EVOLUSI KEES VAN DER WESTEN (part 2) - Majalah Otten Coffee
Evolusi lanjutan Kees van der Westen di abad digital.
MEMASUKI awal tahun 90-an, mesin-mesin keluaran Kees van der Westen terlihat semakin lebih futuristik dan canggih. Bentuknya bahkan masih tetap ultramodern jika dilihat di jaman sekarang. Jika mesin-mesin espresso pada tahun-tahun pertama produksinya terkesan hampir selalu memiliki khas serba-segitiga, maka sejak memasuki era Millennium bentuk-bentuk mesin Kees sudah lebih bervariasi dan semakin ‘gila’, bukan hanya dari segi tampilan tapi juga fitur-fitur yang diusungnya. Simak evolusi berikutnya dari mesin Kees van der Westen di bawah ini:
1. CAP GEMINI II, 1991
Mesin espresso “pahatan” kedua yang didesain khusus untuk perusahaan Cap Gemini Netherlands dan berbentuk cukup besar, 2x2x2 meter. Bentuk V di bagian kaki-kakinya menopang knockbox dan sebuah light box besar yang akan menerangi bagian tengah mesin—yang akan bersinar/menyala begitu boiler mencapai tekanan tertentu—dan bagian lever yang cukup besar pula. Meski canggih tapi cara menggunakannya cenderung simpel, tinggal menggerakkan bagian lever untuk mengaktifkan group dan pump.
Bentuknya terinspirasi dari garis pantai. Bagian deck-nya terbuat dari kayu. Lever vertikal panjang di bagian roda bawahnya berfungsi untuk mengaktifkan proses brewing-nya. Lampu di bagian bawah dek atasnya bisa menerangi cangkir-cangkir yang dipajang di atas heating tray. Mesin ini dipesan oleh Kent Bakke di Seattle.
3. ZIZI, 1991
Dalam dan ramping, mesin ini berukuran 1,5 x o,5 meter. Bentuknya kontras antara bodywork dan lever group tradisional. Bagian cup warmer-tray-nya berada “tersembunyi” di bagian dalam sehingga tidak mengganggu penampilan keseluruhannya. Seperti desain Kees lainnya, mesin ini juga memiliki 4 lampu flaming di bagian belakang yang akan menyala begitu jika boiler telah mencapai tekanan sekian. Mesin ini, lagi-lagi, dibeli oleh Kent Bakke di Seattle.
4. IL BRUTTO, 1992
Mesin ini ibaratnya seperti kendaraan-kendaraan keren di Mad Max: Fury Road: terdiri dari cukup banyak potongan-potongan logam yang telah rusty –termasuk bagian-bagian yang diambil dari motor dan mobil– lalu dirakit menjadi mesin ini. Lampu di bagian atasnya dihubungkan dengan elemen pemanas sehingga akan menyala pada saat boiler mencapai tekanan yang ditentukan.
5. STROMBOLI, 1993
Mesin espresso Stromboli ini adalah percobaan pertama yang dilakukan Kees untuk membuat mesin dalam seri yang lebih banyak. Ada total 13 mesin Stromboli yang diproduksi identik seperti ini. Stromboli sendiri merupakan mesin espresso 2 grup yang cukup besar, ukuran tingginya 93 cm, kedalaman 100 cm dan lebar 130 cm. Bahannya terdiri dari impala granite dan kanopi kaca lonjong yang tak kalah besar pula. Tak lupa, sebuah panel lampu kecil di bagian belakang.
6. MISTRAL, 1994
Mistral adalah mesin espresso komersial pertama, diproduksi dengan versi 2 dan 3 grup. Beberapa opsi lainnya telah dikembangkan seiring dengan tahun-tahun yang berjalan kemudian. “Desain” terakhir diciptakan tahun 2004, dari total hanya 116 mesin yang diproduksi.
7. MIRAGE, 2001
Mesin ini dilengkapi dengan sistem teknisnya yang elegan sekaligus sangat efisien: thermo-syphon heat exchanger berikut segala detail-detail teknis yang telah di-update. Karenanya, tidak heran jika mesin espresso seri Mirage ini melesat sukses dengan cukup cepat. Setiap tahun, fitur teknis yang ada dalam mesin espresso seri Mirage pun selalu disempurnakan dan diperbaharui.
8. SPEEDSTER LIMITED EDITION, 2001
Mesin ini sebenarnya dikerjakan Kees hanya untuk ‘quick fun project’. Karenanya hanya ada 6 seri saja yang diproduksi dan keenamnya dijual hanya kepada keluarga dan teman terdekatnya saja. Namun setelah selama beberapa tahun permintaan akan mesin ini semakin banyak, desain versi asli dipakai untuk menciptakan kembali seri 1 grup yang baru dengan boiler dan grup yang telah dikembangkan.
9. MIRAGE IDROCOMPRESSO, 2003
Versi lever group dari Mirage yang disebut Idrocompresso ini dikembangkan tahun 2003 dan diproduksi khusus untuk Art Gadgets di Eindhoven, Belanda. Sesuai permintaan, mesin ini pun didesain dengan sejumlah fitur-fitur teknis yang sangat spesifik: cold metal, tampilan stainless steel frame sandblasted ketimbang black powder coated, panel samping dari veloce aluminium—dengan lettering berwarna abu-abu dan dikombinasikan dengan bodywork yang high gloss.
10. SPEEDSTER, 2008
Pengembangan seri Speedster edisi terbatas yang diciptakan di tahun-tahun sebelumnya. Kees menciptakan mesin ini dengan tampilan khasnya: saturated group dengan boiler yang besar, digunakan untuk pertama kalinya dalam seri-seri Speedster. Mesin ini juga dilengkapi dengan steam boiler besar yanf terpisah dan beberapa sistem pre-infusion sebagai standar bawaannya.
11. SPIRIT, 2010
Bisa dibilang, mesin ini merupakan seri komersial dari Speedster. Proto-type pertamanya dipamerkan pada pagelaran SCAE di London tahun 2010. Tahun 2012, seri pre-produksinya dimulai dan saat ini Spirit telah menjadi mesin espresso yang telah disempurnakan.
Seri Mirage, Speedster dan Spirit mungkin adalah evolusi terakhir Kees van der Westen—untuk saat ini. Bisa saja di masa mendatang, Kees kembali berkreasi dan menciptakan inovasi terbarunya di mesin espresso. Who knows? Dan yang membuat mesin pabrikan ini istimewa, menurut saya, adalah karena dedikasi Kees dan perusahaannya yang begitu tinggi terhadap produksi sebuah mesin espresso. Sejak awal, Kees tidak menciptakan mesin espresso dalam jumlah massive untuk penggunaan komersil, bahkan rata-rata hanya diciptakan terbatas dan itu juga karena dipesan khusus. Tidak heran mengapa mesin-mesin keluaran Kees van der Westen juga dibandrol dengan harga gila-gilaan, minimal sekitar 20.000 USD (atau sekitar IDR 265 jutaan) —itu juga untuk desain paling sederhana.












