Flair vs Wacaco, Mana yang Lebih Cocok untuk Traveling? - Majalah Otten Coffee
Ada satu fase dalam perjalanan seorang penikmat kopi ketika kopi hotel mulai terasa terlalu biasa. Bukan karena kopinya selalu buruk, tetapi karena setelah terbiasa dengan espresso yang dibuat dari biji segar, grinder yang presisi, dan ekstraksi yang tepat, rasanya sulit kembali sekadar menerima kopi instan.
Di sinilah portable espresso maker menemukan tempatnya. Dua nama yang cukup menarik untuk dibandingkan adalah Flair dan Wacaco. Keduanya sama-sama menawarkan espresso tanpa mesin listrik, tetapi filosofi di balik keduanya cukup berbeda.

Flair terasa seperti membawa ritual espresso dalam versi ringkas. Wacaco terasa seperti membawa mesin espresso mini ke dalam tas.
Flair: Espresso dengan Lebih Banyak Kontrol
Flair menggunakan sistem manual lever. Artinya, proses ekstraksi dilakukan dengan menekan tuas secara manual dan pengguna memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana espresso tersebut keluar. Untuk pengguna yang memang menikmati proses brewing, ini justru menjadi daya tarik utama.
Model seperti Flair NEO Flex bahkan menawarkan dua pendekatan berbeda. Flow Control Portafilter yang bersifat pressurized dapat membantu pemula menghasilkan ekstraksi tanpa grinder espresso yang sangat presisi. Di sisi lain, NEO Flex juga dilengkapi bottomless 2-in-1 portafilter untuk pengguna yang ingin berkembang dan mulai bermain dengan grind size secara lebih serius.
Di sinilah karakter Flair terasa berbeda. Ia bukan sekadar alat untuk membuat kopi. Flair mengajak penggunanya terlibat dalam proses membuat espresso.

Konsekuensinya, Flair membutuhkan sedikit lebih banyak ruang dan persiapan. Untuk traveling dengan koper, ini mungkin bukan masalah. Tetapi untuk hiking, backpacking, atau perjalanan yang mengharuskan kita membawa barang sesedikit mungkin, bentuk Flair yang lebih menyerupai mini espresso station bisa terasa kurang praktis.
Wacaco: Kecil, Serius, dan Sangat Travel-Friendly
Kalau Flair membawa nuansa manual espresso machine, Wacaco mengambil pendekatan yang lebih portable. Salah satu model yang paling menarik adalah Wacaco Picopresso. Ukurannya hanya sekitar 71 × 78 × 106 mm dengan bobot 350 gram. Ia menggunakan basket stainless steel 52 mm dengan kapasitas 18 gram dan naked portafilter. Dengan kata lain, bentuknya benar-benar dibuat untuk masuk ke dalam tas. Tetapi jangan salah membaca ukurannya.
Picopresso bukan sekadar alat kopi perjalanan yang kompromistis. Wacaco justru menempatkannya sebagai perangkat yang ditujukan untuk menghasilkan espresso dengan pendekatan yang cukup serius. Pengguna tetap harus mengatur grind size, melakukan tamping, pre-infusion, kemudian memompa secara manual. Picopresso juga tidak memanaskan air sendiri. Air panas harus disiapkan terlebih dahulu sebelum brewing. Jadi, portable bukan berarti otomatis.

Soal Rasa, Mana yang Lebih Baik?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak sesederhana memilih Flair atau Wacaco. Keduanya sangat bergantung pada grinder, kualitas biji, dosis, temperatur air, grind size, dan teknik brewing.
Flair memberikan ruang yang sangat menarik untuk bermain dengan pressure dan profil ekstraksi. Bagi orang yang suka mengulik espresso, ini merupakan bagian yang menyenangkan.
Sementara itu, Picopresso menawarkan pengalaman yang lebih compact. Basket 18 gram dan desain naked portafilter membuatnya cukup dekat dengan workflow espresso konvensional, hanya saja seluruh proses dilakukan dengan tangan. Wacaco sendiri menyebut Picopresso dapat mencapai tekanan hingga 18 bar, dengan ekstraksi pada kisaran sekitar 9–12 bar.

Namun angka tekanan bukan satu-satunya penentu espresso yang enak. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan pengguna menjaga ekstraksi tetap konsisten.
Flair vs Wacaco: Perbedaan Utamanya
| Flair | Wacaco Picopresso | |
| Sistem | Manual lever | Manual pump |
| Portabilitas | ⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Kontrol brewing | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐⭐ |
| Ukuran | Lebih besar | Sangat compact |
| Travel | Cocok | Sangat cocok |
| Learning curve | Sedang–tinggi | Sedang–tinggi |
| Ritual brewing | Sangat terasa | Lebih praktis |
| Cocok untuk | Home + travel | Travel + outdoor |
| Grinder | Sangat penting untuk basket non-pressurized | Sangat penting |
| Air panas | Perlu disiapkan | Perlu disiapkan |
Kalau untuk Traveling, Pilih Mana?
Untuk slow travel, saya justru akan melihat kebutuhan perjalanan terlebih dahulu. Jika traveling dengan koper, menginap beberapa hari di satu tempat, membawa grinder dan perlengkapan kopi, Flair menjadi pilihan yang menarik. Ia memberikan pengalaman brewing yang lebih dekat dengan espresso machine rumahan.
Tetapi jika itinerary berpindah-pindah, membawa backpack, sering naik pesawat atau kereta, dan ingin membuat espresso di hotel, campsite, atau bahkan di tengah perjalanan, Wacaco Picopresso terasa lebih masuk akal. Ukurannya yang sangat kecil menjadi keunggulan utama.
Bahkan setelah memasukkan grinder manual, beans, scale kecil, dan perlengkapan lainnya, coffee kit masih relatif mudah dikemas.
Wacaco – Nanopresso

