ESPRESSO DAN LIQUEUR - Majalah Otten Coffee
Tren yang semakin populer dan menarik untuk disimak.
MINUMAN kopi hanya sekedar cairan kental yang hitam dan pekat. Setidaknya sejak satu dekade terakhir, kopi atau minuman apapun yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar kopi telah berkembang sedemikian luar biasa sehingga tidak berhenti membuat saya terkagum-kagum. Sepertinya selalu ada saja inovasi baru yang ditemukan dalam minuman kopi setiap hari.
Jika metode seduh manual (manual brew) saja masih belum hilang gaungnya, eh sudah muncul tren teknik cold brew yang sedang ramai dieksplorasi. Saat tren itu juga masih belum selesai, sudah ada lagi kegemaran massal untuk bereksperimen dengan campuran kopi (terutama espresso) dan liqueur. Kejuaraan dunia bernama World Coffee in Good Spirits bahkan telah diadakan sejak 2011 lalu untuk merayakan fenomena ini. Dan semakin tahun peserta dan animonya semakin banyak saja.
Kopi dan liqueur adalah kombinasi yang mungkin belum terlalu hits di Indonesia saat ini. Mungkin. Tapi tidak ada salahnya juga untuk mengetahuinya. Kopi adalah tentang berbagi, termasuk berbagi pengetahuan. Berikut adalah beberapa jenis variasi espresso, yang dicampurkan dengan liquer.
1. Caffè corretto. Minuman yang berasal dari Italia ini terdiri dari campuran antara espresso dan sedikit liquor, umumnya yang digunakan adalah grappa dalam jumlah kecil. Kadang yang dipakai bisa juga Sambuca atau brandy. Di luar Italia, minuman ini sering disebut dengan espresso correto. Kebanyakan bartender Italia akan membuat caffè corretto dengan menambahkan beberapa tetesan liquor saja ke atas espresso. Namun, tak jarang juga mereka menyajikan espresso terpisah dengan botol kecil liquor supaya pelanggan yang memesan bisa menakarnya sendiri sesuai keinginan mereka.

2. Espresso martini. Minuman ini merupakan kombinasi antara espresso dan vodka. Meski pada dasarnya adalah espresso plus vodka, tapi kadang-kadang beberapa orang juga suka menambahkan kahlua dan simple syrup lagi. Selengkapnya tentang espresso martini sudah pernah dibahas di sini.
3. Alexander Espresso. Adalah espresso plus beberapa campuran seperti kayu manis, crème de cacao dan brandy. Membuatnya cukup gampang. Patahkan batang kayu manis hingga beberapa potongan, masukkan ke dalam espresso. Tambahkan dengan 2 sendok the crème de cacao dan 1 sendok the brandy. Hiasi dengan whipped cream atau taburi dengan coklat tabur di atasnya, jika suka. Selesai. J
4. Carajillo. Minuman asal Spanyol ini hampir mirip dengan caffè corretto di Italia. Belakangan banyak kedai-kedai kopi di luar yang mengembangkan carajillo menurut selera setempat. Namun aslinya, carajillo adalah campuran antara espresso dan Licor 43—yaitu liquor khas Spanyol yang terasa seperti sweet vanilla-citrus—lalu dituangkan ke dalam gelas yang sudah berisi es batu.

5. Espresso Old Fashioned. Minuman yang cukup segar ini dianggap pilihan yang cocok untuk dinikmati setelah makan malam, atau bahkan kapan saja sebenarnya juga bisa. Espresso Old Fashioned memang adalah “racikan baru” yang muncul beberapa tahun belakangan, nggak seperti caffè corretto atau carajillo yang bahkan udah dianggap ‘minuman tradisional’ di negaranya masing-masing. Tapi kopi liqueur jenis ini tetap saja menarik disimak. Espresso Old Fashioned adalah campuran antara espresso, bourbon, simple syrup dan irisan lemon yang dipakai sebagai garnish.
Minuman espresso plus liqueur seperti ini cukup populer di luar Indonesia, terutama jika mendekati musim dingin dan musim liburan akhir tahun. Rasanya yang fancy dianggap tepat untuk menghangatkan momen-momen seperti itu. Kalau sekiranya pengin membuat, memilih single origin yang tepat termasuk hal yang penting diperhatikan. Sebaiknya, pilih biji yang sweetness-nya cukup tinggi dan berkarakter fruity.
Selamat minum kopi! 🙂
Foto diambil dari situs pencari.

