ETIKA MINUM KOPI BEBERAPA NEGARA - Majalah Otten Coffee
Tak hanya mampu dinikmati dalam berbagai metode penyeduhan, “biji dari surga” ini ternyata memiliki etika saat menikmatinya.
Berapa banyak dari kita yang tahu bahwa minum kopi sesungguhnya memiliki etikanya sendiri. Meski tak seribet table manner, etika minum kopi ternyata telah menjadi peraturan tak tertulis yang sudah diikuti oleh penikmat kopi di seluruh dunia. Ada beberapa hal yang dianggap tabu dilakukan saat kamu menikmati kopi. Ada hal-hal yang dianggap tak sopan saat kamu menyeruput kopi khususnya pada saat di situasi formal. Agar tak salah kaprah dan dianggap tak punya etika, berikut ada beberapa etika minum kopi yang sudah diaminkan oleh peminum kopi di seluruh dunia.
- Saat memegang cangkir kopi, jangan lentikkan jari kelingking kamu. Pegang cangkir dengan seluruh jari pada tangan, jangan pisahkan kelingking. Karena memegang cangkir dengan gaya seperti itu mengadaptasi gaya kesombongan Victorian Era dan itu sama sekali tidak sopan.
- Saat menikmati kopi yang panas, jangan mendinginkan kopi dengan memasukkan batu es ke dalam cangkir kopimu.
- Jangan mencelupkan kukis, biskuit, roti atau apa saja ke dalam kopi, kecuali kamu berada di situasi yang tidak formal.
- Jangan meninggalkan sendok di dalam cangkir kopimu. Letakkan sendok di sisi alas cangkir/piring yang tersedia.
Selain etika minum kopi di atas, ada beberapa negara di dunia yang memiliki etika minum kopi mereka sendiri. Berikut beberapa negara yang memiliki etika minum kopi yang unik dan mungkin tak akan kamu temukan di negara-negara lain.
Etika Minum Kopi di Italia
- Jika ingin menjamu orang dengan secangkir kopi, selalu siapkan segelas air putih bersama kopinya. Di Italia hal tersebut berfungsi agar peminum kopinya bisa membersihkan rasa kopi dari sehabis meminumnya.
- Pesanlah kopi selalu setelah makan. Jangan pesan pada saat kamu makan atau sebelum makan. Dan selalu pesan espresso, bukan kopi yang mengandung susu.
- Italian sering menambahkan liquor ke dalam kopi mereka.
- Memesan espresso-to-go adalah tabu.
- Kamu hanya menikmati cappuccino di pagi hari dan harus sebelum makan.
- Saat minum espresso, kamu harus meminumnya dengan cepat. Seperti a shot standing at the bar.
Etika Minum Kopi di Perancis
- Di Perancis orang meninum café au lait di pagi hari dengan cangkir yang besar agar mudah mencelupkan croissant ke dalamnya.
- Biasanya orang Perancis memegang cangkir kopi dengan kedua tangan.
- Memesan minuman rasa kopi adalah tabu. Mereka hanya meminum kopi, bukan minuman berasa kopi.
- Di Perancis mereka tidak memesan kopi dengan whipped cream.
- Kopi selalu dinikmat setelah menikmati
Etika Minum Kopi di Ethiopia
- Kopi adalah minuman nasional di Ethiopia. Oleh karena itu ritual minum kopi at least dinikmati 1 jam atau lebih.
- Masyarakat di Ethiopia selalu menghirup aroma kopi perlahan-lahan sebelum tegukan pertama. Tidak pernah tidak.
- Mereka tidak pernah meneguk kopi dengan terburu-buru karena hal tersebut tabu. Selalu nikmati kopimu perlahan.
- Mereka menyajikan kopi dengan meletakkan gula dalam sebuah cangkir kecil lalu menambahkan kopinya. Tidak pernah sebaliknya.
- Kopi selalu disajikan dalam tiga waktu yang disebut dengan awol, tona dan baraka.
Etika Minum Kopi di Turki
- Black Turkish coffee selalu dinikmati sehabis makan dan biasanya dibuat sangat keras.
- Di Turki selalu disediakan permen khas Turki sehabis menikmati kopi.
- Jika secangkir kopi tidak cukup untuk melepas dahaga, jangan pesan kopi lagi. Pesanlah teh karena sudah merupakan budaya di Turki.
- Jika menginginkan kopi yang manis, siapkan gula sebelum kopi diseduh. Jangan menambahkan gula setelahnya, tapi sebelumnya.
- Ampas kopi biasanya digunakan sebagai pertanda keberuntungan setelah kamu menghabiskan kopimu.
Bagaimana dengan etika minum kopi di Indonesia? Bagi yang tahu silakan komentar ya.
Artikel ini diperbaharui oleh Mustika T. Yuliandri pada 24 Agustus 2023