Wacaco sangat populer dengan ragam produk alat kopi portabel, dan Nanopresso merupakan alat pembuat espresso tanpa listrik yang hanya menggunakan penekanan jari. Seri alat pembuat espresso dari Wacaco;
- Nanopresso (kapasitas bubuk kopi 8 gram, 18 bar pressure, opsi warna; abu dan putih)
- Minipresso GR2 (kapasitas bubuk kopi 8-12 gram, 18 bar pressure)
- Minipresso NS2 (kopi kapsul original, 18 bar pressure)
AeroPress

AeroPress dikenal sebagai alat kopi portabel yang praktis dan menariknya lagi AeroPress memiliki kompetisi skala global. AeroPress menerapkan metode perendaman dan penekanan yang tersaring sehingga kopi lebih lembut.
Seri AeroPress untuk kreasi kopi di alam;
- AeroPress – Go Plus Travel (tumblr 473 ml)
- AeroPress – Clear Coffee Press (opsi warna unik; hitam, biru, merah, ungu, merah muda, hijau)
- AeroPress – Flow Control Filter Cap (aksesori optimalkan espresso satu arah)
MHW 3BOMBER – Gimme French Press

MHW 3BOMBER hadir dengan koleksi produk alat kopi yang tampil kokoh dan profesional untuk kebutuhan barista dan penggemar kopi. Gimme French Press seri dari MHW 3BOMBER untuk metode kopi perendaman dan penyaringan, khas dari seduhan French Press.
Koleksi produk MHW 3BOMBER yang bisa dibawa bepergian;
- MHW 3BOMBER Gimme French Press 500ml tersedia opsi warna hitam dan putih.
- MHW 3BOMBER Ice Core Cold Brew 600ml tersedia opsi warna hitam dan putih.
Hario – One Cup Coffee Maker

Hario telah dikenal lama sebagai merek alat kopi yang menghadirkan pengalaman menarik, hal ini dikarenakan koleksi alat kopi unik dengan berbagai pilihan. Seri One Cup Coffee Maker dari Hario mengedepankan kepraktisan pada momen penyeduhan kopi, layaknya metode kopi tubruk dengan hasil akhir yang disaring.
Seri One Cup dari Hario meliputi Coffee Maker dan Tea Maker;
- Hario One Cup Coffee Maker 170ml dengan opsi pilihan hitam, putih dan abu.
- Hario One Cup Tea Maker dengan bentuk unik dan opsi warna hitam, dan putih.
Untuk menyeduh kopi di alam bebas atau selama di perjalanan, perlu menyediakan bubuk kopi namun jika ingin pengalaman lebih sempurna maka persiapkan biji kopi yang akan digiling ketika sesaat memulai penyeduhan. Perlu memiliki grinder kopi manual yang praktis dibawa pergi.
Wacaco – Exagrind

Grinder kopi manual Exagrind dari Wacaco kapasitas 20 gilingan gram dengan hasil gilingan yang bisa diandalkan, dilengkapi mata bur material stainless steel 420, pengaturan 30 click dan per click-nya 33 microns.
Jadi, Flair atau Wacaco?
Jawabannya kembali pada satu pertanyaan sederhana:
Apakah Anda ingin membawa espresso machine, atau membawa espresso ke mana-mana?
Flair lebih cocok untuk mereka yang menikmati proses. Ada tuas, ada pressure, ada workflow, ada ruang untuk bereksperimen. Rasanya seperti membawa sebuah espresso station kecil. Wacaco Picopresso lebih cocok untuk mereka yang mengutamakan portabilitas tanpa ingin terlalu banyak mengorbankan kualitas espresso. Dengan bobot hanya 350 gram dan format yang bisa digenggam, ia memang dirancang untuk menjadi teman perjalanan.
Pada akhirnya, keduanya bukan sekadar alternatif mesin espresso. Mereka menawarkan cara berbeda untuk menjawab kebutuhan yang sama: bagaimana menikmati espresso yang kita sukai, bahkan ketika mesin espresso sedang tidak ada di depan mata. Dan untuk seorang coffee traveler, mungkin justru itulah kemewahan sebenarnyabukan membawa mesin besar, tetapi membawa sedikit ritual pagi ke mana pun perjalanan membawa kita.
