ESPRESSO VS KOPI HITAM, MANA YANG PALING BAIK? - Majalah Otten Coffee
Di antara espresso dan kopi hitam, manakah yang paling dibutuhkan oleh tubuhmu untuk asupan harian? Berikut studi ilmiahnya!
KOPI merupakan minuman yang paling populer dikonsumsi. Sajian kopi selalu berhasil menemukan penggemarnya dengan berbagai alasan. Ada yang menikmati seduhan kopi karena ingin manfaat stimulan, ada juga yang mengkonsumsi sajian kopi di pagi hari karena sudah menjadi rutinitas. Di Indonesia sendiri sebagai produsen kopi terbesar, tercatat konsumsi kopi mencapai 300 juta kilogram pada periode 2020-2021. Lebih lanjut lagi, data dari International Coffee Organization (ICO) menjelaskan grafik konsumsi kopi di Indonesia sejak 2010 per 2 tahunnya selalu meningkat. Dari total jumlah konsumsi tersebut, penikmat kopi memiliki cara tersendiri untuk menikmati kopi mereka, termasuk espresso ataupun variasi kopi hitam.
Sajian Kopi Espresso
Espresso hadir dari kebiasaan minum kopi orang Italia, kemudian menyebar ke seluruh negara penikmat kopi. Secara konsepnya, bubuk kopi dialirkan air panas secara cepat bertekanan tinggi. Sehingga sajian kopi yang dihasilkan berupa konsentrat dan memiliki cita rasa yang tebal, aroma yang kuat dan after-taste yang begitu lama. Espresso dengan biji kopi tertentu malah menciptakan karakter lebih istimewa lagi, yang dibawa dari potensi senyawa rasa asal biji kopi itu sendiri.
Orang-orang biasanya menganggap rasa espresso sama saja karena yang dihasilkan adalah cita rasa yang tebal dan pekat, walaupun yang digunakan adalah biji kopi berbeda. Namun menurut kami, menggunakan biji kopi tertentu pada seduhan espresso akan menciptakan karakter rasa espresso yang berbeda. Misalkan saja, ketika kamu membuat espresso dari biji kopi Arabika Aceh Gayo, tentu akan berbeda rasa dengan espresso Arabika Flores Manggarai. Hal ini terjadi karena tiap biji kopi memiliki potensi rasa yang dibawanya sejak masa tanaman hingga dioptimalkan lagi melalui tahap roasting.

Tapi, bukan berarti ada tanaman kopi tertentu yang akan menciptakan karakter rasa espresso istimewa saat diseduh, ya! Espresso enak itu tergantung preferensi rasa dari si penikmatnya, sehingga tidak bisa secara umum menghakimi biji kopi tertentu. Malahan beberapa penikmat espresso ada yang begitu mencintai sajian espresso dari racikan kopi house blend. Kalau kamu, biji kopi apa yang kamu senangi ketika ingin membuat espresso?
Kandungan Nutrisi Espresso
Tercatat, ada 62mg senyawa kafein terkandung di tiap 1 ons espresso atau setara penyajian single shot. Berarti, disimpulkan rata-rata kuota harian seseorang mengkonsumsi espresso adalah sebanyak 6 shot.
Kandungan Nutrisi Selengkapnya:
- Espresso: 1 ons = 1 single shot 30ml
- Kafein: 63 mg
- Karbohidrat: 0.5 g
- Kalori: 10.7
- Mikronutrien: kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, niasin, folat, dan kolin
Sajian Kopi Hitam
Siapa sih yang tidak mengenal sajian kopi hitam? Variasi seduhan kopi hitam kini banyak sekali dab menjadi lebih populer dibandingkan espresso. Beberapa alat kopi yang populer untuk menyeduh kopi hitam adalah mesin kopi drip otomatis, moka pot ataupun french press. Secara umum, konsepnya adalah bubuk kopi dituang dengan air panas dan dibiarkan mengalir ataupun terendam. Sehingga nantinya, ekstraksi bubuk kopi ini menghadirkan cita rasa yang nyaman dibandingkan espresso.
Secara konsep, espresso dibuat dengan mengalirkan air panas ke bubuk kopi secara cepat, sedangkan kopi hitam dibiarkan terendam. Pada umumnya, kopi hitam disajikan dengan biji kopi yang disangrai medium karena lebih memiliki karakter rasa. Sementara jenis gilingan kopi pun berbeda. Espresso cenderung menggunakan bubuk kopi yang halus dan kopi hitam menggunakan gilingan sedikit kasar agak halus tergantung pada alat kopinya.
Penyebab karakter rasa kopi hitam terasa lebih nyaman dibandingkan espresso adalah karena seduhan kopi hitam konsentratnya lebih rendah dibandingkan espresso. Dalam arti lain, lebih memiliki cita rasa yang cukup intens dengan acidity yang nyaman. Karakter rasa yang dihadirkan oleh alat kopi seduhan kopi hitam inilah yang menjadikannya begitu populer.

Bagi penikmat kopi hitam, sudah semacam hal wajib memiliki gilingan kopi manual di rumah. Karena seduhan kopi hitam menggunakan bubuk kopi yang baru saja digiling akan menghadirkan karakter rasa lebih istimewa lagi.
Jika kamu menyimpan kopi dalam bentuk bubuk, kopi hitam cenderung memiliki cita rasa tidak menarik jika kamu baru menyeduh beberapa hari kemudian. Hal ini dikarenakan kopi yang sudah digiling akan melepaskan banyak senyawa potensi rasa ke udara, dalam arti umum bubuk kopi terpapar udara. Bubuk kopi yang terlalu sering terpapar udara akan memiliki karakter rasa sudah tidak menarik lagi. Jika kamu penikmat seduhan kopi hitam, alat kopi apa yang ada di rumah?
Kandungan Nutrisi Kopi Hitam
Untuk seduhan kopi hitam, setiap 8 ons atau setara secangkir kopi hitam 230ml memiliki kandungan kafein sekitar 92mg. Rata-rata konsumsi harian per orang mencapai 3-4 cangkir kopi hitam.
Kandungan Nutrisi Selengkapnya:
- Kopi Hitam: 1 Cangkir 230ml (8 ons)
- Kafein: 92 mg
- Karbohidrat: 0.4 g
- Protein: 0.7 g
- Kalori: 5
- Mikronutrien: kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan niasin
Jika disandingkan keduanya dari ons per ons, maka kafein espresso lebih banyak dibandingkan dengan kafein kopi hitam. Tapi jika dilihat dari kebiasaan meminumnya, kopi hitam akan memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan espresso. Kedua jenis kopi ini mengandung bioaktif yang dapat mendukung kesehatan jantung, fungsi kognitif, kesehatan metabolisme, dan tentunya berpengaruh dengan umur yang panjang.
Jika kamu bertanya berapa banyak konsumsi kopi harian yang aman, maka jawabannya tergantung tingkat toleransimu. Untuk mereka yang tidak rutin minum kopi, 1-2 cangkir sehari akan memberikan pengaruh yang luar biasa, namun untuk mereka yang rutin minum kopi 3-4 cangkir sehari pun malah tidak berpengaruh. Hal ini karena tubuh sudah kebal terhadap kadar kafein yang masuk.
Kalau kamu sendiri, berapa cangkir minum kopi dalam sehari?
sumber: mindbodygreen.com espresso vs coffee



