Ekspansi Agresif, Fore Kopi Tembus Rp 1 Triliun: Strateginya Layak Dipelajari - Majalah Otten Coffee
Penjualan Fore Kopi tembus penjualan 1 triliun menjadi sorotan besar di dunia bisnis dan pasar saham Indonesia.

Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, kinerja PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat lonjakan pendapatan dan laba bersih yang signifikan, menandai babak baru dalam industri kopi lokal. Capaian ini bukan hanya mencerminkan kekuatan strategi ekspansi dan inovasi produk, tetapi juga membuka diskusi menarik tentang potensi saham FORE sebagai portofolio menjanjikan bagi investor yang sadar finansial.
|
|
|
|
|
Pendapatan FORE Melonjak Tajam di Tengah Persaingan Ketat
Penjualan Fore Kopi tembus penjualan 1 triliun menjadi tonggak baru bagi perusahaan kopi modern ini. Dalam periode Januari–September 2025, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat pendapatan sebesar Rp 1,04 triliun, naik 43 persen dibanding periode sama tahun lalu. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 60,11 miliar, tumbuh hampir 42 persen year-on-year.
Performa positif ini mencerminkan bagaimana strategi ekspansi agresif, digitalisasi penjualan, serta inovasi menu berhasil menarik segmen konsumen urban yang kian sadar kualitas kopi. Aset perusahaan meningkat menjadi Rp 1,05 triliun dan ekuitas melonjak 157 persen menjadi Rp 651,47 miliar per akhir September 2025, menandai struktur keuangan yang makin solid.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bagi investor yang memperhatikan sektor F&B di bursa, terutama karena jarang ada emiten baru di segmen kopi yang mampu mencatatkan capaian sebesar ini dalam tahun pertama pasca-IPO.
Strategi Ekspansi yang Mendorong Pertumbuhan Pesat

Kinerja gemilang FORE tidak datang tiba-tiba. Perusahaan menjalankan ekspansi outlet secara masif dengan pendekatan terukur. Sepanjang Januari–September 2025, jumlah gerai bertambah lebih dari 60 unit, menjadikan totalnya sekitar 290 toko yang tersebar di > 50 kota di Indonesia dan Singapura. Ekspansi ini bukan hanya soal menambah titik jual, tetapi juga memperkuat penetrasi merek di area strategis seperti mal, gedung perkantoran, dan transit hub.
Inovasi produk turut menjadi bahan bakar utama. Setelah sukses dengan lini kopi susu klasik, Fore memperluas penawaran ke produk pendamping seperti Fore Donut dan Fore Matcha Series yang langsung mendapat antusiasme tinggi di gerai baru Supermall Karawaci. Pendekatan ini menjadikan Fore tak sekadar kedai kopi, tetapi brand gaya hidup yang mudah melekat di kalangan urban.
Dana hasil IPO pada April 2025 digunakan efektif untuk modal ekspansi, peningkatan sistem digital, dan penguatan rantai pasok bahan baku. Hasilnya terlihat jelas: kas dan setara kas meningkat 422 persen year-on-year, menegaskan posisi likuiditas yang sehat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Dampak Keuangan dan Sinyal untuk Investor
Lonjakan pendapatan dan laba FORE menjadi indikator penting bagi penggemar saham yang mencari growth story dengan fondasi bisnis riil. Perusahaan ini menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Laba bersih yang naik > 40 persen membuktikan strategi ekspansi tidak menggerus margin seperti yang sering terjadi pada bisnis retail cepat tumbuh.
Namun, bagi investor yang sadar finansial, euforia pertumbuhan harus diimbangi analisis mendalam. Lonjakan aset dan ekuitas memang memperkuat posisi perusahaan, tapi juga bisa menandakan eksposur risiko baru, seperti meningkatnya beban depresiasi dan potensi penurunan efisiensi operasional. Liabilitas FORE tercatat sebesar Rp 402,96 miliar per 30 September 2025—angka yang masih terkontrol, tapi perlu pengawasan seiring percepatan ekspansi.
Secara makro, tren konsumsi kopi di Indonesia juga mendukung potensi jangka panjang. Data International Coffee Organization (ICO) menunjukkan konsumsi kopi di Asia Tenggara meningkat 7,2 persen setiap tahun selama lima tahun terakhir. Ini memberikan ruang besar bagi pemain seperti Fore untuk memperluas jaringan dan memperkuat brand equity.
Risiko Operasional di Tengah Ekspansi Cepat

Di balik pencapaian besar, FORE menghadapi beberapa tantangan penting. Biaya pokok penjualan meningkat menjadi Rp 389,21 miliar dari Rp 280,81 miliar setahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan tekanan harga bahan baku, biaya transportasi, serta kenaikan sewa lokasi di pusat kota. Jika tidak diimbangi efisiensi produksi dan distribusi, margin dapat tergerus dalam jangka menengah.
Selain itu, strategi ekspansi agresif membawa risiko cannibalization antar gerai di area padat. Produktivitas rata-rata per outlet bisa turun bila pertumbuhan lokasi tidak diikuti inovasi produk atau efisiensi sistem operasi. FORE tampaknya menyadari hal ini dengan mulai memperkuat digitalisasi logistik dan sistem CRM berbasis data pelanggan untuk menjaga performa penjualan tiap titik.
Persaingan juga semakin ketat. Brand seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan Starbucks Indonesia terus memperluas jaringan dan inovasi menu. Dalam lanskap ini, kemampuan mempertahankan diferensiasi rasa, kemasan, dan pengalaman pelanggan menjadi kunci.
Arah Perusahaan dan Potensi Saham ke Depan
Manajemen FORE menyatakan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ke depan. Ekspansi outlet akan dilanjutkan secara selektif di wilayah berpotensi tinggi sambil memperkuat kanal digital seperti Fore App dan kolaborasi dengan platform e-commerce besar. Strategi ini diperkirakan menjaga pertumbuhan pendapatan dua digit dalam beberapa tahun mendatang.
Untuk investor, FORE menawarkan kombinasi menarik: bisnis konsumen yang tumbuh cepat, dukungan digital kuat, serta kinerja keuangan yang mulai stabil. Dengan catatan, valuasi saham dan kemampuan mempertahankan margin harus terus dipantau agar potensi imbal hasil tetap rasional.
Sektor kopi sendiri masih memiliki ruang besar di pasar domestik. Konsumsi kopi per kapita Indonesia baru mencapai 1,4 kg per tahun, jauh di bawah rata-rata Asia Timur. Artinya, peluang ekspansi dan penetrasi pasar masih luas, terutama untuk brand lokal dengan positioning modern seperti Fore.
Rekomendasi Kopi Terbaru Otten Coffee untuk V60, French Press, AeroPress dan metode manual brew.
Referensi:
Jualan Kopi Rp 1 Triliun, FORE Kantongi Laba Rp 60,11 Miliar – CNBC Indonesia, 2025.
FORE Kopi Indonesia Catat Penjualan Neto Rp 1,04 Triliun hingga September 2025, FAC Sekuritas, 2025.
Ekspansi Masif, Toko Kopi Ini Catat Pendapatan Lebih dari Rp 1 Triliun – IDN Times, 2025.

