FAUZAN GHILMAN, JUARA 1 TARUNG TIGA JAKARTA COFFEE WEEK - Majalah Otten Coffee
Menyelesaikan apa yang sudah dimulai, hingga pada akhirnya perang batin, namun kemudian keluar sebagai juara 1 kompetisi Tarung Tiga Jakarta Coffee Week.
INDUSTRI kopi dikenal Fauzan Ghilman Anshari sebagai hobi yang tidak sengaja, dan mengantarkannya ke profesi yang tidak terduga. Mulai mengambil kelas tentang industri kopi dan mencoba part time di coffee shop, siapa yang menyangka kini profesinya sebagai barista sekaligus roaster. Hampir tidak ingin ikut serta, namun terlanjur konfirmasi, akhirnya memaksakan diri untuk bertanding. Suasana hati sedang turun, walaupun sesama kompetitor banyak teman-teman sekompetisi kasih dukungan. Bingung bercampur bahagia, dan tidak menyangka, begitulah ungkap Fauzan di sesi wawancara kami.
Bagaimana persiapan kamu,
Yang pasti latihan. Dari cupping sampai cari resep andalan juga strategi. Yang paling berkesan tarung tiga di Bandung, karena all-out latihan. Pas di Jakarta kurang maksimal tapi Alhamdulillah malah dapet bantuan dari kompetitor lain.
Rahasia menemukan resep kopi untuk kompetisi, berapa lama eksplorasinya,
Buat yang di Bandung kurang lebih 3 hari. Karena level roastingnya gelap jadi pakai metode splatter. Harapannya bikin minim agitasi dan dapat seduhan yang seimbang dan clean.
Yang Jakarta cuma sempat 1 hari. Setelah cupping dan lihat level roastingnya terang. Langsung ambil variabel yang bikin ekstraksinya tinggi. Tapi buat bikin clean ukuran gilingannya dibuat kasar. Suhu tinggi 95C. Tuangan 3 kali. Dan biar panas didripper gak cepat drop, saya akalin dengan preheat di atas kettle yang lagi manasin air.
Pengalaman berkesan selama kompetisi, dan ini kompetisi ke berapa yang kamu ikut serta,
Asik dan seru. Soalnya kita yang nyeduh jadi jurinya. Kadang dilema milih yang enak atau seduhan sendiri. Makanya harus yakin seduhan sendiri itu enak.
Saya lumayan suka ikut kompetisi, mungkin ini kompetisi yang ke-24. Menangnya sedikit, banyak kalahnya :).
Seberapa besar sih peralatan seduh untuk seduhan kopi yang enak, alat kopi favorit apa,
Membantu aja sebenarnya. Karena kalo kita tahu tujuan dari alatnya bisa kita atur biar dapat hasil seduhan yang mirip. Jadi jangan terpaku ke alat tapi ke logika seduhnya.
Alat seduh dengan mekanisme steep and release, seperti clever atau hario switch. Karena mudah dan konsisten.
Bagi saran dong untuk pemula yang ingin buat kopi manual brew enak,
Pertama cari dulu rasa enak buat kamu itu gimana, karena enak itu preferensi. Trus cari kopi yang enak, karena bahan bagus gak akan bohong 🙂
Buat ngulik, usahakan ubah 1 variabel aja dulu. Biar tahu apa dampak perubahan variabel ini ke hasil seduhan.
Boleh dibagikan teknik seduh yang dibawakan kompetisi,
Boleh banget.
Bubuk kopi 18gr
Gilingan kasar (30klik Comandante)
Total air 270ml
Suhu 95C
Paper Dark (untuk flow rate cepat)
Trik: Dripper diletak di atas kettle biar panas, jadi nanti air tidak panaskan dripper dan ekstraksi lebih tinggi
- 00:00 70ml swirl
- 00:45 +100ml (170ml)
- 01:30 +100ml (270ml)
- Total brew time 03:30
Improvisasi
Quarter final: Resep sama cuma ketika yield sudah diatas 200ml dan flow rate sudah lambat nge-drip-nya cut, biar lebih clean. (saran mas adit)
Semifinal: rasio berbeda, jadi 20gr untuk mendapatkan intesitas rasa.


