidak terlalu kasar. Jika setelah dituang air panas ternyata masih ada karakter rasa yang seharusnya ada namun tidak muncul. Cobalah untuk menggilingnya agak lebih halus apakah karakter rasa yang seharusnya sudah muncul. Teorinya semakin halus gilingan kopi maka air panas akan semakin lama bertemu dengan bubuk kopi, semakin kasar bubuk kopi maka air panas akan semakin cepat bertemu dengan bubuk kopi. Memperhalus bubuk kopi akan lebih menampilkan karakter rasa pahit, kasar akan lebih menampilkan karakter rasa asam, pada skala rasio, waktu seduh, dan suhu air yang sama.
src: homegrounds.co img: search engine

